Elisa Murti Puspitaningrum
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

¬GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KETIDAKNYAMANAN PADA MASA KEHAMILAN DI PUSKESMAS KEBUN KOPI KOTA JAMBI Elisa Murti Puspitaningrum; Rizki Nurul Fatimah; Rofana Aghniya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19992

Abstract

Perubahan sistem dalam tubuh ibu dalam proses kehamilan akan menimbulkan ketidaknyamanan selama kehamilan. Ketidaknyamanan merupakan suatu perasaan yang kurang atau tidak menyenangkan bagi kondisi fisik maupun mental ibu hamil. Di Indonesia angka kejadian ketidaknyamanan pada kehamilan berkisar 28,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil tentang ketidaknyamanan pada masa kehamilan di Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil di Puskesmas Kebun Kopi berjumlah 278 ibu hamil dan sampel berjumlah 42 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan dianalisis secara univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki usia 25-35 tahun, yaitu sebanyak 30 responden (71.4%), pendidikan terakhir SMA, yaitu sebanyak 15 responden (35.8%), tidak bekerja 25 responden (59.5%), usia kehamilan TM III sebanyak 26 responden (61.9%), primigravida sebanyak 24 responden (57.1%) dan sumber informasi yang diperoleh dari media masa, yaitu sebanyak 18 responden (42.9%), sikap negatif sebanyak 24 responden (57.1%) dan sikap positif sebanyak 18 responden (42.9%). Sebagian besar responden memiliki sikap negatif karena beberapa faktor, seperti pengalaman dan sumber informasi yang diperoleh responden. Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemberian informasi kepada ibu hamil tentang cara mengatasi ketidaknyamanan selama kehamilan dan menganjurkan melakukan kontrol rutin di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD AHMAD YANI KOTA METRO Raeshita Indrya Candra; Elisa Murti Puspitaningrum; Zenni Puspitarini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54570

Abstract

Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Tahun 2020, angka kematian ibu menurut World Health Organization (WHO) pada 2020 adalah 223 per 100.00 kelahiran hidup. Di Indonesia plasenta previa menyumbang 15% kematian ibu. Jumlah kematian ibu di Provinsi Lampung 2022 akibat perdarahan sebanyak 24 kasus (25%). Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan mendadak tanpa rasa sakit, meningkatkan risiko anemia, syok, dan komplikasi bagi ibu dan janin. Faktor risiko plasenta previa termasuk usia ibu, paritas tinggi, dan riwayat prosedur inflamasi. Kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro pada Tahun 2019-2023 sejumlah 46 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia dengan kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2019-2023. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasinya seluruh pasien obstetri pada tahun 2019-2023 di RSUD Ahmad Yani Metro berjumlah 2.725 orang dan sampel 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan data skunder dari rekam medik. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian bahwa sebagian besar responden berusia resiko rendah, yaitu 74 responden (70.5%), sebagian besar dengan usia tidak beresiko, yaitu 77 responden (73.3%) dan sebagian besar responden tidak mengalami plasenta previa, yaitu 70 responden (66.7%). Terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.001). Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.008). Diharapkan bagi tenaga medis meningkatkan keahlian khusus dalam menangani kasus kehamilan dengan risiko tinggi sehingga tenaga kesehatan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini dan intervensi yang tepat.