Pentingnya penulisan awalan pada suatu kata dapat menghasilkan makna baru sehingga kalimat menjadi efektif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan mengenai jenis awalan dan ragamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penulisan awalan ditinjau dari morfofonemik dan makna gramatikal kata dengan awalan yang terdapat dalam karangan deskriptif siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tualang. Penelitian ini menggunakan teori Abdul Cher yang mengkaji awalan morfofonemik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik tes dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 173 ketepatan penulisan prefiks dan 1 kesalahan penulisan prefiks pada 26 karangan deskriptif siswa, yaitu: 1) fonem tambahan, terdapat 52 ketepatan pada awalan me-, 2) pembubaran fonem, terdapat 11 kesalahan ejaan. kesalahan /r/ pada awalan ber, me-, dan ter-, dan saya salah mengeja kesalahan pada awalan ter-, 3) fonem hancur, ada 27 yang benar dari basis /s/ menjadi /nyl, basis /p/ menjadi /m/, batang // menjadi /n, dan /k/ menjadi Ing/ pada awalan me- dan pe-, 4) perubahan fonem, terdapat 5 ketelitian: perubahan fonem /r/ menjadi /I/ pada awalan ber-, 5) kekekalan fonem, terdapat 78 ketepatan pada awalan ber-, me-, pe-, dan ter-. Makna yang paling dominan muncul adalah makna “melakukan” yakni awalan ber- dan me-. Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi sumber pencerahan bagi para guru bahasa Indonesia akan pentingnya penulisan awalan dan dapat memberikan ide untuk mengajarkan awalan yang benar, sehingga siswa dapat menguasai materi tersebut.