p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bios Logos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepadatan Famili Ikan Karang di Perairan Desa Popareng, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia Putri Tesalonika Rondonuwu; Saroyo Sumarto; Roni Koneri; Eko Handoyo
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i1.39175

Abstract

Bunaken National Park is a conservation development area designated by the government and is located in North Sulawesi Province. One of the conservation partnership areas of Bunaken National Park is located in Popareng Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency. Bunaken National Park (TNB) has a diversity of marine life, one of which is coral fish that live in association with coral reefs. However, the condition of many coral reefs has been damaged so that the reef fish that live in the area are much reduced. Threats from community activities that are difficult to monitor are the cause because the location on the South Coast of TNB is far away or difficult to monitor. This study aims to examine the density of reef fish in the waters of Popareng Village, South Minahasa, North Sulawesi. The method used is the Underwater Visual Census (UVC), with data collection techniques using a camera for video and photos of reef fish. This research was conducted in 3 different locations, namely Karang Tinggi, Laikit, and Tanjung Ringgi. The results obtained 22 families, 83 species, 1961 individuals. The highest density of reef fish was at the Laikit location, which was 15,260 Ind/Ha and the dominant family at the three observation sites was Pomacentridae. Keywords: Reef Fish; Density, Popareng; Pomacentridae; BunakenAbstrak Taman Nasional Bunaken merupakan kawasan pengembangan konservasi yang ditunjuk pemerintah dan terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu area kemitraan konservasi Taman Nasional Bunaken terletak di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Taman Nasional Bunaken (TNB) memiliki keragaman biota laut salah satunya ikan karang yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang. Namun kondisi terumbu karang banyak yang telah rusak sehingga ikan karang yang hidup di daerah tersebut jauh berkurang. Ancaman dari aktivitas masyarakat yang sulit terpantau menjadi penyebab karena lokasi di Pesisir Selatan TNB yang jauh atau susah untuk dilakukan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan ikan karang di Perairan Desa Popareng, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah Underwater Visual Census (UVC), dengan teknik pengambilan data menggunakan kamera untuk video dan foto ikan karang. Penelitian ini dilakukan pada 3 lokasi berbeda yaitu Karang Tinggi, Laikit, dan Tanjung Ringgi. Hasil penelitian didapatkan 22 famili, 83 spesies, 1961 individu. Kepadatan ikan karang tertinggi ada pada lokasi Laikit yaitu 15.260 Ind/Ha dan famili yang mendominasi pada ketiga lokasi pengamatan adalah Pomacentridae.Kata Kunci: Ikan Karang; Kepadatan; Popareng; Pomacentridae; Bunaken
Keanekaragaman Moluska pada Ekosistem Mangrove di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Desi Tiranda; Saroyo; Roni Koneri; Adelfia Papu; Eko Handoyo
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i3.54364

Abstract

Wilayah pesisir memiliki beberapa ekosistem seperti ekosistem mangrove, ekosistem lamun, ekosistem terumbu karang dan ekosistem rumput laut. Dari seluruh ekosistem yang ada di pesisir, ekositem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mudah dijumpai. Salah satu wilayah Kota Manado yang masih memiliki ekosistem mangrove berada di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Mangrove merupakan sumber makanan potensial bagi semua biota yang hidup didalamnya. Sebagai tempat mencari makan yang berkontribusi terhadap kompleksitas habitat dan keanekaragaman hayati. Salah satu makrofauna yang berasosiasi dengan ekosistem ini yaitu Moluska dimana makrofauna ini dominan di ekosistem mangrove. Keanekaragaman Moluska pada ekosistem mangrove di Kelurahan Meras belum pernah diteliti, sehingga penting dilakukan penelitian untuk keanekaragaman moluska pada ekosistem mangrove. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan menganalisis keanekaragaman Moluska pada ekosistem mangrove. Penelitian dilakukan di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April 2023. Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling dengan metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode plot (berpetak). Analisis data yang digunakan yaitu indeks keanekaragaman, kepadatan, frekuensi, indeks nilai penting dan keseragaman spesies. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 14 (empat belas) spesies Moluska yang termasuk dalam 9 (sembilan) family. Indeks keanekaragaman pada stasiun 1 adalah 1,30, stasiun 2 adalah 2,13, stasiun 3 adalah 1,76, stasiun 4 adalah 1,74, stasiun 5 adalah 1,54 dan stasiun 6 adalah 1,36. Berdasarkan kriteria nilai indeks keanekaragaman Shanon-Wienner kisaran indeks keanekaragaman pada semua stasiun tergolong sedang