Yefrizon
Universitas Ekasakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Yefrizon
Journal of Global Research Education Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/r6c3wb97

Abstract

Sekolah sangat berperan untuk menciptakan peserta didik sebagai sosok yang pandai. Akan tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa sekolah tidak mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh. Untuk itu, pembelajaran sastra (novel) di sekolah dapat menjadi media dalam pembentukan karakter peserta didik. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data adalah novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Data dalam penelitian ini adalah klausa, kalimat, dan paragraf yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh bentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye, yaitu (1) religius sebanyak lima data, (2) kerja keras sebanyak enam data, (3) rasa ingin tahu sebanyak tujuh data, (4) gemar membaca sebanyak lima data, (5) disiplin sebanyak dua data, (6) toleransi sebanyak tiga data, (7) bersahabat/komunikatif sebanyak enam data, (8) mengargai prestasi sebanyak dua data, (9) kreatif sebanyak lima data, (10) jujur sebanyak lima data, (11) cinta damai sebanyak dua data, (12) peduli sosial sebanyak delapan data, (13) tanggung jawab sebanyak empat data, (14) semangat kebangsaan sebanyak satu data, (15) mandiri sebanyak dua data, dan (16) peduli lingkungan sebanyak dua data.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang Yefrizon; Nofriandi
Journal of Global Research Education Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/g6rjwn80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran pidato terutama standar kompetensi 10 yaitu mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks, khususnya kompetensi dasar 10.2 yaitu berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat. Siswa sering malu, kurang berani, dan kurang percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, ide dan pikirannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang melalui model pembelajaran CTL dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang yang berjumlah 30 orang. Data-data yang dikumpulkan berupa data aktivitas, dokumentasi, catatan lapangan, dan hasil tes unjuk kerja keterampilan siswa dalam berpidato. Analisis data untuk hasil belajar siswa menggunakan analisis kualitatif yang didasari data kuantitatif setelah menghitung semua komponen dan mengambil rata-ratanya. Hasil analisis tes berpidato siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum dilakukan tindakan, siswa yang tuntas hanya 9 orang atau sebesar 30% dengan nilai rata-rata 65, tertinggi 81 dan terendah 53. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I meningkat dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 orang dengan nilai rata-rata 73, tertinggi 83, sedangkan terendah 61, persentase ketuntasan 60% dengan persentase keaktifan siswa 67% . Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II meningkat signifikan dengan jumlah siswa yang tuntas 25 orang, nilai rata-rata 79, tertinggi 86 sedangkan terendah 67, persentase ketuntasan 83% dengan persentase keaktifan siswa 80%. Dengan demikian, model pembelajaran CTL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar keterampilan berbicara melalui model CTL siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang.