Wa Ode Ida Fitriah
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Dian Rahmaniar Trisnaputri; Citra Dewi; Siti Nur Anisa; Muhammad Isrul; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.402

Abstract

Daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meredam radikal bebas. Dipasaran sediaan yang mengandung antioksidan sudah sangat banyak, salah satunya dalam bentuk sediaan masker gel peel-off. Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan sediaan masker gel peel-off dari ekstrak daun kelengkeng serta untuk mengetahui stabilitas dan aktivitas antioksidan dari sediaan masker tersebut dengan menggunakan metode DPPH. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Ekstrak daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Masker gel peel-off diformulasikan dengan persentase ekstrak sebesar F0 (tanpa ekstrak), FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Uji aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel-off dilakukan pada konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm dan 50 ppm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan masker gel peel-off ekstrak daun kelengkeng memenuhi syarat uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu kering dan cycling test. Sedangkan pada uji aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel-off pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan metode DPPH memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 29,806 ppm, 11,807 ppm dan 26,249 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula III memiliki nilai IC50 sebesar 26,249 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Gel Facial Wash Ekstrak Etanol Rumput Laut Merah (Eucheuma spinosum J. Agardh) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Wa Ode Rizkiana; Muhammad Isrul; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.181

Abstract

Jerawat merupakan penyakit yang sering ditemui dipermukaan kulit, wajah, leher atau punggung yang biasanya disebabkan oleh kelenjar minyak yang berlebihan. Salah satu pengobatan jerawat dengan menggunakan bahan alam yang memiliki khasiat antibakteri salah satunya ekstrak rumput laut merah (Eucheuma spinosum) yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan gel facial wash Eucheuma spinosum serta mengetahui aktivitas formulasi gel facial wash ekstrak rumput laut merah (Eucheuma spinosum) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental-laboratorium. Rumput laut merah dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Evaluasi stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar dan uji stabilitas busa serta metode cycling test selanjutnya dilakukan penguuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode sumuran. Analisa data dilakukan dengan metode ANOVA one way mann whitteney (sig. p<0,05). Hasil uji evaluasi stabilitas fisik metode cycling test sediaan formula gel facial wash ekstrak rumput laut merah FI, FII, dan FIII yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar dan uji stabilitas busa yaitu memenuhi kriteria dan persyaratan. Hasil uji aktivitas antibakteri gel facial wash rumput laut merah terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 20% (14,33mm ± 0,11), konsentrasi 25% (16,6mm) dan konsentrasi 30% (19,46mm ± 0,57) dikategorikan kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan gel facial wash ekstrak rumput laut merah memenuhi kriteria sediaan selama 6 siklus serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle marmelos L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Alfifi Yahya; Risky Juliansyah; Wa ode Ida Fitriah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.247

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai SPF. Besar kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan, ekstrak daun maja berpotensi sebagai SPF disebabkan adanya kandungan antioksidan yang berasal dari senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid. Daun maja mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tannim, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan nilai SPF yang terkandung di dalam ekstrak daun maja. Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental. Serbuk simplisia daun maja sebanyak 500 gram diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak kental sebanyak 51 gram dan nilai rendemen 10,2% yang termasuk dalam kategori rendemen yang baik. Selanjutnya dilakukan uji penentuan kadar flavonoid total dan nilai SPF menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) memiliki kadar flavonoid total sebesar 154,857 mgQE/g atau 15,4857% dan memiliki nilai SPF pada konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut yakni 3,33 (proteksi minimal), 4,27 (proteksi sedang), 5,86 (proteksi sedang), 7,07 (proteksi ekstra) dan 8,5 (proteksi maksimal). Berdasarkan hasil penelitian dari sampel ekstrak daun maja sebanding dengan 154,857 mg quersetin dalam 1 gram ekstrak dan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 500 ppm belum bisa secara maksimal memproteksi kulit dari sinar UV-B. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya diperhatikan kembali proses dalam pengambilan, pembuatan, penyimpanan dan pengukuran sampel, sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan kandungan metabolit sekunder sampel yang dapat mempengaruhi hasil analisis yang didapatkan.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Herba Rambusa (Passiflora feotida L) Dengan Metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) Ines Zahara Khairunnisa; Wa Ode Ida Fitriah; La Ode Saafi; Putri Mega Wijayanti; Firhani Anggriani Syafrie; Fitriani W. Alani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i6.300

Abstract

Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan endogen terhadap serangan radikal bebas. Jumlah radikal bebas dapat mengalami peningkatan yang diakibatkan faktor stres, dan polusi lingkungan menyebabkan sistem pertahanan tubuh yang ada tidak memadai, sehingga tubuh membutuhkan tambahan antioksidan dari luar yang dapat melindungi dari serangan radikal bebas, salah satu tanaman yang bermanfaat sebagai antioksidan yaitu tanaman rambusa (Passiflora feotida L). Antioksidan yang terkandung dalam ekstrak herba rambusa dapat berupa golongan flavonoid, Flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antioksidan .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari herba rambusa. Jenis penelitian adalah eksperimental. Penetapan kadar flavonoid total diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis 436 nm dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba rambusa ini memiliki nilai Kadar flavonoid total yaitu 97,2 mgQE/g atau 9,72%. Herba rambusa memiliki memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori kuat dengan nilai <100 µg/ml. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sampel ektrak herba rambusa yang memiliki nilai 64,77 µg/ml