Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) Muthia, Rahmi; Wati, Helmina
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan senyawa terpenoid, steroid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi. Kulit buah kasturi diekstraksi secara sinambung menggunakan sokhlet dengan pelarut etanol. Uji kualitatif aktivitas antioksidan dengan KLT menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat (4 : 6). Uji kuantitatif aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian dari uji kualitatif ekstrak etanol kulit buah kasturi menunjukkan terdapat senyawa antioksidan. Uji kuantitatif dengan konsentrasi 50 μg/mL menunjukkan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 97,87% dan 97,98%.  Nilai IC50 pada kulit buah tumbuhan kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 9,82 μg/mL dan 4,17 μg/mL. Kulit buah kasturi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
uji UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MENCIT GALUR BALB/C YANG DIINDUKSI BAKTERI Salmonella sp. Rahmi Muthia; Yaumi Musfirah; Septiyani Candrakirana
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 3 No 1 (2019): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morinda citrifolia are known to contain tannin active substances asantidiarrheal and anthraquinone as antibacterial. This study aims to determine theoptimal activity and dose of ethanolic extract of Morinda as antidiarrheal induced bySalmonella Sp. Mus musculus divided into 5 groups consisting of 5 mice; controlgroup (CMC-Na 0.5%), the extract group (doses 150, 300, and 600 mg / kgBW) andDiapet NR group (1.3 mg / kgBW). Each group was induced Salmonella sp 1 mlorally. Thirty minutes after induction, the group was given oral treatment andobserved the onset of diarrhea, duration of diarrhea, frequency of diarrhea, fecalweights and antidiarrheal effects for 5 hours. The results showed the best decrease ofdiarrhea onset was EEDM 600 mg / kgBW (51.8 ± 6.53 min), the shortest diarrheaduration was also showed EEDM 600 mg /kg BW (48.8 ± 33.49 min), and the bestdecrease of diarrhea frequency was EEDM 300 mg /kgBW (7.4 ± 1.67 times). Thebest decrease of faecal weight was EEDM 300 mg /kgBW (0.416 ± 0.175 gram) andthe last parameter antidiarrheal effect was also showed EEDM 300 mg / kgBB(43.10%). The conclusions of this study was EEDM has antidiarrheal activity inducedby Salmonella sp bacteria when compared with control and Diapet NR, and EEDM300 mg / kgBW is the optimal dose that given antidiarrheal effects
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN SIMPLISIA DAN CELUPAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SRI REJEKI DI BANJARBARU Dita Ayulia Dwi Sandi; Aristha Novyra Putri; Rahmi Muthia; Depy Oktapian Akbar; Vebruati Vebruati; Guntur Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7655

Abstract

ABSTRAKKelompok Wani Tani (KWT) Sri Rejeki di Kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Lianganggang, merupakan salah satu kelompok wanita yang membudidayakan sayuran dan tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat, diantaranya bunga telang (Clitoria ternatea). Bunga telang yang dihasilkan biasanya dijual dalam bentuk segar yang masih memiliki keterbatasan dalam penyimpanan, yaitu akan cepat layu dan ditumbuhi jamur. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan edukasi khasiat tanaman, pelatihan pembuatan simplisia dan pengembangan produk olahan berupa celupan dari bunga telang untuk dapat meningkatkan nilai jual hasil panen. Metode  kegiatan  adalah  sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pembuatan simplisia dan celupan. Berdasarkan hasil pengukuran kuesioner, diketahui bahwa sebelum edukasi, 58.82 % petani memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang khasiat bunga telang, sedangkan 41.18% mengetahui tingkat pengetahuan cukup. Setelah diberikan edukasi tentang khasiat tanaman bunga telang, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, yaitu 94.12% menjadi baik. Untuk pelatihan pembuatan simplisia dan celupan, hasil dari kuesioner 35.29 % petani telah memiliki keterampilan yang baik tentang pengolahan simplisia dan celupan bunga telang, sedangkan 64.71% memiliki keterampilan  cukup. Setelah diberikan pelatihan, terjadi peningkatan keterampilan anggota, yaitu 94.12% menjadi baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani tentang khasiat bunga telang, serta petani memiliki keterampilan yang baik dalam mengolah bunga telang segar menjadi simplisia dan celupan. Kata kunci : pemberdayaan; bunga telang; simplisia; tingkat pengetahuan; keterampilan ABSTRACTThe Sri Rejeki Women Farming Group (SRWFG) in Banjarbaru is one of the women's groups who cultivate vegetables and plants which can also be used as medicinal plants, including the butterfly pea flower (Clitoria ternatea). Butterfly pea flower are usually sold in fresh form. Butterfly pea flowers in fresh will quickly wither or overgrown with microorganisms such as fungi. The SRWFG also not knowing the benefits of the plant for health. The purpose of this activity was to educated the efficacy of plants, trained in making simplicia and dipping of butterfly pea flower to increase the selling value. The method of activity was socialization, counseling, training and making simplicia and dipping. Based on the results of the questionnaire measurements, it was known that before education, 58.82% of farmers had a good level of knowledge about the efficacy of the telang flower, while 41.18% knew the level of knowledge was sufficient. After being given education about the efficacy of the butterfly pea flower plant, there was an increase in the level of knowledge of farmers, which was 94.12% to good. For training in making simplicia and dyes, it was found that previously, 35.29% of farmers had good skills in processing simplicia and dyed butterfly pea flower, while 64.71% had sufficient skills. After being given training, there was an increase in the skills of members, namely 94.12% to be good. It can be concluded that there was an increase in farmers' knowledge about the efficacy of butterfly pea flowers, and farmers have good skills in processing fresh butterfly pea flowers into simplicia and dyes. Keywords : empowerment; butterfly pea flower; simplicia; knowledge; skill
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) Rahmi Muthia; Helmina Wati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.869 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.171

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan senyawa terpenoid, steroid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi. Kulit buah kasturi diekstraksi secara sinambung menggunakan sokhlet dengan pelarut etanol. Uji kualitatif aktivitas antioksidan dengan KLT menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat (4 : 6). Uji kuantitatif aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian dari uji kualitatif ekstrak etanol kulit buah kasturi menunjukkan terdapat senyawa antioksidan. Uji kuantitatif dengan konsentrasi 50 μg/mL menunjukkan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 97,87% dan 97,98%.  Nilai IC50 pada kulit buah tumbuhan kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 9,82 μg/mL dan 4,17 μg/mL. Kulit buah kasturi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
UJI AKTIVITAS IN VIVO EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SEMANGKA (Citrulus lanatus L.) SEBAGAI DIURETIK DENGAN PEMBANDING FUROSEMID Rahmi Muthia; Amalia - -; ahmad - Maulana; Maulidya Rasyida Putri; Gusti - Rizaldi; Selva - Amadia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 1 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semangka dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalium yang berfungsi sebagai diuretik dan sitrulin yang mampu mendorong aliran darah keseluruh bagian tubuh. Salah satu mekanisme kerja untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan meningkatkan jumlah eksresi urin atau diuresis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas diuretik dan mengidentifikasi kandungan kimia dari ekstrak etanol kulit buah semangka. Sebanyak 30 ekor hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif (suspensi CMC-Na 1%); kelompok kontrol positif(suspensi furosemid 5,22 mg/kgBB), kelompok P1 ekstrak dosis 12,5 mg/kgBB, kelompok P2 ekstrak dosis 25 mg/kgBB, kelompok P3 ekstrak dosis 50 mg/kgBB, dan kelompok P4 ekstrak dosis 100 mg/kgBB. Data yang didapatkan berupa volume urin hewan uji yang dikeluarkan selama 6 jam. Data dianalisis menggunakan SPSS ver.18, uji one way ANOVA dan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% (p
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH MUNDAR (Garcinia forbesii King) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1PIKRILHIDRAZIL) Rahmi Muthia; Revita Saputri; Nurul Asfia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH MUNDAR (Garcinia forbesii King) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1PIKRILHIDRAZIL) ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF ETHYL ACETATE FRACTION OF MUNDAR RIND (Garcinia forbesii King) USING THE DPPH (2,2- DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) METHOD Rahmi Muthia*, Revita Saputri, dan Nurul Asfia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat Kel. Sungai Besar Banjarbaru 70714. *rahmimuthia@stikesborneolestari.ac.id ABSTRAK Radikal bebas adalah suatu atom, molekul atau senyawa yang dapat berdiri sendiri, mempunyai elektron satu atau lebih yang tidak berpasangan. Peningkatan produksi radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif. Asupan antioksidan adalah cara sederhana untuk mengurangi perkembangan penyakit yang diinduksi oleh stres oksidatif. Mundar (G. forbesii King) merupakan buah yang banyak ditemui di daerah Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi perkembangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa serta aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode DPPH. Hasil penapisan fitokimia mengandung senyawa flavonoid dan fenol. Hasil uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King) secara kualitatif menunjukkan adanya bercak kuning berlatar ungu pada pelat KLT dan secara kuantitatif diperoleh nilai IC50 sebesar 72,386 ppm. Fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kata kunci: Kulit buah Mundar, fraksi etil asetat, antioksidan, DPP
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki pada Pengolahan Sediaan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa Urb.): Empowerment of Sri Rejeki Farmer Women’s Group on Preparation of Dayak Onion Bulb Form (Eleutherine bulbosa Urb.) Rahmi Muthia; Depy Oktapian Akbar; Aristha Novyra Putri; Dita Ayulia Dwi Sandi; Vebruati Vebruati; Revi Kunmariana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i5.3623

Abstract

One form of traditional health development is the development of medicinal plants. Not many community groups are currently aware of applied technology in terms of postharvest processed into simplicia (medicine raw materials) or other processed preparations. Sri Rejeki Farmer Women’s Group (KWT Sri Rejeki) in the Landasan Ulin Village, Liang Anggang District, is a group of women who cultivate vegetables and plants that can be used as medicinal plants, one of which is Dayak onion (Eleutherine bulbosa Urb). The activity carried out by KWT Sri Rejeki had only been in the form of planted plants, which were then sold in fresh form. This community dedication aimed to educate the public, especially KWT Sri Rejeki, regarding the efficacy of Dayak onion bulb plants. It optimized the use of cultivation and processed plants into traditional medicinal preparations with economic value. The method used was site review and plant data collection from KWT Sri Rejeki, education on the efficacy of Dayak onion bulbs, training on processed dayak onion bulbs into simplicia, and training on processing dayak onion bulbs into dye preparations. The data collection results were Dayak onions selected as a typical Kalimantan plant to be developed, with the efficacy as an immunomodulator. Dayak onion bulbs that will be designed were processed into simplicia which were then made into dye preparations and packaged. The processing of simplicia and preparations for dipping Dayak onion bulbs can be done independently by the members of the KWT Sri Rejeki.
Comparison of Extraction Solvents Towards Anti-Propionibacterium acnes activity of Alphitonia incana (Roxb). Teijsm. & Binn. ex Kurz Leaves Hafiz Ramadhan; Rahmi Muthia; Sari Wahyunita; Dyera Forestryana; Sherly Mar'atu Soleha; Lihimi Lihimi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.45897

Abstract

Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. ex Kurz locally known as Balik Angin in Borneo Island is one of the endemic plants that have the potential to be an alternative antibacterial agent. Balik Angin leaves contain secondary metabolites that have to play a role to inhibit the growth of Gram-positive bacteria. This study aimed to compare the different extraction solvents which are methanol and ethanol on the maceration of Balik Angin leaves in producing antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The leaves were macerated using methanol and ethanol respectively. Antibacterial assay was carried out by the Well diffusion method. The results showed minimum inhibitory concentration (MIC) of ethanol extract which is 3.2% has a diameter of clear zone of 9.475±0.311 mm. Meanwhile, the methanolic extract with a similar MIC has a lower diameter of clear zone of 2.55±0.85 mm. The results correlate with the number of secondary metabolites groups that were identified based on phytochemical screening in ethanol extract containing alkaloid, phenolic, flavonoid, tannin, saponin, and phytosteroid, however, methanol extract not containing alkaloid. The conclusion of this study is ethanol solvent more effective to extract secondary metabolites from Balik Angin leaves compare to methanol solvent, so that can produce more powerful anti-Propionibacterium acnes activity.
Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sari Gadung Tanah Bumbu Yustin Ari Prihandini; Helmina Wati; Rahmi Muthia; Untung Santoso; Vina Salviana Darvina Soedarwo; Fatimah Nursandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12165

Abstract

ABSTRAK Kader posyandu mempunyai peran penting dalam kegiatan pemantauan status gizi balita. Pengetahuan yang baik tentang gizi dan upaya pencegahan stunting akan membantu kader dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Sebanyak 20 kader perlu dibekali dengan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sebagai salah satu Upaya pencegahan stunting. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah kader posyandu di wilayah Desa Sari Gadung, Tanah Bumbu. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui tiga metode yaitu, edukasi, simulasi, dan pendampingan agak kader dapat mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diberikan. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan edukasi, simulasi dan pendampingan. Metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memantau tumbuh kembang balita dan melakukan penyuluhan kesehatan di masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Kader, Penyuluhan  ABSTRACT Posyandu cadres play a crucial role in monitoring the nutritional status of toddlers. A strong understanding of nutrition and efforts to prevent stunting can help cadres in delivering education to the community. Approximately 20 individuals need to be equipped with knowledge of good nutrition and health practices. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring growth and providing health education to the community as part of efforts to prevent stunting. The primary target of this activity is the Posyandu cadres in the Sari Gadung Village, Tanah Bumbu area. Capacity building is achieved through three methods: education, simulation, and mentoring, which empower individuals to apply the knowledge they have acquired directly. The community service activity utilizes methods such as education, simulation, and mentoring. These methods can enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring toddler growth and conducting health education in the community. Keywords : Stunting, Cadres, Counseling
Karakterisasi dan Penetapan Kadar Fenol Total Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) Berdasarkan Variasi Waktu Tumbuh Tanaman Rahmi Muthia; Kartini; Wahyudin Bin Jamaludin; Lulu Damayanti
Jurnal Ilmiah Farmasi 2023: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.specialissue2023.art9

Abstract

Background: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) grows widely in Kalimantan. This plant can be used as a raw material for medicine and is known to contain phenolic compounds that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties. The quality of the raw material of a plant determines its pharmacological activity. This is, of course, related to the content of compounds or active substances. One factor that plays an important role is the age of harvest, which can affect the content of compounds both qualitatively and quantitatively.Objective: To determine the simplicia characterization and total phenol content in bulbs of bawang dayak extracted using 96% ethanol, which were harvested at the ages of 1, 2, and 3 months.Method: Bulbs of bawang dayak are used in the 1st, 2nd, and 3rd months with several testing stages, namely organoleptic tests, macroscopic tests, and microscopic tests. Further qualitative analysis used TLC with chloroform and methanol (8:2) as the mobile phases. In the quantitative test, we used a UV-Via spectrophotometer with the folin-ciocalteau reagent and the gallic acid comparison.Results: The TLC test showed a positive result for phenol, which was marked after being sprayed with 1% FeCl3, a black spot appeared. The results of the determination of total phenol content in the 1st, 2nd, and 3rd months, respectively, were 59.196 ± 0.057, 76.596 ± 0.057, and 60.63 ± 0.2 mg/g GAE. Conclusion: The data above shows that the highest total phenol content is in the second month. Intisari Latar belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa Urb.) tumbuh menyebar di wilayah Kalimantan. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan baku obat dan diketahui mengandung senyawa fenol yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Kualitas bahan baku suatu tanaman sangat menentukan aktivitas farmakologinya. Hal ini tentunya berkaitan dengan kandungan senyawa atau zat aktif. Salah satu faktor yang berperan penting yaitu umur panen yang dapat mempengaruhi kandungan senyawa baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Tujuan: Mengetahui karakterisasi simplisia dan kadar fenol total pada umbi bawang dayak yang diekstraksi menggunakan etanol 96% yang dipanen pada umur tanaman 1, 2 dan 3 bulan.Metode: Umbi bawang dayak yang digunakan bulan ke-1, 2 dan 3 dengan beberapa tahap pengujian yaitu uji organoleptis, uji makroskopis, serta uji mikroskopis. Selanjutnya analisis kualitatif menggunakan KLT dengan fase gerak kloroform: metanol (8:2). Pada uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan reagen folin-ciocalteau dan pembanding asam galat.Hasil: Uji KLT menunjukkan hasil positif fenol ditandai setelah disemprot dengan FeCl3 1% terdapat noda berwarna hitam. Hasil penetapan kadar fenol total bulan pertama, kedua dan ketiga berturut-turut yaitu 59,196 ± 0,057; 76,596 ± 0,057, dan 60,63 ± 0,2 mg/g GAE.Kesimpulan: Kandungan total fenol tertinggi pada ekstrak umbi bawang dayak terdapat pada bulan kedua.Kata kunci: Fenol, KLT, spektrofotometer UV-Vis
Co-Authors Afra, Fairuz Yaumil Ahmad Ahmad ahmad - Maulana Akbar, Depy Oktapian Alfina, Sophia Amalia - - Amalia, Elfa Annisa Aminuyati Ananda, Lutfhia Rizky Aristha Novyra Putri Arnida Arnida Arnida Arnida Arsyad, Zyrzasya Sofia Nara Astuti, Karunita Ika Azhari, Fajar Bin Jamaludin, Wahyudin Chatarina Umbul Wahyuni Dally Rahman Dewi, Citra Kharisma Dian Nurmansyah Dyera Forestryana Dyera Forestryana Eka Fitri Susiani Emil Huriani Esi Afriyanti Fatimah Nursandi Fatimah Nursandi Fatmawati Fatmawati Fauzana, Erwin Fitri Mailani Fitriyanti, Fitriyanti Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Guntur Kurniawan Gusti - Rizaldi Gusti Rizaldi Hafiz Ramadhan Hafiz Ramadhan Hayati, Farida Helmina Wati Hema Malini, Hema Hidayatullah, M. Hidayatullah Hidayatullah, Muhammad Indah Widya Lestari Istiqamah, Qanita Jamaludin, Wahyudin Bin Kartini Kartini Kartini Krisdianto, Boby Febri Kurniawan, Guntur Lenggogeni, Devia Putri Leni Merdawati Liana Fitriani Hasymi Lihimi Lihimi Lulu Damayanti Maulidya Rasyida Putri Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Hidayatullah Muhammad Hidayatullah Muhammad Hidyatullah Muliantino, Mulyanti Roberto Nabila Saputri Nafila, Nafila Normilawati, Santi Nurbidayah Nurul Asfia Oktarina, Elvi Pinus Jumaryatno Prihandini, Yustin Ari Puspawati, Puspawati Putri Indah Sayakti Putri, Aristha Novyra Putri, Putri Indah Sayakti Rahayu, Siski Rahimah Rahmayanti Fitriah Rahmi Hidayati Rahmi Hidayati Ramadhan, Hafiz Reni Prima Gusty Revi Kunmariana Rika Fatmadona Rina Helmina Sandi, Dita Ayulia Dwi Saputri, Revita Sari Wahyunita Saufi, Muhammad Selva - Amadia Selvi Amadia Septiyani Candrakirana Setiawan, Finna Sherly Mar'atu Soleha Sidiq, Abdurrahman Sulastri Azistina Verawati Syawaliyah, Syawaliyah Syifa Syifa Tiurmaida Simandalahi Untung Santoso Untung Santoso Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati, Vebruati Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Wahyudin Bin Jamaludin Wahyuni, Rizka Ayu Yaumi Musfirah Yuliana Yuliana Yuni Fahriana Yusmalina Yusmalina Yustin Ari Prihandini Yustin Ari Prihandini Zanirah, Gina Rizki