Emesis gravidarum merupakan gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Di indonesia angka kejadian hiperemesis gravidarum terdapat 1,5-3% dari seluruh kehamilan. Penatalaksanaan hiperemesis gravidarum secara non farmakologi dapat diberikan seduhan air jahe karena jahe memiliki sifat menghambat reseptor 5-HT3 untuk mengurangi sinyal mual dan muntah yang dikirimkan dari CTZ . Penelitian ini merupakan Uji Pre-Eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest Design dengan cara melibatkan satu kelompok subjek untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan jahe pada ibu hamil Trimester I di PMB Atmirah Kota Bogor. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu hamil Trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Instrumen penelitian berupa Skor PUQE-24 yang digunakan untuk menilai tingkat mual dan muntah pada wanita hamil. Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisa data dengan menggunakan uji Wilcoxon didapat pvalue 0,001 (p < 0,05) dengan rata-rata emesis gravidarum sebelum diberikan seduhan jahe adalah 10,80 sedangkan rata-rata emesis gravidarum setelah diberikan seduhan jahe adalah 3,73 dan rata-rata penurunan secara keseluruhan hingga 7,50 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian seduhan jahe terhadap penurunan tingkat emesis gravidarum. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi bahwa air rebusan jahe sebagai minuman penurun mual muntah trimester pertama yaitu melalui Konseling yang berkesinambungan.