Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (KMB) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGGRIS DI SMA NEGERI 1 LEWOLEMA Germana Oreng Ritan; Bartoldus Sora Leba; Ummi Qalsum Arif
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan probelamtikan yang dialami oleh guru bahasa Inggris maupun peserta didik dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar.penelitian ini merupahkan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif fenomenologi yang berbasis pada pengkajian melalui pengalaman sosial subjek yang diteliti.data penelitian ini diperoleh melalui intervie, observasi dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah guru matapelajaran bahasa Ingris dan peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lewolema. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan KMB di SMA Negeri 1 Lewolema masih memiliki beberapa problem yakni ketersediaan fasilitas pendiukung dan aksesibilitas teknologi bahan ajar belum memadai. Selain itu, SDM guru dan siswa tentang KMB masih kurang, SDM guru dan peserta didik dan juga buku referensi juga masih sangat kurang.
Verbal Clauses in the Lamaholot Language, Lewoawan Dialect: A Morphosyntactic-Typological Study Philipus Wai Lawet; Bartoldus Sora Leba
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i2.8894

Abstract

This research examines verb change process, verb clause’s basic structure, and the typology aspects of BLDL verbal clauses as part of the Morphosyntactic Typology study. The data of this qualitative descriptive research comes from daily conversations of the Lewoawan village community. Data collection techniques include free-involved listening-speaking, recording and taking notes. The data were analyzed by reducing, presenting and drawing conclusions. The results show that (1) syntactically BLDL verbs consist of intransitive and transitive verbs, (2) morphologically BLDL incomplete verbs require the attachment of clitics and verb markers that are adjusted to the sentence’s subject pronoun, (3) the basic structures of BLDL verbal clauses are intransitive, mono-transitive and ditransitive, (4) the typology of word order in BLDL verb clauses is SV in intransitive, SVO in mono-transitive and SVOO in ditransitive, (5) grammatically typologically BLDL is an Active Language, namely treating A the same as S and the same as P.
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY BY USING MEMRISE APP AT TENTH GRADE OF SMAN 1 LEWOLEMA Gerardus B. Kudi Hurit; Ummi Qalsum Arif; Bartoldus Sora Leba
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i4.15874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas sepuluh di SMAN 1 Lewolema melalui pemanfaatan aplikasi Memrise. Pada tahap awal diagnostik, siswa mengalami kendala berulang dalam mengingat kosakata target dan membedakan kelas kata, di mana hanya 17,65% siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal. Guna mengatasi hambatan instruksional tersebut, rancangan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang mengadaptasi model Kemmis dan McTaggart diterapkan dalam dua siklus tindakan setelah tahap pra-siklus. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa kelas sepuluh yang mengikuti pembelajaran kosakata meliputi nomina, verba, dan adjektiva. Data dihimpun menggunakan tes penguasaan kosakata 30 butir soal objektif, lembar observasi terstruktur, dan catatan lapangan reflektif. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan belajar yang berkelanjutan antartahap tindakan, di mana persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 17,65% (3 siswa) pada pra-siklus menjadi 52,94% (9 siswa) pada Siklus I, dan mencapai 88,24% (15 siswa) pada Siklus II, disertai kenaikan nilai rata-rata kelas dari 61,18 menjadi 80,88. Bersamaan dengan itu, data observasi mencatat peningkatan keaktifan belajar siswa dari 35,29% pada tahap awal menjadi 82,35% pada Siklus II. Dalam lingkup kontekstual penelitian tindakan satu kelas ini, perpaduan latihan multimedia Memrise, pengulangan berkala (spaced repetition), dan bimbingan guru yang kolaboratif mampu meningkatkan pencapaian kosakata siswa secara nyata. ABSTRACT This study aimed to improve vocabulary mastery among tenth-grade students at SMAN 1 Lewolema through the pedagogical integration of the Memrise application. In the preliminary baseline, students encountered persistent difficulties in retaining target words and grasping word classes, with only 17.65% achieving the institutional passing standard. To resolve this instructional problem, a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis and McTaggart framework was implemented across two iterative cycles following a diagnostic pre-cycle. The participants comprised 17 tenth-grade students engaged in vocabulary instruction covering nouns, verbs, and adjectives. Data were collected using 30-item objective vocabulary tests, structured classroom observation checklists, and reflective field notes. The empirical findings demonstrated continuous academic improvement across the intervention stages, where the classical mastery percentage increased from 17.65% (3 students) in the pre-cycle to 52.94% (9 students) in Cycle I, and reached 88.24% (15 students) in Cycle II, with the class mean score rising from 61.18 to 80.88. Concurrently, structured observational data documented an increase in active student learning engagement from 35.29% at baseline to 82.35% in Cycle II. Within the contextual boundaries of this single-group action research, the combination of Memrise multimedia drills, spaced repetition routines, and collaborative teacher scaffolding fostered meaningful improvements in students' vocabulary achievement.