DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika
Vol 6, No 2: Desember 2023

Relasi Alam dengan Eksistensi Manusia Terhadap Krisis Ekologi Berdasarkan Perspektif Filsafat-Teologis

Delinda Elizabeth Aritonang (Universitas Kristen Indonesia)
Roberto Hamonangan Silitonga (Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar)
Destri Ayu Natalia Hutauruk (Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jakarta)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2023

Abstract

This study examines the relationship between nature and human existence regarding the current ecological crisis. God, humans and nature are inseparable links. Recently, society has been faced with an environmental crisis and a decline in the ecosystem system, ranging from global warming, drought, floods, climate change, reduction in natural resources, to the extinction of flora and fauna diversity. When technological developments become more advanced and penetrate development that does not pay attention to environmental welfare, an ecological crisis occurs. Humans are considered the main actor in the ecological crisis which occurs due to greed and negligence in exploiting natural resources. A crisis of human existence and disharmony in the relationship between God and nature occurred. The aim of this research is to provide an understanding of the relationship between nature and human existence in order to create awareness of the relationship between humans and their love of nature and minimize the ecological crisis. The research method uses descriptive qualitative methods. This research method is carried out by collecting data, describing, analyzing and evaluating through critical thinking from books, journal articles and the Bible related to the discussion. This method divides this research into three important points. First, Human Existence and the Ecological Crisis. Second, the meaningful relationship between humans, nature and God towards the ecological crisis. Third, Understanding the Spiritual-Ecological Relationship between Nature and Human Existence. The result of this research is to offer a reconstruction of the paradigm of human existence towards an awareness of the meaningful relationship between God and nature as an alternative in overcoming the ecological crisis and conserving natural resources. The conclusion is to convey the message that through awareness, humans as God's creation must be grateful and responsible for maintaining and preserving them in the form of positive-constructive actions.Keywords: relations; human existenc; ecological crisis; nature; ecological spiritualityAbstrakKajian ini menelisik relasi alam dengan eksistensi manusia terhadap krisis ekologi yang terjadi sekarang ini. Allah, manusia dan alam, merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Akhir-akhir ini masyarakat diperhadapkan pada krisis lingkungan dan penurunan dalam sistem ekosistem, mulai dari pemanasan global, kekeringan, banjir, perubahan iklim, berkurangnya sumber daya alam, hingga punahnya keanekaragaman flora dan fauna. Ketika perkembangan teknologi semakin maju dan merasuki pembangunan yang tidak memperhatikan kesejahteraan lingkungan, terjadilah krisis ekologis. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang terjadi karena keserakahan dan kelalaian dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Krisis eksistensi manusia dan disharmoni relasi antara Allah dan alam pun terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman relasi alam dengan eksistensi manusia demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap kecintaan kepada alam dan meminimalisir krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis dan mengevaluasi melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eksistensi Manusia dan Krisis Ekologi. Kedua, Relasi Bermakna Manusia, Alam dan Tuhan terhadap Krisis Ekologi. Ketiga, Memaknai Relasi Alam dan Eksistensi Manusia yang Spiritualitas-Ekologis. Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan rekonstruksi paradigma eksistensi manusia terhadap kesadaran relasi yang bermakna antara Allah dan alam sebagai suatu alternatif dalam menanggulangi krisis ekologis dan melestarikan sumber daya alam. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah harus bersyukur dan bertanggungjawab menjaga dan melestarikan dipertanggungjawabkan dalam bentuk perbuatan yang positif-konstruktif.Kata Kunci: relasi; eksistensi manusia; krisis ekologi; alam; spiritualitas ekologis

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

diegesis

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani dengan ciri Pentakostal-Kharismatika, dengan nomor ISSN: 2685-3485 (online), ISSN: 2685-3515 (print), dikelola dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi REAL, Batam, ...