Shofiatun Nikmah
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERKEMBANGAN HADIS DI ERA DIGITAL Shofiatun Nikmah
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 1 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/kpht3793

Abstract

Perkembangan teknologi yng bergerak massif memberikan dampak bagi perkembangan kajian keilmuan, khususnya dalam bidang hadis. Hadis menjadi kebutuhan terpenting dalam mengkaji nilai-nilai  keislaman dan hukum yang berlaku di Masyarakat. Hal ini mendorong para ilmuwan baik dari kesarjanaan abarat maupun timur untuk menjadikan hadis lebih mudah diakses. Kajian hadis yang begitu pelik seperti takhrij al-hadith, melalui media digital kajian hadis semacam ini dapat diatasi dengan mudah. Melalui penelitian ini dapat diketahui bagaimana implikasi digital terhadap pengkajian hadis.
KRITIK HADIS TENTANG PROTESNYA PEREMPUAN TERHADAP KEKERASAN DALAM SUNAN ABU DAWUD NO. INDEKS 2146 Shofiatun Nikmah; Firdaus Zarkayi Maulana
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/zswzar45

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan yang terjadi dilingkungan umat muslim disebabkan pada kesalah pahaman mereka terhadap hadis tentang perintah memukul istri, sujud pada suami, dan laknat malaikat kepada istri yang menolak ajakan (biologis) suami. Hadis tentang protesnya perempuan terhadap kekerasan yang menimpanya tidak banyak mengemuka sebagaimana ketiga hadis tersebut. Penelitian ini hendak menunjukkan bahwa perempuan telah memprotes kekerasan yang menimpanya sejak era Nabi, bahkan Nabi pun setuju terhadap protes mereka. Bahkan, Nabi melegitimasi bahwa lelaki yang berbuat kekerasan bukanlah lelaki yang baik untuk dijadikan suami. Untuk menunjukkan kualitas hadis tersebut guna sebagai hujjah. Peneliti melakukan kritik matan dan kritik sanad terhadap hadis tersebut. Metode takhrij hadis yang digunakan adalah metode simultan, dimana kualitas hadis dapat naik derajatnya jika periwayatan lain lebih shahih kualitasnya. Penelitian ini menghasilkan bahwa kualitas hadis Abu Dawud tentang Protesnya perempuan terhadap kekerasan merupakan hadis shahih lighairihi, sehingga dapat dijadikan hujjah.
HADIS, KEDUDUKAN DAN DINAMIKA SEJARAHNYA DALAM ISLAM Shofiatun Nikmah
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/8gx32c31

Abstract

Massifnya kajian barat atas hadis melahirkan berbagai perspektif dan cara pandang baru terhadap hadis. Orientalis saling berbantah atas otentisitas sumber hukum Islam yang kedua. Mustafa A’zami telah membantah tuduhan skeptis orientalis terhadap hadis. Namun, disertasi A’zami belum dapat diakses secara luas oleh Masyarakat Indonesia. Sehingga perlu simplifikasi sebagai bentuk kemudahan bagi pengkaji hadis di Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kedudukan dan kehujjahan hadis secara komprehensif, serta menggambarkan Sejarah singkat perkembangan hadis untuk menunjukkan otentisitasnya. Metode library research dipih sebagai metode penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hadis memiliki dasar dan kehujjahan yang kuat ditinjau dari berbagai perspektif. Selain itu, Sejarah perkembangan hadis menunjukkan bahwa sulitnya dilakukan pemalsuan hadis bagi era Umar ibn Abdul Aziz. Sebab otoritasnya sebagai Khalifah tidak serta merta mendapatkan dukungan intelektual dari para ulama yang secara aktif melakukan kritis terhadap kebijakan kepemimpinan di era itu.
PERAN TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN ETIKA DAN MORALITAS DI MASYARAKAT MODERN Shofiatun Nikmah
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/7zd9w503

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran tasawuf dalam pembentukan etika dan moralitas di masyarakat modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip tasawuf, seperti kesederhanaan, pengendalian diri, dan kasih sayang, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perilaku etis dan moral individu dalam konteks kehidupan yang semakin kompleks dan materialistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf menawarkan pendekatan spiritual yang mendalam dalam menghadapi tantangan moral di era modern, dengan menekankan pentingnya pembersihan jiwa dan pemahaman yang mendalam tentang makna kehidupan. Implementasi ajaran tasawuf dalam kehidupan sehari-hari terbukti dapat meningkatkan kesadaran moral dan memperkuat komitmen individu terhadap nilai-nilai etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tasawuf memiliki relevansi yang kuat dalam upaya membangun masyarakat yang lebih bermoral dan etis di tengah tekanan globalisasi dan modernisasi.
KRITIK TERHADAP PENAFSIRAN COACH MENTOR POLIGAMI DAN REPRODUKSI KETIMPANGAN GENDER DI MEDIA SOSIAL Shofiatun Nikmah; Risma Hikmawati; Mokhammad Samsul Ikhsan; Achmad Fuaddin
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 10 No 2 (2024): Al ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : STAI AL-ANWAR SARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47454/alitqan.v10i2.1119

Abstract

This research examines the critique of polygamy mentors to interpretations of the verse on polygamy in Islam that are rampant on social media, especially through polygamy mentoring programmes. Polygamy mentors such as Hafidhin and Riski Ramdhani interpret QS. Al-Nisa and 34 as legitimate to practice polygamy, without considering aspects of gender justice. The narrative they build leads to the glorification of polygamy as a sharia that is worthy of worship, with minimal attention to the social and psychological impacts on women. This study uses a critical approach and gender hermeneutics to analyse how polygamy mentor interpretations are used as ideological tools in reproducing gender inequality. Through analysis of their interviews and podcasts, it was found that their paradigm of thought positions women as objects that must be designed to accept polygamy, with a doctrine that limits women's rights and freedoms. The results show that polygamy mentor interpretations of polygamy have shifted from their original purpose in the Quran, as a solution to certain social problems, to an instrument of domination that ignores the principles of equality and justice. Criticism of this understanding asserts that the verse on polygamy does not mean an absolute recommendation, but as a form of regulation of existing practices in society at that time. Therefore, a more contextual and equitable reinterpretation is needed so that the interpretation of polygamy is not used as a tool to perpetuate gender inequality.