Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi, dan implikasi sosial-moral upacara adat Balo Tua dalam masyarakat Lewoawang serta menelaah urgensi pendidikan karakter berbasis budaya lokal sebagai upaya preventif terhadap praktik pernikahan sedarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tokoh adat dan masyarakat, serta studi literatur dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balo Tua merupakan mekanisme adat yang berfungsi melegitimasi pernikahan sedarah melalui perubahan status kesukuan perempuan guna menjaga stabilitas sosial. Namun, secara moral dan pendidikan, mekanisme tersebut berpotensi menormalisasi pelanggaran norma kekerabatan. Meskipun praktik Balo Tua tidak lagi dijalankan, narasi budayanya masih hidup dalam kesadaran sosial dan berimplikasi pada relativisasi nilai di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis budaya lokal diperlukan sebagai strategi preventif untuk membangun kesadaran moral, sikap kritis, dan tanggung jawab sosial dalam menyikapi praktik budaya yang tidak lagi relevan dengan nilai kemanusiaan dan tujuan pendidikan modern.
Copyrights © 2026