Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Genetic Diversity of Bananas (Musa spp.) in Pesawaran District, Lampung Province Based on Sequence Related Amplified Polymorphism (SRAP) Marker Leni Agustin; Eti Ernawati; Lulut Dwi Sulistyaningsih; Mahfut
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 4 (2023): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4.5493

Abstract

Banana (Musa spp.) is a leading commodity that makes a major contribution to national fruit production. One of the districts in Lampung Province which has a significant contribution to Indonesia's banana production is Pesawaran Regency. The molecular marker used in this study is Sequence-Related Amplified Polymorphism (SRAP). This study aims to determine the genetic diversity of bananas, determine the suitable combination of SRAP primers to determine the genetic diversity of bananas and determine the similarity relationship of bananas in the Pesawaran District. The total genomic DNA was extracted using DNeasy Plant Mini Kit (Geneaid) according to the protocol from the manufacturer followed by their amplification using SRAP primers. Similarity analysis was carried out based on similarity index values and dendrogram construction using the NTSYS 2.0 program. Research results show that a total of 204 loci (167 polymorphic loci and 37 monomorphic loci) were obtained from 9 selected primer combinations. The genetic diversity of 19 banana cultivars originating from Pesawaran Regency resulted in low genetic diversity values (0-0.27). Banana kinship based on Sequence Related Amplified Polymorphism (SRAP) markers divided 19 banana cultivar samples and 4 wild banana samples into 2 large clusters with similarity coefficient values between 0.70-0.97.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU MAJLIS TAKLIM AN-NISA Eti Ernawati; Lili Chrisnawati; Primasari Pertiwi; Bambang Hermanto
Laporan Upaya Nyata Inovasi Ilmu Komputer JPKM Lunik - Vol 02, No. 01, April 2024
Publisher : FMIPA Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/lunik.v2i01.11

Abstract

Sampah organik sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga yang jika dibiarkan akan menimbulkan bau tidak sedap dan memicu munculnya mikroorganisme penyebab penyakit. Teknologi sederhana yang dapat diterapkan untuk menangani sampah organik adalah dengan mengubahnya menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Tujuan kegiatan ini adalah memberikan ketrampilan pembuatan POC dari limbah rumah tangga kepada mitra. Mitra pada pengabdian ini merupakan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung sebagai anggota Majlis Taklim Annisa Bandar Lampung. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 27% mitra belum mengetahui tentang POC dan 18% mitra tidak mengetahui kandungan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai POC, serta 90% mitra belum memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk. Pelaksanakan kegiatan menggunakan metode demonstrasi dan ceramah/pemberian informasi. Hasil kegiatan yaitu mitra dapat membuat POC dari limbah rumah tangga dan memanfaatkannya sebagai pupuk tanaman. Kata Kunci:, Limbah rumah tangga, dan sampah organik.