Armayani
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pembelajaran Via Online Selama Pandemi Covid-19 Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Semester II, IV Dan VI Prodi Keperawatan Di Universitas Mandala Waluya Meilisa; Armayani; Sitti Masriwati
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v1i2.322

Abstract

Hasil studi pendahuluan, didapatkan sebanyak 118 orang menderita hipertensi yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita hipertensi, di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan penyakit hipertensi yang berjumlah 118 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purpose sampling. metode analisis menggunakan uji chi square dan phi. Hasil Uji Square dan Phi menunjukan dukungan emosional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.007 dan nilai Phi = 0.072, dukungan informasional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.37 dan nilai Phi = 0.85, dukungan instrumental dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.000 dan nilai Phi = 0.078 dan dukungan penghargaan dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.285 dan nilai Phi = 0.140. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan emosional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi dan ada hubungan dukungan penghargaan dengan kualitas penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.
Stereotip Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kecamatan Poasia Kota Kendari Sulawesi Tenggara Merry Pongdatu; Umi Rachmawati; Armayani; Mimi Yati
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v2i1.500

Abstract

Stigma merupakan tanda atau label yang diberikan Masyarakat pada individu tertentu sebagai atribut yang melekat untuk memperburuk citra dan status moral. Stigma untuk Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diberikan karena ODGJ dianggap individu yang berbeda dan hina (Setiawati, 2012). Stigma yang dirasakan oleh ODGJ berdampak pada kondisi fisik, psikologis dan sosial (Rasmawati, 2018). Angka gangguan jiwa tahun 2018 sebanyak 1.787 jiwa dan hanya sekitar 1.147 jiwa (64,19 %) yang mendapat pelayanan kesehatan. Data gangguan jiwa khusus wilayah kerja Puskesmas Poasia sebanyak 14 jiwa (Profil Dines Kesehatan, 2022). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretative fenomenologis dimana partisipan diberi kesempatan untuk mengeksplorasi informasi terkait stigma terhadap ODGJ. Jumlah partisipan 7 orang yang terdiri dari: 3 orang Kepala Kelurahan,  3 orang warga, dan 1 orang informan kunci yakni programer kesehatan jiwa. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Ditemukan 3 informasi penting terkait stigma dalam bentuk stereotip terhadap ODGJ yaitu defenisi ODGJ, penyebab seseorang menderita gangguan jiwa dan keberadaan ODGJ dilingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian adalah pada masyarakat setempat masih melekat adanya pandangan buruk atau stereotip yang dapat dilihat dari bagaimana masyarakat mendefenisikan ODGJ sebagai orang gila, sinting, gila dan miring. Tujuan dari sebutan tersebut untuk mengejek dengan alasan  ODGJ berpenampilan acak-acakan dan kotor selain itu ODGJ menunjukkan sikap yang aneh, seperti berbicara sendiri, kadang ketawa tapi tiba-tiba menangis dan juga mengamuk. Implikasi penelitian ini bagi tenaga kesehatan yaitu dapat menjadi acuan untuk menyusun program kesehatan jiwa dalam mengadakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan jiwa dan dampak stigma. Diharapkan penelitian ini juga dapat menjadi bahan kajian khususnya pemerintah kecamatan Poasia dan Kelurahan yang ada dilingkup kecamatan untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman masyarakat binaannya melalui sikap caring pada pasien, keluarga dan masyarakat.