ABSTRACT Depression during pregnancy is a common health problem that may adversely affect both the mother and the fetus if left untreated. One of the most frequently prescribed treatments is selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs); however, their use during pregnancy remains controversial due to potential risks for maternal and neonatal outcomes. This study aimed to comprehensively examine the risks and benefits of SSRI use during pregnancy based on recent scientific evidence. A literature review method was employed by analyzing 15 scientific articles obtained from various academic databases and published between 2016 and 2026. The review process included identification, selection, evaluation, and synthesis of studies relevant to SSRI use among pregnant women. The findings indicate that SSRI use, particularly during the third trimester and at higher doses, is associated with an increased risk of neonatal adaptation syndrome, respiratory disorders, lower Apgar scores, and reduced birth weight. In mothers, SSRI exposure has been linked to a higher risk of gestational diabetes, gestational hypertension, and postpartum hemorrhage. Nevertheless, several studies reported inconsistent findings, suggesting that these risks may be influenced by confounding factors, including the severity of maternal depression. Furthermore, untreated maternal depression has also been shown to increase the risk of adverse pregnancy outcomes and developmental problems in infants. Therefore, decisions regarding SSRI use during pregnancy should be individualized through a comprehensive assessment of potential benefits and risks for both the mother and the fetus. ABSTRAK Depresi selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu terapi yang banyak digunakan adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), namun penggunaannya selama kehamilan masih menimbulkan perdebatan karena adanya potensi risiko terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif risiko dan manfaat penggunaan SSRI selama kehamilan berdasarkan temuan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data akademik dan diterbitkan pada periode 2016–2026. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis hasil penelitian yang relevan dengan penggunaan SSRI pada ibu hamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan SSRI, terutama pada trimester akhir kehamilan dan dalam dosis tinggi, berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan adaptasi neonatal, gangguan pernapasan, skor Apgar yang lebih rendah, serta berat lahir yang lebih rendah. Pada ibu, penggunaan SSRI dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan perdarahan pascapersalinan. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut tidak selalu konsisten dan dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, termasuk tingkat keparahan depresi maternal. Di sisi lain, depresi yang tidak mendapatkan penanganan juga terbukti meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan perkembangan bayi. Oleh karena itu, keputusan penggunaan SSRI selama kehamilan perlu dilakukan secara individual melalui pertimbangan manfaat dan risiko klinis yang komprehensif bagi ibu dan janin.