Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR: LITERATURE REVIEW Triyono Triyono; Ngatmini Ngatmini
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23016

Abstract

Era pendidikan saat ini perlu pentingnya meningkatkan minat baca siswa pada pendidikan dasar. Kemampuan membaca pada masayarakat Indonesia berada di peringkat bawah Literature review ini memiliki tujuan untuk melihat beberapa artikel terkait dengan Gerakan literasi pada sekolah dasar. Pencarian artikel menggunakan database Google Schoolar dengan kata kunci literasi dan sekolah dasar. Artikel diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel dengan rentang tahun terbit 2019-2023, artikel full text, serta dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari telaah review didapatkan bahwa Gerakan literasi di sekolah dasar mampu menumbuhkan minat membaca pada siswa. Rekomendasi dari telaah review ini bisa diaplikasikan di sekolah dasar dengan dukungan dari tenaga pendidik.
BAKTI: Batik Khas Tangan Indonesia Support Class V Mulok Batik Learning Triyono Triyono; Achmad Buchori
Schola Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/schola.v2i2.1199

Abstract

The world of education has a very important role in the development of learning, especially for students. Learning in the independent curriculum emphasizes learning strategies that utilize local wisdom and cultural uniqueness in the region. Until now, several innovations have been discovered in the formation of batik motifs. Based on the above phenomenon, entrepreneurship education needs to be carried out from an early age with children, especially in the school environment. The method in this research is that students are trained to make stamped batik at a batik museum. Practices at the batik museum include preparing the materials from the start, then preparing and also the final or finishing process. The next stage is that students begin to implement the training carried out. Students and teachers prepare the tools and materials needed. The results of this research are children's enthusiasm for selling BAKTI batik through events at school, whether at work exhibitions, book exhibitions or festivals held outside the school.
Analisis Penilaian Kinerja Guru dengan Pendekatan Multi-Factor Evaluation Process (MFEP) dan Supervisi Akademik Andi Saputro; Usrotun Hasanah; Triyono Triyono; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.10.2.72048

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya penilaian kinerja guru yang cenderung bersifat administratif, parsial, dan belum mampu merepresentasikan kompleksitas tugas profesional guru secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian kinerja guru melalui integrasi pendekatan Multi-Factor Evaluation Process (MFEP) dan supervisi akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (literature review). Subjek penelitian berupa dokumen ilmiah yang mencakup artikel jurnal, buku referensi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur (literature searching), sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Alur penelitian meliputi identifikasi masalah, penelusuran dan seleksi literatur, analisis, sintesis, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFEP mampu meningkatkan objektivitas penilaian melalui pembobotan multi-faktor, sementara supervisi akademik berperan sebagai tindak lanjut pembinaan profesional guru. Integrasi keduanya menghasilkan model penilaian kinerja yang komprehensif dan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kualitas penilaian kinerja guru. Rekomendasi ditujukan kepada sekolah untuk mengintegrasikan MFEP dan supervisi akademik serta bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan uji empiris.