Penyakit kuning merupakan temuan fisik abnormal yang paling umum selama minggu pertama kehidupan bayi, lebih dari 2/3 bayi baru lahir mengalami proses “menjadi kuning” dikenal dengan istilah ikterus neonatorum. Ikterus pada neonatus ini dapat mengakibatkan terjadinya Kern Ikterus atau Ensefalopati Bilirubin jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan dilakukan studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada bayi yang diidentifikasi mengalami ikterus fisiologis. Metode yang digunakan dalam studi kasus neonatus dengan ikterus fisiologis ini adalah metode penelitian deskriptif berupa penelaahan kasus dengan cara meneliti suatu permasalahan yang berhubungan dengan kasus itu sendiri, alat untuk pengumpulan data atau instrument yang menunjang dalam penenlitian ini berupa checklist/formulir pengkajian bayi baru lahir, formulir Kramer, alat-alat berupa timbangan bayi, metlin, thermometer, stetoskop, penlight, handscone, stopwatch. Kasus inienggambarkan seorang bayi perempuan berusia 6 hari yang menderita penyakit kuning neonatal. Berdasarkan riwayat didapatkan bahwa bayi tidak langsung menyusu sejak lahir dan saat kunjungan usia 6 hari, bayi menyusu dengan ASI perah dan susu formula. Perawatan yang diberikan untuk mengatasi hal tersebut dengan menganjurkan ibu tetap memberikan ASI ekslusif secara langsung dan memberikan paparan sinar matahari setiap hari 45 menit. Setelah dilakukan asuhan kebidanan dengan fokus pada motivasi pemberian ASI ekslusif dan pemberian paparan sinar matahari, didapatkan hasil kuning yang tampak berangsur membaik dan menghilang pada hari ke-11. Dapat disimpulkan bahwa ASI yang cukup serta pemberian paparan sinar matahari yang dilakukan setiap hari terbukti menghilangkan kuning pada neonatus dan kuning tersebut bisa dicegah untuk tidak menjadi ikterus phatologis.