Rahmayanti Fitriah
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Simplisia dan Teh Celup Bawang Dayak Melalui Pengurusan PIRT di KWT Sri Rejeki Rahmi Muthia; Aristha Novyra Putri; Liana Fitriani Hasymi; Fitriyanti Fitriyanti; Rahmayanti Fitriah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.172

Abstract

KWT Sri Rejeki merupakan salah satu kelompok wanita yang membudidayakan sayuran dan tanaman yang ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya yaitu bawang dayak. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat sebelumnya tahun 2022 di KWT Sri Rejeki, produk hasil pendampingan tahun lalu telah dapat diperdagangkan secara offline maupun online namun nilai daya jualnya masih belum maksimal. Keterbatasan dan permasalahannya adalah belum dimilikinya izin edar baik untuk produk olahan simplisia maupun teh celupan bawang dayak sehingga pemasarannya sangat terbatas. Hal ini menunjukkan perlu pengembangan produk dengan pendampingan dalam pengajuan izin edar produk sehingga diharapkan juga dapat meningkatkan pemasaran produk. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan pengurusan PIRT produk simplisia dan teh celupan bawang Dayak. Metode yang dilakukan yaitu pengurusan perizinan ke UPT BPP Liang Anggang, pemberian alat penunjang pembuatan produk berupa oven pengering, pendampingan penyuluhan dari dinas Kesehatan banjarbaru terkait pengurusan izin edar PIRT, pendampingan desain kemasan sediaan, serta pengurusan izin PIRT. Pada kegiatan penyuluhan dihadiri sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan berupa peningkatan teknologi menggunakan oven pengering pada proses pengeringan produk sehinga meningkatkan kualitas produk, Selain itu anggota KWT Sri Rejeki  lebih memahami alur perizinan dengan baik setelah disampaikan oleh dua narasumber langsung dari dinas Kesehatan banjarbaru. Hasil lainnya berupa produk dengan desain kemasan yang kekinian dan inovatif ditunjang dengan izin PIRT untuk  produk simplisia bawang Dayak dan teh celupan bawang Dayak.
Determinan Penggunaan e-Health sebagai Sumber Informasi Swamedikasi pada Masyarakat Kota Banjarbaru Pendekatan UTAUT Eko Yatminto; Esty Restiana Rusida; Rahmayanti Fitriah; Mochammad Maulidie Alfianoor Saputra; Depy Oktapian Akbar; Helmina Wati
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 2 (2026): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i2.866

Abstract

Self-medication requires accurate drug information to ensure its safe and appropriate use. e-Health has the potential to meet this need; however, its adoption among the public remains variable, highlighting the importance of examining the factors influencing its adoption. This study aimed to analyze the determinants of e-Health adoption as a source of self-medication information among the community in Banjarbaru City using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model. This cross-sectional analytical study involved 229 respondents selected through purposive sampling. Data were collected from July to August 2026 using an online questionnaire based on six UTAUT constructs and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results showed that performance expectancy (p = 0.003) and social influence (p < 0.001) had significant positive effects on behavioral intention to use e-Health, whereas effort expectancy had no significant effect (p = 0.078). Facilitating conditions and behavioral intention significantly influenced use behavior (p < 0.001). The model explained 72.8% of the variance in behavioral intention and 77.6% of the variance in use behavior. Social influence was the strongest determinant of behavioral intention, while behavioral intention was the strongest predictor of use behavior. The study concluded that performance expectancy, social influence, facilitating conditions, and behavioral intention are key determinants of e-Health adoption as a source of self-medication information. Strengthening these factors may enhance the adoption and utilization of e-Health among the community.