Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI POKDARWIS DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA DI DESA BINAKAL KABUPATEN BONDOWOSO Diana Permata Nur Mifdatun Jannah; Zaidan Rizqullah Luqianto; M. Daffa Rakhamsyah Yaafi; Liandra Alifia; Safa Adista Sekar Sakanti; Nabila Uswatun Hasannah; Annisa Zerlina Cindy Gayatri; M. Khatam Ramadhan; M. Erick Lucky Hafifi; Luluk Ulfah; Murtaqib
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3360

Abstract

Indonesia is a country that has natural wealth, art and culture with great potential to become a tourism attraction. The development of tourism villages has a great opportunity as the foundation of the regional economy. A village that has the potential to become a tourist village is Binakal Village from Binakal District, Bondowoso Regency, East Java, which has natural beauty, art and culture that has the potential to be introduced to a wide audience. Tourism in the village needs to empower the community by involving community organizations such as the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Binakal Village previously had a Pokdarwis, but it was inactive so it needed to be reactivated by educating the importance of Pokdarwis in supporting the formation of a tourist village. The method of service of KKN students is by conducting Pokdarwis socialization together with the Bondowoso Regency Tourism, Culture, Youth and Sports Office. The result of the socialization was an increased understanding of tourism villages and Pokdarwis and a growing motivation to realize tourism villages. Keywords: Tourisme Villages, Socialization, Pokdarwis
PERAN PSIKOLOGI HUKUM DALAM PENERAPAN RETORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS SUPARNO PENCURI MOTOR UNTUK BERJUALAN PENTOL) Annisa Zerlina Cindy Gayatri; Hanny Hilmia Fairuza; Y.A Triana Ohoiwutun; Domonikus Rato
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi hukum dalam proses penyelesaian perkara secara Restoratice Justice dengan berfokus kepada kasus suparno yang mencuri sepeda motor untuk berjualan pentol. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil dari penulisan ini menggambarkan bahwa psikologi hukum sangat penting dalam penyelesaian perkara secara restorative justice. Psikologi hukum dapat memahami kondisi pelaku dan korban. Selain itu, psikologi hukum juga berguna untuk memberikan rehabilitasi kepada pelaku sesuai dengan latar belakang pelaku melakukan tindak pidana dan memberikan pemulihan atas tekanan mental yang dialami korban. Rehabilitas terhadap pelaku sangat penting agar pelaku tidak melakukan tindak pidana kembali. Kasus Suparno merupakan kasus yang dilatarbelakangi oleh ekonomi. Suparno melakukan pencurian sepeda motor untuk digunakan berjualan pentol guna menafkahi istri dan anaknya. Kasus suparno diselesaikan melalui restorative justice dengan bantuan psikologi hukum yang memberikan pemahaman latar belakang pelaku melakukan tindak pidana.
PERAN PSIKOLOGI HUKUM DALAM PENERAPAN RETORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS SUPARNO PENCURI MOTOR UNTUK BERJUALAN PENTOL) Annisa Zerlina Cindy Gayatri; Hanny Hilmia Fairuza; Y.A Triana Ohoiwutun; Domonikus Rato
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi hukum dalam proses penyelesaian perkara secara Restoratice Justice dengan berfokus kepada kasus suparno yang mencuri sepeda motor untuk berjualan pentol. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil dari penulisan ini menggambarkan bahwa psikologi hukum sangat penting dalam penyelesaian perkara secara restorative justice. Psikologi hukum dapat memahami kondisi pelaku dan korban. Selain itu, psikologi hukum juga berguna untuk memberikan rehabilitasi kepada pelaku sesuai dengan latar belakang pelaku melakukan tindak pidana dan memberikan pemulihan atas tekanan mental yang dialami korban. Rehabilitas terhadap pelaku sangat penting agar pelaku tidak melakukan tindak pidana kembali. Kasus Suparno merupakan kasus yang dilatarbelakangi oleh ekonomi. Suparno melakukan pencurian sepeda motor untuk digunakan berjualan pentol guna menafkahi istri dan anaknya. Kasus suparno diselesaikan melalui restorative justice dengan bantuan psikologi hukum yang memberikan pemahaman latar belakang pelaku melakukan tindak pidana.