Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGGALI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MOTIF BATIK CIREBON: PENDEKATAN SENI DALAM PENDIDIKAN AGAMA Basiran Basiran; Wanda Sri Juliandini; Desi Hilwatun Nisa; Syarifah Luthfiyah; Atiah Syahla; Dinah Mardatillah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21624

Abstract

Cirebon mempunyai dua kategori batik yaitu batik pesisiran dan batik keratonan. Bagaimanakah nilai nilai Islam dalam motif batik Cirebon. Menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dijelaskan dengan tujuan mendeskripsikan hal hal yang ingin di teliti. Di dalam motif Teratai terdapat beberapa unsur yaitu wadasan diatas wadasan ada pandan, susunan Wadas membentuk gajah sedang duduk, telinga gajah daun teratai, ada burung, ada kepala naga. Burung dari bahasa sansekerta adalah Paksi. Gajah bahasa Cirebon kunonya yaitu lima. Dari ketiga unsur ini tergabung Paksi naga lima. Burung merupakan simbol dunia atas. Lima (gajah) merupakan simbol dunia tengah Naga merupakan simbol dunia bawah. Maksudnya untuk menyapai dunia atas (dunia ilahiah), maka diperlukan dunia tengah (dunia perantara) berupa tawasul. Gajah yang menjadi simbol dunia tengah karena gajah mempunyai potensi yang luar biasa. Dan untuk bisa mencapai dunia ilahiah dan dunia tengah kita harus bisa mengalahkan dunia bawah yaitu berupa nafsu dan setan. Bunga teratai dijadikan simbol karena teratai dalam tradisi Hindu Budha menjadi tempat bersemayamnya dewa. Kehadiran Tuhan di masa lalu pra-Islam itu diposisikan dengan bunga teratai. Teratai memiliki banyak kelopak. Makna nya jika kita mempelajari toriqoh, teratai digambarkan sebagai simbol hati. Hati manusia itu berlapis-lapis dan lapisan hati yang paling dalam itu namanya sirun. Disirun inilah kita bertemu Allah, kita dzikir, ma''arifatul Billah (menyentuh Allah) itu di lapisan yang paling dalam (sirun). Jadi kehadiran teratai dalam Islam Cirebon tidak lagi dihubungkan dengan dewa, tidak lagi dihubungkan dengan Budha, tetapi dihubungkan dengan kehadiran Allah dalam hati kita yaitu sirun.Nilai Islam dalam motif batik Taman Teratai yaitu, bunga teratai yang dijadikan simbol sebagai hati. Di dalam hati manusia yang paling dalam (sirun) terdapat Allah SWT. Dengan beribadah, dzikir, dan ma''arifatul Billah kita akan merasakan kehadiran Allah di dalam hati kita.