Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI BISOZYME DAN PENGGUNAAN RANSUM BERBASIS PELLET INDIGOFERA PADA KELOMPOK TERNAK BULUK SIBAU DAN HARAPAN JAYA DI KEPULAUAN MENTAWAI Tri Astuti; Evitayani Evitayani; Syahro A. Akbar; Fajri Basyirun; Yulhan Yulhan; Yetty Marlida; Elita Amrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21913

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari wilayah propinsi Sumatera Barat yang dikelilingi oleh Samudera Hindia. Saat ini sebagian besar kebutuhan masyarakat Mentawai masih dipasok dari wilayah lain disekitarnya. Desa Goiso Oinan dan Sido Makmur yang berada di Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai merupakan salah satu Desa Tertinggal, Terbelakang dan Termiskin (3T), yang merupakan salah satu program pemerintah dalam pengembangan wilayah perdesaan dan tujuan utamanya adalah peningkatan status desa tertinggal menjadi desa berkembang, dan mandiri. Pemberdayaan ekonomi Masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjadikan sebagai percontohan dan untuk di replikasi ke daerah lain. Komoditi peternakan yang diusahakan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai cukup beragam, seperti ternak sapi potong, kerbau, kambing, babi dan ternak unggas. Kenyataan yang terlihat dari data statistik, ternak terbanyak di daerah ini adalah ternak babi dengan populasi Secara umum, pada kelompok ternak “Buluk Sibau dan harapan Jaya ” baik usaha pertanian maupun peternakan masih dilaksanakan secara tradisional, sehingga tidak mengherankan apabila hasil yang diperolehpun relatif belum optimal. Ternak sapi hanya dikandangkan atau ditambatkan pada malam hari, sedangkan siang harinya dilepas untuk mencari makanan dipadang. Belum ada upaya untuk memelihara ternak secara intensif denganmengandangkan dan memberikan makanan secara cukup dan teratur. Rendahnya produksi ternak selain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam cara pemeliharaan ternak yang benar, juga karena kurangnya pakan baik hijauan. Pemberian Bisozyme dan Fungi mikoriza arbuskula (FMA) untuk penanaman Indigofera zollingeriana yang akan dibuat pellet. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program KOSABANGSA kolaborasi Dosen- dosen dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Solok sebagai Tim Pelaksana dengan Dosen-dosen Universitas Andalas.
Screening of Metalloprotease-Producing Thermophilic Bacteria and Optimization of Trace Elements for Enzyme Activity Mellanie Alia Putri; Anthoni Agustien; Yetty Marlida; Ayumi Rizci Puspita
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 12, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus June 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v12i2.9385

Abstract

Background: Thermophilic bacteria are potential sources of thermostable enzymes with important applications in biotechnology and industry. Among these enzymes, metalloproteases are of particular interest because their catalytic activity depends on metal ions. This study aimed to screen thermophilic bacterial isolates from hot springs in Solok Regency, West Sumatra, Indonesia, for metalloprotease production and to evaluate the effects of trace elements on metalloprotease activity. Methodology: Four thermophilic bacterial isolates (TUA-104,                   TUA-106, TUA-109, and TUA-113) were cultivated in protease production medium (pH 8.0) at 50oC for 24 hours, and crude enzymes were obtained by centrifugation. Metalloprotease screening was conducted using EDTA inhibition assays through well diffusion and specific protease activity analyses. The isolate showing the strongest metalloprotease characteristics was further evaluated using 5 ppm Ca²⁺, Mn²⁺, and Zn²⁺ supplementation. Findings: The results showed that isolates TUA-106, TUA-109, and TUA-113 exhibited characteristics of metalloprotease-producing bacteria. Among them, TUA-106 showed the most consistent inhibition pattern, with specific activity decreasing from 0.780 U/mg in the control to 0.522 U/mg after treatment with 10 mM EDTA. Zn²⁺ produced the highest specific activity (0.284 U/mg), followed by Mn²⁺ (0.263 U/mg), whereas Ca²⁺ resulted in the lowest activity (0.036 U/mg). Contribution: These findings indicate that TUA-106 is a potential Zn-dependent metalloprotease-producing thermophilic bacterium and provide new insight into the metalloprotease-producing potential of thermophilic bacteria from Solok geothermal environments for future biotechnological applications