Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembejaran Problem Based Learning Berbantuan Ice Breaking terhadap Keterampilan Abad 21 Siswa SMAN 4 Kota Bima Nuraleviya Nuraleviya; Muhammad Irwansyah; Anita Rahmawati; Fahruddin Fahruddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 2 (2023): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v3i2.358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Ice Breaking terhadap keterampilan abad 21 siswa SMAN 4 Kota Bima. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif quasi ekperimen atau eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 4 Kota Bima yang berjumlah 8 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang berjumlah 72 orang siswa. Pengambilan sampel dengan teknik Sampling Simpel Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengukur keterampilan kolaborasi dan komunikasi dan soal tes sebagai data penunjang untuk melihat keterampilan kolaborasi dan komunikasi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning  berbantuani Ice Breaking terhadap keterampilan abad 21 seperti kolaborasi t spss 2,946 dengan taraf sig 0,004 < 0,05, (2) adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Ice Breaking terhadap keterampilan abad 21 seperti komunikasi t spss 3,053 dengan taraf sig 0,003 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Ice Breaking dapat mempengaruhi keterampilan abad 21 yaitu kolaborasi dan komunikasi siswa.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Tenun Bima Di Kelurahan Ntobo Kota Bima Agrippina Wiraningtyas; Wahyuni Wahyuni; Anita Rahmawati; Syarifuddin Syarifuddin; Zulkifli Zulkifli
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.182

Abstract

Community-based tourism development has been recognised as a strategic approach to improving the welfare of local communities, especially in areas that have cultural wealth such as Ntobo Village, Bima City. Bima weaving, which is a traditional cultural product with deep historical and aesthetic values, has great potential to be developed as a tourist attraction. However, low community participation in the tourism development process is one of the main obstacles. This study aims to increase community participation in the development of weaving-based tourism in Ntobo Village and identify factors that influence the level of participation. The approach used is the Participatory Action Approach (PAA), which involves the community actively in every stage of the activity, from potential mapping, planning, to programme implementation and evaluation. The results showed a significant increase in community knowledge and involvement after various activities were implemented, such as seminars, training, and partnerships with related parties. In addition, the integration of sustainability principles in the development of weaving-based tourism products increased tourist attraction and helped preserve local cultural heritage. The programme also succeeded in strengthening cooperation between the community, local government, and business actors, thus supporting the sustainability of tourism development. In conclusion, active community participation is the key to success in the development of weaving-based tourism that can improve economic welfare while preserving local culture in Ntobo Village.
TEKNOLOGI NANOPARTIKEL SEBAGAI NANOCOATING PADA TENUN BIMA: ANALISIS DAMPAK PELATIHAN DAN POTENSINYA PADA MASYARAKAT TENUN Wahyuni Wahyuni; Agrippina Wiraningtyas; Putri Ayu Mutmainnah; Anita Rahmawati; Syarifuddin Syarifuddin; Zulkifli Zulkifli; Mukhlis Mukhlis
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3534

Abstract

Tenun Bima, sebagai warisan budaya yang tak ternilai, memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui sentuhan teknologi modern. Penelitian ini mengkaji teknologi nanopartikel sebagai nanocoating pada tenun Bima dan dampak pelatihan yang diberikan terhadap pemahaman serta penerapan teknologi ini dalam masyarakat. Melalui penelitian yang dilakukan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan para pengrajin tentang nanocoating antibakteri, yang terukur dari pre-test dan post-test. Pemahaman tentang bahan dasar nanopartikel, seperti silver nanoparticles (AgNPs) dan zinc oxide nanoparticles (ZnO NPs), meningkat dari 15% menjadi 82% setelah pelatihan. Selain itu, kepercayaan bahwa nanoteknologi dapat meningkatkan nilai jual produk tenun menunjukkan peningkatan dari 40% ke 93%. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa 92% responden dari masyarakat tenun tertarik untuk menerapkan teknologi ini. Namun, adanya kendala terkait ketersediaan bahan nanopartikel dan biaya alat masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Pelatihan lanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung akses bahan nanopartikel direkomendasikan untuk memperkuat penerapan teknologi ini. Temuan ini menyoroti potensi pasar produk seperti masker dan pasmina antibakteri, serta perlunya integrasi dengan program keberlanjutan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap teknologi ini.
Analisis Kebutuhan (Needs Analysis) Mahasiswa Terhadap Muatan Mata Kuliah Kewirausahaan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Anita Rahmawati; Indrawan Indrawan
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1939

Abstract

Pengembangan mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan karakteristik program studi agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kompetensi kewirausahaan. Namun, muatan mata kuliah kewirausahaan pada Program Studi Pendidikan Biologi umumnya masih bersifat generik dan belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa maupun potensi kewirausahaan berbasis ilmu biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan (needs analysis) mahasiswa terhadap muatan mata kuliah kewirausahaan pada Program Studi Pendidikan Biologi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif-eksplanatori. Subjek penelitian berjumlah 57 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap muatan mata kuliah kewirausahaan berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,54. Dimensi pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman nyata memperoleh skor tertinggi (mean = 4,71), diikuti oleh materi kewirausahaan yang relevan dengan bidang biologi (mean = 4,58), dukungan ekosistem kewirausahaan (mean = 4,49), serta pengembangan soft skills dan entrepreneurial mindset (mean = 4,37). Analisis kualitatif mengidentifikasi empat kebutuhan utama mahasiswa, yaitu materi kewirausahaan berbasis bioentrepreneurship, pembelajaran berbasis proyek, penguatan kompetensi kewirausahaan, dan dukungan ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan mata kuliah kewirausahaan pada Program Studi Pendidikan Biologi perlu diarahkan pada pembelajaran yang kontekstual, berbasis proyek, serta terintegrasi dengan kompetensi bidang biologi melalui pendekatan bioentrepreneurship untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menciptakan peluang usaha berbasis ilmu pengetahuan.   The development of entrepreneurship courses in higher education should be aligned with the characteristics of each study program to produce graduates who possess both academic and entrepreneurial competencies. However, the entrepreneurship course content in Biology Education Study Programs remains largely generic and has not fully accommodated students' needs or the entrepreneurial potential inherent in biological sciences. This study aimed to analyze students' needs regarding the entrepreneurship course content in the Biology Education Study Program. A mixed-methods approach with a descriptive-explanatory design was employed. The participants consisted of 57 Biology Education students selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs). Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were examined through content analysis. The findings revealed that students' needs for entrepreneurship course content were categorized as very high, with an overall mean score of 4.54. Practice- and experiential learning-based instruction received the highest rating (mean = 4.71), followed by entrepreneurship content relevant to the field of biology (mean = 4.58), entrepreneurship ecosystem support (mean = 4.49), and the development of soft skills and an entrepreneurial mindset (mean = 4.37). Qualitative analysis identified four major student needs: bioentrepreneurship-based entrepreneurship content, project-based learning, strengthening entrepreneurial competencies, and institutional support for the entrepreneurship ecosystem in higher education. The study concludes that entrepreneurship courses in Biology Education Study Programs should be developed through contextual, project-based learning integrated with biological science competencies using a bioentrepreneurship approach to enhance students' readiness to create science-based entrepreneurial opportunities.