Ervina Silvia Wairisal
IAKN Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PAK DALAM MENANAMKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DITENGAH KONTEKS PLURALISME DI INDONESIA Ervina Silvia Wairisal; Samel Sopakua
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i3.1534

Abstract

Pluralisme merujuk pada keberagaman dalam masyarakat, termasuk keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali keragaman, baik suku, etnis, budaya, bahasa, dan juga agama. Di Indonesia, pluralisme agama menjadi bagian penting dari dinamika sosial. Pluralisme ini merupakan hal yang indah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali konflik-konflik yang terjadi dengan alasan perbedaan-perbedaan ini. Hal ini bukan berarti bahwa pluralisme merupakan sesuatu yang salah. Namun yang salah adalah orang-orang yang tidak memiliki sikap moderasi beragama. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Kristen memiliki peran dalam menanamkan sikap moderasi beragama. Sehingga tulisan ini dibuat untuk meneliti bagaimana peran pendidikan agama Kristen dalam menanamkan sikap moderasi beragama dalam konteks pluralisme di Indoneaia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan dengan cara mengumpul data, memahami, dan menganalisis sumber-sumber informasi yang relevan dan terkait dengan peran Pendidikan Agama Kristen dalam menanamkan sikap moderasi beragama ditengah konteks pluralisme di Indonesia. Dalam upaya tersebut maka diperlukan peranan Pendidikan Agama Kristen dalam menciptakan sikap hidup moderasi beragama demi membangun kehidupan umat beragama yang lebih damai dan sejahtera. Ditengah konteks pluralisme tersebut, Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang penting mengajarkan nilai-nilai kekristenan yang bisa mendamaikan bukan menghancurkan. Nilai-nilai kekristenan yang menekankan pada kehidupan kasih, dengan cara mengasihi sesama sebagai bentuk dari moderasi beragama. Sehingga melalui peranan Pendidikan Agama Kristen itu, pluralisme dapat memungkinkan masyarakat hidup saling berdampingan dan harmonis yang lebih damai dan sejahtera sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan.