Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Bincang Komunikasi: Membangun Komunikasi Efektif di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulsel Widyastuti Widyastuti; Kartika Cahyaningrum; Rina Dwi Pramesti Muhtar; Regina Hijrani; Nurafika Nurafika; Nurul Azizah Wahdini; Andi Nur Qalbi Jaya
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2575

Abstract

Komunikasi merupakan suatu pesan yang disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan tujuan untuk memberitahukan atau untuk mengubah pendapat, sikap, atau perilaku, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan, dapat diterima dengan tepat oleh pihak penerima komunikasi. Kesalahan dalam berkomunikasi akan dapat menimbulkan kesalahpahaman diantara kedua belah pihak. Hal ini apabila terjadi di dalam suatu organisasi, akan dapat mengganggu kinerja organisasi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya komunikasi yang tidak efektif adalah dengan melakukan penyamaan persepsi diantara anggota organisasi. Tujuan dari seminar BISIK (Bincang Komunikasi Asik) adalah untuk memberikan pemahaman tentang komunikasi efektif dan peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal dalam konteks relasi dalam kelompok. Seminar diikuti sebanyak 21 peserta dan dilakukan dalam bentuk psikoedukasi melalui kegiatan seminar dan Role Play yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan seminar BISIK yaitu adanya ilmu dan praktik langsung melalui games yang membuat mereka lebih mempererat jalinan komunikasi antar sesama pegawai.
Bincang Komunikasi: Membangun Komunikasi Efektif di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulsel Widyastuti Widyastuti; Kartika Cahyaningrum; Rina Dwi Pramesti Muhtar; Regina Hijrani; Nurafika Nurafika; Nurul Azizah Wahdini; Andi Nur Qalbi Jaya
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2575

Abstract

Komunikasi merupakan suatu pesan yang disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan tujuan untuk memberitahukan atau untuk mengubah pendapat, sikap, atau perilaku, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan, dapat diterima dengan tepat oleh pihak penerima komunikasi. Kesalahan dalam berkomunikasi akan dapat menimbulkan kesalahpahaman diantara kedua belah pihak. Hal ini apabila terjadi di dalam suatu organisasi, akan dapat mengganggu kinerja organisasi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya komunikasi yang tidak efektif adalah dengan melakukan penyamaan persepsi diantara anggota organisasi. Tujuan dari seminar BISIK (Bincang Komunikasi Asik) adalah untuk memberikan pemahaman tentang komunikasi efektif dan peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal dalam konteks relasi dalam kelompok. Seminar diikuti sebanyak 21 peserta dan dilakukan dalam bentuk psikoedukasi melalui kegiatan seminar dan Role Play yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan seminar BISIK yaitu adanya ilmu dan praktik langsung melalui games yang membuat mereka lebih mempererat jalinan komunikasi antar sesama pegawai.
Efektivitas Psikoedukasi Toxic Produktivity terhadap Pemahaman Karyawan di Lingkungan Kerja PT. Midi Utama Indonesia, tbk Branch Makassar Kartika Cahyaningrum; Nurmala; Malikah Ramadhani Mudarwin Putri
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1576

Abstract

Dalam era globalisasi dan persaingan kerja yang semakin kompetitif, tuntutan terhadap produktivitas individu mengalami peningkatan signifikan. Salah satu konsekuensi dari kondisi ini adalah munculnya fenomena toxic productivity, yaitu dorongan berlebihan untuk terus produktif bahkan di luar jam kerja yang seharusnya. Individu yang mengalami toxic productivity cenderung merasa bersalah saat beristirahat, mengabaikan kebutuhan fisik dan psikologis, serta merasakan tekanan internal maupun eksternal untuk terus bekerja tanpa henti (Dwipa, 2023). Penelitian ini dilakukan melalui metode psikoedukasi secara webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai toxic productivity. Hasil psikoedukasi menunjukkan peningkatan pemahaman materi yang disampaikan terhadap karyawan di PT. Midi Utama Indonesia, tbk Branch Makasar, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jawaban skor rata-rata peserta pada saat melakukan post-test dibandingkan dengan saat melakukan pre-test
Psikoedukasi Peningkatan Pengetahuan Tentang Identitas Seksual Mahasiswa Magang Muh. Nur Ruslan; Nur Arifah; Muh. Faqih Syadat; Kartika Cahyaningrum; Muh. Wija Hadi Perdana
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.1917

Abstract

Stigma sosial terhadap ekspresi gender non-konformis seperti laki-laki feminin (label boti) di lingkungan magang menciptakan konflik identitas dan menghambat kinerja profesional mahasiswa akibat norma maskulinitas hegemonik yang kaku. Pengabdian ini menerapkan psikoedukasi tatap muka kontekstual pada 12 mahasiswa magang menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest untuk meningkatkan pengetahuan identitas seksual, strategi coping stigma kerja. Metode mencakup diskusi kasus magang, role-playing simulasi rumah sakit, dan refleksi diri selama 120 menit. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari mean pretest 4.17 menjadi posttest 7.00 (paired t-test sig=0.001), Psikoedukasi mengisi research gap transisi karier yang absen pada studi homoseksualitas umum atau kekerasan gender, menghasilkan model replikasi kurikulum magang inklusif nasional.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Pada Siswa SMA Negeri 2 Makassar M. Ahkam Alwi; Kartika Cahyaningrum; Nurfajriyanti Rasyid; Rossy Allayda Syaiputri; Dibyo Restu Nugraha; Siti Zalsa Zeftira; Andi Nurfatimah Azzahra
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i4.64913

Abstract

The aim of this research is to explore the impact of mental health psychoeducation on students at SMA Negeri 2 Makassar. This research uses a quantitative approach with a pre-test and post-test design. The research sample consisted of 120 students selected randomly. The psychoeducational intervention was carried out over six sessions, each lasting 90 minutes. Psychoeducational materials include an introduction to mental health, coping strategies, stress management, and interpersonal communication skills. The results showed that there was a significant increase in students' understanding of mental health after psychoeducational intervention (p < 0.05). In addition, there was a significant reduction in students' stress and anxiety levels (p < 0.05). Students also report improved communication skills and ability to deal with everyday problems. The conclusion of this research is that mental health psychoeducation is effective in increasing mental health knowledge and skills and reducing stress and anxiety among students at SMA Negeri 2 Makassar. The recommendation of this research is that mental health psychoeducation programs be implemented sustainably and expanded to other schools to support students' overall mental health.
PEMENUHAN KARYAWAN DISABILITAS DI PT MIDI UTAMA INDONESIA, TBK Widia Riandini; Widyastuti Widyastuti; Kartika Cahyaningrum; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.47525

Abstract

Pemenuhan gangguan karyawan sebanyak 1% dari seluruh jumlah karyawan setiap cabang pada PT Midi Utama Indonesia, Tbk dilakukan dengan mengevaluasi komunitas maupun yayasan yang telah menjalin kerjasama. Mencari tempat sumber baru merupakan bentuk upaya yang dilakukan oleh tim rekrutmen dalam pemenuhan gangguan karyawan, salah satunya dengan bekerja sama dengan instansi pemerintahan. Upaya yang dilakukan adalah memperluas jangkauan informasi posisi pekerjaan melalui media sosial serta datang langsung ke 9 terkait posisi pekerjaan yang terbuka. Tujuan kegiatan ini merupakan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) terkhusus pada penyandang disabilitas pad PT Midi Utama Indonesia, Tbk. CabangPalu. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi serta wawancara kepada pihak terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa penyebbaran informasi dengan datang langsung ke yayasan maupun pemerintah menambah jumlah karyawan penyandang disabilitas di PT Midia Utama Indonesia, Tbk Cabang Palu.
Efektivitas Poster Psikoedukasi dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa tentang Digital Burnout Kartika Cahyaningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas poster psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digital burnout. Digital burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan, yang kerap dialami mahasiswa Generasi Z dengan intensitas aktivitas daring yang tinggi. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap: (1) need assessment menggunakan Digital Burnout Scale (DBS) kepada 54 mahasiswa dan wawancara mendalam kepada empat responden dengan tingkat burnout tinggi; (2) pembuatan dan penyebaran poster psikoedukasi bertema “Easy Habits to Stay Calm Online” melalui Instagram; serta (3) evaluasi menggunakan desain pre-test–post-test kepada 69 responden. Hasil need assessment menunjukkan 62,9% responden berada pada kategori digital burnout sedang, dengan keluhan fisik (sakit kepala, mata lelah, nyeri otot) dan psikologis (kecemasan, kesulitan fokus, ketergantungan digital). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: hanya 13% responden memahami konsep digital burnout pada pre-test, sedangkan 90% responden melaporkan pemahaman setelah melihat poster. Temuan ini menunjukkan bahwa media poster merupakan sarana promosi kesehatan yang efektif, ringkas, dan mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang digital burnout serta mendorong perilaku penggunaan teknologi yang lebih sehat.
Efektivitas Teknik Modelling dengan Media Balloon Terhadap Kemampuan Toilet Training pada Anak Down Syndrome di KOADS Alifah Humaerah Khaerunnisa; Siti Habrianti; Muhammad Farriz Athilla Narra; Haerani Nur; Kartika Cahyaningrum
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.85530

Abstract

Anak down syndrome merupakan kelompok bagian dari anak berkebutuhan khusus yang mengalami retardasi mental akibat kelainan genetic pada trimosom 21 sel somatic. Kondisi ini menyebabkan anak down syndrome mengalami keterlambatan dalam perkembangannya seperti: motorik, sensori, kognitif, bahasa, dan sosial, termasuk dalam kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari terkhusus yang berkaitan dengan toilet training. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak down syndrome melalui pendekatan modelling dengan menggunakan media balloon di Komunitas Orang Tua dengan Anak Sindroma Down (KOADS) Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi selama proses kegiatan berlangsung. Media berupa balloon sebagai alat demonstrasi diterapkan denggan teknik modelling, dimana anak mengamati dan menirukan gerakan yang dicontohkan secara bergantian dan didampingi oleh fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, kemampuan toilet training pada anak masih bervariasi, ada yang mampu namun masih membutuhkan pemeriksaan oleh orang tua dan ada yang belum mampu sama sekali melakukan toilet training. Setelah pembelajaran, anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memahami dan menirukan gerakan yang telah dicontohkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah teknik modelling dengan media balloon memberikan pengaruh positif dalam membantu anak down syndrome memahami dan mempraktikkan langkah-langkah toilet training secara lebih terstruktur, sehingga teknik ini dapat menjadi alternatif pembelajaraan bagi anak down syndrome.
Upaya Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Melalui Konseling Kelompok Teknik Problem Solving Nur Hikma; M Ahkam Alwi; Kartika Cahyaningrum; Dian Novita Siswanti; Muh Daud
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.85924

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam mengurangi stres akademik melalui konseling kelompok dengan teknik problem solving. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang sedang mengerjakan skripsi. Permasalahan utama yang dihadapi peserta meliputi kecemasan menghadapi bimbingan, kesulitan memulai penulisan, penundaan pengerjaan skripsi, kurang percaya diri, takut terhadap revisi, serta kesulitan mengatur waktu. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pelaksanaan konseling kelompok, penerapan teknik problem solving, dan evaluasi hasil kegiatan. Dalam proses konseling kelompok, peserta diarahkan untuk mengenali sumber stres akademik, merumuskan masalah secara jelas, mencari alternatif solusi, menentukan strategi penyelesaian yang realistis, menyusun rencana tindakan, serta mengevaluasi perkembangan penyelesaian skripsi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta, terutama dalam kemampuan memahami sumber stres, mengelola tekanan akademik, dan menyusun langkah penyelesaian masalah secara lebih sistematis. Dinamika kelompok juga memberikan dukungan sosial bagi peserta sehingga mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi hambatan penyusunan skripsi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat menjadi alternatif layanan pendampingan yang relevan bagi mahasiswa tingkat akhir. Intervensi ini tidak hanya membantu menurunkan stres akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi masalah akademik secara adaptif, terarah, dan produktif.
PENGGUNAAN SSRI SELAMA KEHAMILAN: TINJAUAN RISIKO TERHADAP KESEHATAN IBU DAN NEONATAL Kartika Cahyaningrum; Widyastuti Widyastuti; Ismalandari Ismail
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12197

Abstract

ABSTRACT Depression during pregnancy is a common health problem that may adversely affect both the mother and the fetus if left untreated. One of the most frequently prescribed treatments is selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs); however, their use during pregnancy remains controversial due to potential risks for maternal and neonatal outcomes. This study aimed to comprehensively examine the risks and benefits of SSRI use during pregnancy based on recent scientific evidence. A literature review method was employed by analyzing 15 scientific articles obtained from various academic databases and published between 2016 and 2026. The review process included identification, selection, evaluation, and synthesis of studies relevant to SSRI use among pregnant women. The findings indicate that SSRI use, particularly during the third trimester and at higher doses, is associated with an increased risk of neonatal adaptation syndrome, respiratory disorders, lower Apgar scores, and reduced birth weight. In mothers, SSRI exposure has been linked to a higher risk of gestational diabetes, gestational hypertension, and postpartum hemorrhage. Nevertheless, several studies reported inconsistent findings, suggesting that these risks may be influenced by confounding factors, including the severity of maternal depression. Furthermore, untreated maternal depression has also been shown to increase the risk of adverse pregnancy outcomes and developmental problems in infants. Therefore, decisions regarding SSRI use during pregnancy should be individualized through a comprehensive assessment of potential benefits and risks for both the mother and the fetus. ABSTRAK Depresi selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu terapi yang banyak digunakan adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), namun penggunaannya selama kehamilan masih menimbulkan perdebatan karena adanya potensi risiko terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif risiko dan manfaat penggunaan SSRI selama kehamilan berdasarkan temuan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data akademik dan diterbitkan pada periode 2016–2026. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis hasil penelitian yang relevan dengan penggunaan SSRI pada ibu hamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan SSRI, terutama pada trimester akhir kehamilan dan dalam dosis tinggi, berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan adaptasi neonatal, gangguan pernapasan, skor Apgar yang lebih rendah, serta berat lahir yang lebih rendah. Pada ibu, penggunaan SSRI dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan perdarahan pascapersalinan. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut tidak selalu konsisten dan dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, termasuk tingkat keparahan depresi maternal. Di sisi lain, depresi yang tidak mendapatkan penanganan juga terbukti meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan perkembangan bayi. Oleh karena itu, keputusan penggunaan SSRI selama kehamilan perlu dilakukan secara individual melalui pertimbangan manfaat dan risiko klinis yang komprehensif bagi ibu dan janin.