Noor Ahda Fadillah
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Kobotoolbox sebagai Prosesor Data Surveilans Terpadu Penyakit (STP) Puskesmas Guntung Manggis Rifaldi Rifaldi; Kamilia Quamila Andriani; Anisa Sujarwati; Dian Rosadi; Hadrianti HD Lasari; Noor Ahda Fadillah; Rudi Fakhriadi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.288

Abstract

Program Surveilans Terpadu Penyakit (STP) di Puskesmas Guntung Manggis memiliki permasalahan yaitu tahapan pengolahan data hanya beruba tabulasi. Pengolahan data tidak dilanjutkan ke bentuk diagram, grafik dan pemetaan sehingga akan kurang menggambarkan tren penyakit berdasarkan karakteristik epidemiologis. Hal ini akan menyulitkan tahapan selanjutnya yaitu analisis data sehingga menghasilkan rekomendasi tindak lanjut yang kurang tepat sasaran. Permasalahan ini dipecahkan dengan menggunakan aplikasi kobotoolbox dalam pengolahan data Surveilans Terpadu Penyakit (STP). Penggunaan aplikasi kobotoolbox dalam pengolahan data Surveilans Terpadu Penyakit (STP) dilakukan monitoring selama bulan Oktober-November 2022. Hasil evaluasi menggunakan model evaluasi Technology Acceptance Model (TAM) dengan skor rata-rata 95% dan semua variabel dinyatakan baik hingga sangat baik dengan skor (?68,01%) sehingga menyatakan bahwa aplikasi kobotoolbox sangat efektif dalam mengolah data Surveilans Terpadu Penyakit (STP) baik melalui kuesioner dan wawancara. Kemudian media penunjang yang digunakan baik modul dan video tutorial layak untuk digunakan dengan skor (>61%) dalam memahami pengolahan data menggunakan aplikasi kobotoolbox. Unit Surveilans Puskesmas Guntung Manggis diharapkan terus menggunakan aplikasi kobotoolbox dalam mengolah data Surveilans Terpadu Penyakit (STP) sehingga rekomendasi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
Intervensi Edukatif Berbasis Komunitas untuk Pencegahan Stroke pada Lansia: Studi di Kabupaten Banjar Muhammad Rasyid Ridha; Indra Haryanto Ali; Dicky Andiarsa; Dian Rosadi; Noor Ahda Fadillah; Rudi Fakhriadi; Musafaah Musafaah; Misna Tazkiah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2ytz6s54

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Lansia di panti sosial merupakan populasi yang sangat rentan akibat prevalensi hipertensi yang tinggi dan keterbatasan pengetahuan tentang pencegahan stroke. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sebuah intervensi edukatif berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stroke pada lansia. Sebuah studi pra-pasca (one-group pre-test post-test design) dilakukan terhadap 17 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera II, Kabupaten Banjar. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan tunggal tentang epidemiologi, faktor risiko, gejala, dan pencegahan stroke. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Tekanan darah juga diukur untuk melihat profil risiko. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Terjadi peningkatan yang signifikan secara statistik dalam skor pengetahuan peserta (nilai rata-rata pre-test: 60; post-test: 80; p < 0.001). Namun, pengukuran tekanan darah mengungkapkan bahwa 68% peserta mengalami kondisi prehipertensi hingga hipertensi stage 3. Intervensi edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan stroke. Namun, tingginya prevalensi hipertensi yang tidak terkelola menunjukkan bahwa edukasi saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, yang mengintegrasikan promosi kesehatan dengan pemantauan klinis faktor risiko secara rutin untuk dampak yang lebih nyata.