Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RAISING CHILDREN WITH DOWN SYNDROME TO BE INDEPENDENT; A CASE STUDY OF DSTAR COMMUNITY Aida Husna; Indar Wahyuni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.22672

Abstract

Down syndrome adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kelebihan kromosom, disebut juga Trisomi 21. Salinan tambahan ini mengubah cara tubuh dan otak bayi berkembang, yang dapat menyebabkan tantangan mental dan fisik bagi bayi. Karena sindrom Down adalah kondisi seumur hidup, anak-anak dengan sindrom Down memerlukan layanan di awal kehidupannya yang sering kali membantu mereka meningkatkan kemampuan fisik dan intelektual. Sebagian besar layanan ini berfokus pada membantu anak-anak dengan sindrom Down mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Faktanya, tidak semua orang tua dari anak-anak tersebut dapat menerima anaknya dengan kondisi seperti itu. Jika tidak, mereka tidak tahu bagaimana mendukung anak-anak mereka yang mengidap sindrom Down. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap praktik terbaik yang dilakukan anggota komunitas DSTAR dalam membesarkan anak penderita Down Syndrome menjadi anak mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan 7 orang anggota komunitas DSTAR sebagai subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasih sayang, perhatian, penerimaan, pengulangan, disiplin, dan keterlibatan anak dalam aktivitas keluarga merupakan praktik terbaik dalam membesarkan anak down syndrome menjadi anak mandiri.
EXPLAINING THE EXISTENCE OF STREET CHILDREN IN INDONESIA: A LITERATURE STUDY ON THE PHENOMENON OF STREET CHILDREN IN INDONESIAN CONTEXT Aida Husna
AL-BURHAN Vol 8, No 2 (2016): Juli
Publisher : AL-BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56322/.v8i2.52

Abstract

Keberadaan anak jalanan merupakan salah satu fenomena global yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, di dunia modern saat ini. Fenomena ini mengindikasikan banyaknya jumlah anak-anak di dunia yang telah kehilangan hak-haknya sebagai anak, seperti misalnya hak untuk mendapatkan pendidikan, layanan kesehatan, dan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Artikel ini mencoba untuk mengeksplorasi problema social ini, dengan mencoba menjelaskan definisi dan faktor-faktor yang menyebabkan adanya anak jalanan dalam pandangan global dan dalam konteks Indonesia melalui sebuah studi literer pada fenomena tersebut.Setiap negara mempunyai karakteristik anak jalanan yang berbeda-beda. Tipologi anak jalanan di Indonesia sendiri terdiri dari tiga tingkatan, yaitu children at high risk, children in the streets, dan children of the streets, ketiganya merupakan sebuah proses migrasi dan akulturasi yang berkelanjutan Sementara faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan mereka melibatkan factor-faktor baik yang bersifat structural maupun yang indifidual. Faktor-faktor ini saling terhubung satu sama lain.
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Aida Husna
AL-BURHAN Vol 6, No 2 (2014): Juli
Publisher : AL-BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56322/.v6i2.51

Abstract

The development Emotional Intelligence was based on the reality that shows many people with above average level of IQ could do something that can destroy them. It also can be denied that many people with average IQ live successfully. The stressing of the concept of Emotional Intelligence is how to use emotion as source of the information to solve personal problem and to be creative. This article concluded, fisrt, that Emotional Intelligence consists of potention to recognize and to manage the emotion so that this emotion not to handicap the cognitive potention. Second, there some differences between IQ and EI on their ability and also their location on the brain. Third, EI is a potention that can be developed, while EQ is the shape of its development. Finally, EI can bedeveloped through the family education at least in two ways, such as by giving a condusive environment and by giving a lesson about emotion and how two manage it.