Sriama Muliani
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN PELAKSANAAN PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG TALIWANG MATARAM Sofian Hadi; Sriama Muliani
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.118 KB)

Abstract

Personal Hygiene adalah salah satu faktor penting yang berperan dalam penyakit terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan personal hygiene pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Karang Taliwang Mataram. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 orang dan besar sampel 16 orang dengan tehnik pengambilan sampel yaitu dengan tehnik purposive sampling dengan kuesioner.Dari hasil penelitian didapatkan usia 60 -74 sebanyak 10 responden (62,50%), usia 75 - 90 tahun sebanyak 6 responden (37,50%), dan Usia 90 tahun ke atas yakni sebanyak 0 responden. Berdasarkan jenis kelaminyang berjenis kelamin perempuan sebanyak 10 Responden (62,50%) dan laki-laki sebanyak 6 (37,50%). Berdasarkan agama mayoritas beragama muslim sebanyak 16 Responden (100%). Dari hasil penelitian didapatkan pelaksanaan personal hygiene pada lansia dalam kategori baik sebanyak 2 responden (12,50%), kategori cukup sebanyak 6 responden (37,50%) dan dalam kategori kurang sebanyak 8 responden (50%).Peneliti menyarankan petugas kesehatan yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Taliwang agar memberikan perhatian lebih kepada lansia yang memiliki personal hygiene masih kurang
HUBUNGAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN STATUS GIZI BALITA: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE SUPPLEMENTARY FEEDING TIME AND THE NUTRITIONAL STATUS OF TODDLERS Bq Safinatunnaja; Sriama Muliani; Noni Lilis Mardianti
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 2 No. 1 (2021): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.53 KB) | DOI: 10.36082/jmswh.v2i1.360

Abstract

Status gizi seseorang sangat ditentukan sejak dari dalam kandungan dan selama menyusui. Asupan nutrisi yang tidak tepat sejak dalam kandungan dapat memberikan dampak pada status gizi bayi sampai pada usia balita. Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pencernaan, status gizi dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan waktu pemberian makanan tambahan dengan status gizi balita. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain crosecctional. Populasi penelitian berjumlah 325 balita dengan total sampel yaitu 116 balita. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan waktu pemberian makanan tambahan ?6 bulan, sebagian besar yaitu 55 anak (94,7%) memiliki status gizi normal. Sedangkan, balita dengan waktu pemberian makan tambahan <6 bulan terdapat 3 anak (5,3%) memiliki status gizi normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu pemberi makanan tambahan dengan status gizi balita dengan nilai P value <0,05 (p = 0,00).
Pengaruh Preeklampsia Terhadap Berat Lahir Bayi di RSUD dr. R Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur Sriama Muliani; Andi Ummu Salmah; Andi Mardiah Tahir
JIKF Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.333 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v5i1.546

Abstract

Preeklampsia merupakan masalah kehamilan yang sulit untuk dideteksi karena penyebabnya yang belum diketahui secara pasti, preeklampsia memiliki dampak terhadap pertumbuhan janin selama kehamilan sehingga di percaya dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat bayi lahir rendah dan prematur.Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh preeklampsia terhadap berat lahir bayi.Desain penelitian adalah cross-sectionaldengan jumlah sampel 150, dipilih secara random samplingmenggunakan systematic random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan format pengumpulan data, dimana data yang dikumpulkan berdasarkan hasil pencatatan rekam medik yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih dan terstandar, data yang dikumpulkan yaitu data ibu dengan preeklampsia, data ibubersalin tanpa preeklampsia, dan berat lahir bayi. Analisis bivariate dengan uji tdigunakan untuk melihat pengaruh preeklampsia terhadap berat lahir bayi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa preeklampsia berpengaruh sigifikan terhadap berat lahir bayi dengan nilai p=0,012 , nilai t=-2,574. Berdasarkan penilaian mean data juga disimpulkan bahwa preeklampsia lebih cenderung melahirkan berat bayi lebih rendah sebesar 290 gram dibandingkan dengan bukan preeklampsia. Diharapkan setiap ibu hamil secara mandiri harus mampu untuk mendeteksi secara dini mengenai risiko kemungkinan terjadi preeklampsia, dengan cara setiap petugas kesehatan senantiasa memberikan pendidikan kesehatan selama kehamilan sesuai dengan program yang ada mengingat dampak yang diakibatkan oleh preeklampsia.
Hubungan Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu Menyusui Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 Nia Supiana; Sriama Muliani
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.123 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.558

Abstract

World Healt Organization (WHO) merekomendasikan bahwa langkah terbaik menjaga kesehatan bayi dan ibunya adalah pemberian ASI eksklusif setidaknya sampai 6 bulan. Form laporan pencapaian ASI Eksklusif di Puskesmas Selaparang Tahun 2016 yaitu Kelurahan Karang Baru (25%) Kelurahan Rembiga (26,32%), Kelurahan Sayang-Sayang (28,57%) dan Data ibu Menyusui sebanyak 661. (Register Poli KIA Puskesmas Selaparang), dari data tersebut masih terlihat bahwa cakupan ASI eksklusif di wilayah puskesmas Selaparang masih sangat rendah, pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan pekerjaan ibu merupakan beberapa factor yang mempengaruhi hal tersebut, maka dari itu penulis tertarik melihat apakah ada hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selaparang Mataram tahun 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2010). Hasil penelitan menunjukkan bahwa dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI Eksklusif sebanyak 15 orang (50,0%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang bekerja sebanyak 17 orang (56,3%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 16 orang (53,3%). Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,010 < 0,05. Ada hubungan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,024 < 0,05. Kesimpulan dilihat dari aspek pengetahuan ibu menyusui cendrung memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, dan lebih banyak yang bekerja di luar rumah, hasil analisa hubungan bahwa dua variabel hubungan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017.
Analisis Indeks Massa Tubuh Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Tahun 2015 Sriama Muliani; Nia Supiana
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.611 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.569

Abstract

Indeks massa tubuh merupakan salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa (usia 18 tahun keatas), khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin selama dalam kandugan, apabila status gizi kurang pada ibu baik sebelum kehamilan atau selama kehamilan akan mempengaruhi asupan nutrisi terhadap janin yang dikandungnya sehingga memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis indeks massa tubuh ibu degan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Kota Mataram. Desain penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik yang datanya bersifat retrosfektif dengan mengambil data skunder direkam medik dan mengunakan uji statistik fisher’s exact test, nilai a= 0,05 dengan bantuan SPSS. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan BBLR (usia kehamilan >37 minggu) yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum daerah kota mataram pada periode 01 januari sampai 31 desember 2014 yaitu sebanyak 179 orang. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan fisher’s exact test terdapat hubungan indeks massa tubuh pada ibu selama hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah yaitu P= 000< a= 0,05 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan sebagai pelaksana pemberi pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk memperhatikan indeks masa tubuh pada ibu selama hamil agar dapat melakukan deteksi sedini mungkin.
Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara Bq. Safinatunnaja; Sriama Muliani
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.545 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.782

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di dunia, World health Organisation (WHO) memfokuskan untuk menurunkan angka kejadian stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan untuk belajar dan meraih sukses dimasa depan. Stunting juga mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan pada anak. Mengendalikan faktor penyebab stunting dapat menurunkan atau bahkan meniadakan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor penyebab stunting pada anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2018. Hasil penelitian ini adalah faktor ibu yaitu pendidikan ibu tinggi (59%), ibu yang tidak bekerja (66%), umur pertama kali melahirkan diatas 20 tahun (76%). Faktor bayi yaitu jenis kelamin laki-laki (54%), usia balita 12-23 bulan (61%), BBL normal (93%), Panjang badan normal (68%). Ibu melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) (63%), ASI Eksklusif (55%), MPASI diatas 6 bulan (55%), Pemberian makan bayi dan anak kurang baik (45%). Faktor penyebab stunting disebabkan oleh informasi yang kurang ibu dapatkan sehingga terjadi kesalahan dalam pemberian makan pada bayi sehingga berdampak pada pertumbuhannya. Saran untuk puskesmas mengadakan penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan yang baik dari segi waktu pemberian maupun pengolahan.
Analisis Status Gizi Kurang Dan Buruk Pada Pemeberian Makanan Tambahan Sebelum Waktunya Sriama Muliani; Bq. Safinatunnaja; Noni Lilis Mardianti
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.408 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.786

Abstract

Status gizi seseorang sangat ditentukan sejak dari dalam kandungan dan selama menyusui. Asupan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi status gizi anak pada usia balita. Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pencernaan, status gizi dan bahkan dapat mengabatkan kematian. Riskesdas 2018 menunjukkan status gizi pada balita mengalami peningkatan. Proporsi staus gizi kurang dan status gizi buruk menurun dari 19,6% menjadi 17,7%. Puskesmas karang pule memiliki cakupan ASI Eksklusif yang cukup rendah pada tahun 2015 yaitu 46,89%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Status gizi kurang pada pemberian makanan sebelum waktunya. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan rancangan Observasional analitik dan pendekatan case control.Penelitian dilakukan 5 April sampai dengan 28 Agustus 2019 Populasi penelitian berjumlah 139. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 sampel dengan tehnik sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan Klasifikasi status gizi balita sebagai berikut: Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (10,34%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 45 (38,79%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 1 (0,86%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 58 (50%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya berjumlah 51 (44%) dan yang mendapatkan ASI Eksklusif 65 (56%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya sesuai dengan status gizi saat ini pada Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (100%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 36 (80%%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 0 (0%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 3 (5,3 %). Terdapat pengaruh yang signifikan pemberi makanan tambahan sebelum waktunya terhadap Status gizi kurang pada balita P value:0,00. Selain pemberian asupan nutrisi melalui makanan pada saat usia diatas 6 bulan pemberian ASI menjadi solusi yang paling efektif dan mudah dilakukan untuk mencegh status gizi buruk dan kurang pada usia balita.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Dusun Barat Kokoq Desa Guntur Macam Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2022 Andy Susbandiyah Ifada; Sriama Muliani; Herni Sulastien; Erniawati Pujiningsih; Nur Radiah; Eva Zulfa; Nur Oktaviani; Muhammad Amrin Hakim; Winanda Sri Rahayu; Emi Laksmi Zahara
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2022): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.228 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v2i04.136

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition. Stunting can be influenced by various factors, one of which is the nutritional status of pregnant women. The incidence of stunting in West Nusa Tenggara is 25.15% where West Lombok Regency has a very short category percentage of 8.64%, while the short category is 18.46%. Efforts to prevent stunting are carried out by providing counseling and inviting the public to use Family Medicinal Plants (TOGA), one of which is Moringa. These activities which were attended by pregnant women, cadres of posyandu, and mothers of infants and toddlers went smoothly and were enthusiastically welcomed by the community.      
The Influence of Telmisartan on the Expression of BMP-7 in Rat Kidneys Induced by 8% NaCl Khairil Pahmi; Lale Syifaun Nufus; Sriama Muliani
JIKF Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesahatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i1.1099

Abstract

Excessive salt intake is one of the factors of high blood pressure leading to kidney disease while telmisartan is one of the antihypertensive drugs used in therapy. Telmisartan not only blocks the angiotensin receptor, which leads to a reduction in blood pressure, but also activates the peroxisome proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ), inhibits the expression of transforming growth factor beta-1 (TGFβ-1) and increases bone morphogenetic protein-7 (BMP-7). This experiment examines whether telmisartan increases the expression of BMP-7 in excess NaCl-induced Wistar rats. For this study, 25 male Wistars aged 2.5 to 3 months and rats weighing 100 to 150 g were used.They were grouped into 5, each consists of 5 rats. Group I (G I) as the first negative control received neither NaCl nor telmisartan. G II as the second negative control received NaCl but no telmisartan. G III, IV and V received NaCl and telmisartan 3, 6 and 12 mg/kg body weight. Treatments were given every day for 8 weeks.On day 56, all rats were sacrificed by neck dislocation and operated on to remove the kidney. BMP-7 expression was measured by immunohistochemical technique. Data were expressed as mean ± standard error. They were analyzed by parametric (ANOVA) or nonparametric (Kruskal-Wallis) testing. A value of p ≤ 0.05 was considered statistically significant. The results showed that the expression of the intraglomerular and extraglomerular protein BMP-7 was higher in the telmisartan-treated group of Wistar rats than in the negative control group (pand<0.05). In summary, intraglomerular and extraglomerular BMP-7 protein expression was higher in male Wistar rats treated with telmisartan and induced with 8% sodium chloride than in negative control group members.
Kejadian dan Penyebab Stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020 Sriama Muliani; Nia Supiana; Nurul Hidayati
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1103

Abstract

Stunting atau disebut dengan “pendek” merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik. Sedangkan dalam jangka panjang menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit kronis. Stunting di Lombok Barat masuk jajaran ke 3 setelah Lombok Timur dan Dompu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian dan penyebab stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Jenis penelitian observasi yang dirancang secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting. Sampel penelitian ini adalah 19 orang balita yang mengalami stunting di Desa Mambalan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuhl. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kejadian stanting di Desa Mambalan adalah faktor pendidikan ibu pendidikan dasar dan menengah masing – masing 9 sampel (47,37%), pekerjaan ibu yaitu ibu tidak bekerja 17 sampel (89,47%) dan pendapatan orangtua sebanyak 18 sampel (94,73%). Disarankan kepada tenaga kesahatan dan para kader – kader untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kejadian stunting. Dan untuk masyarakat agar melakukan semua program yang sudah ada dengan maksimal untuk pencegahan stunting seperti mengikuti posyandu, kelas ibu hamil,mengkonsumsi tablet Fe untuk ibu hamil yang sudah diberikan.