Mega Puspitorini
Universitas Palangka Raya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WEAKLY NIL CLEAN RINGS Puspitorini, Mega
Jurnal Mahasiswa Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

'
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Geogebra for Personal Computer bagi Guru MGMP Matematika SMA Kabupaten Barito Kuala Soraya Djamilah; Mega Puspitorini
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v3i3.474

Abstract

This activity aims to increase the understanding and knowledge of mathematics teachers at using the geogebra application for personal computers to support mathematics learning, as a learning media in mathematics. The method that is used in this activity is short training of using the geogebra application for personal computers. Participants were given training by presentations and demonstrations at using the Geogebra application. The participants of this activity are teachers who are members of the Mathematics Subject Teachers' Consultation (MGMP) for High School Mathematics in Barito Kuala Regency can take part in the training well and enthusiastically
PEMBERDAYAAN SISWA SMA SEBAGAI AGEN PENGURANGAN RISIKO BENCANA HIDROMETEOROLOGI Dwinanda, Indah Gumilang; Thareq, Subhan Ilham; Cassiophea, Lolla; Adelia, Kadek Ayu Cintya; Puspitorini, Mega; Angeline, Adinda Martha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37058

Abstract

Abstrak: Child-centered Disaster Risk Reduction (CDRR) atau pengurangan risiko bencana yang berpusat pada anak merupakan salah satu pendekatan inovatif yang memberdayakan kaum muda sebagai kontributor aktif untuk membang ketahanan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko terjadinya bencana dan ketahanan masyarakat Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masih tergolong di bawah umur, sehingga dikelompokkan sebagai anak-anak yang mana tidak hanya kelompok rentan tetapi juga sebagai agen perubahan yang kuat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya budaya sadar bencana hidrometeorologi, meningkatkan pengetahuan siswa terkait tugas dan tanggung jawab seorang agen pengurangan risiko bencana hidrometeorologi dan meningkatkan keterampilan para siswa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan kepada siswa tentang penerapan teknologi sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) serta mendukung hilirasi hasil penelitian yang sesuai dengan target dan masalah yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan maka didapatkan persentase diatas 85% untuk pemahaman bencana hidrometeorologi, langkah pencegahan dan langkah penanganan.Abstract: Child-centred Disaster Risk Reduction (CDRR) is an innovative approach that empowers young people to become active contributors to building community resilience. This approach is expected to significantly increase students' knowledge about disaster risk and community resilience. High school students are still classified as minors, so they are grouped as children who are not only a vulnerable group but also powerful agents of change in disaster risk reduction efforts. This community service activity aims to raise students' awareness of the importance of a culture of awareness of hydrometeorological disasters, increase students' knowledge of the duties and responsibilities of a hydrometeorological disaster risk reduction agent, and improve students' skills in dealing with hydrometeorological disasters. In addition, this activity also provided training to students on the application of early warning systems based on the Internet of Things (IoT) and supported the dissemination of research results in line with the targets and issues occurring in the community. Based on the results of the activities that have been carried out, a percentage of above 85% was obtained for understanding hydrometeorological disasters, preventive measures, and response measures.
Optimasi Menu Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah Berbasis Integer Goal Programming Leksikografis Dua Tahap Febrianto Afli; Fitriayu Fitriayu; Mega Puspitorini; Mega Yumia; Robiatul Witari Wilda; Zulya Desmita; M. Rusydi Syawaludin
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 September 2026
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v9i2.4808

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia mengalokasikan delapan ribu rupiah per porsi untuk bahan makanan siswa kelas satu hingga tiga sekolah dasar, namun kecukupan gizi yang dapat dicapai dalam batas anggaran ini belum diuji secara kuantitatif. Penelitian ini mengembangkan model integer goal programming leksikografis dua tahap untuk menyusun siklus menu lima hari bagi anak usia 7–9 tahun di Palangka Raya dari 16 bahan pangan lokal dalam bentuk matang. Sembilan sasaran gizi yang ditetapkan sebesar sepertiga Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia tahun 2019 diperlakukan sebagai sasaran, sedangkan batas atas lemak, energi, zat besi, vitamin A, dan anggaran, serta aturan komposisi piring seimbang dan variasi antarhari, bertindak sebagai kendala keras. Tahap pertama meminimalkan total deviasi gizi terbobot yang dinormalkan, dan tahap kedua meminimalkan biaya bahan makanan dengan mengunci kualitas gizi dari tahap pertama, sehingga prioritas antara kedua tujuan tersebut terjamin secara eksak. Menu optimal membutuhkan biaya rata-rata sebesar 6.731 rupiah per porsi, atau sekitar 7.431 rupiah termasuk alokasi bumbu, yang menegaskan bahwa anggaran tersebut memadai. Tujuh dari sembilan sasaran gizi terpenuhi setiap hari; serat mencapai 48 hingga 100% dan kalsium 86 hingga 107% dari sasaran. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model tetap layak hingga batas 6.605 rupiah per porsi dan bahwa defisit serat bersumber dari komposisi daftar bahan pangan, bukan dari keterbatasan anggaran.