Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Budaya Organisasi Dengan Profesionalisme Pegawai Negeri Sipil Erialdy Erialdy
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3295

Abstract

Pemerintahan yang baik (good governance) yang berujung pada tercapainya tujuan organisasi pemerintah, pegawai negeri sipil yang professional yang disertai dengan tertanamnya nilai-nilai budaya organisasi yang diyakini oleh setiap elemen organisasi baik atasan maupun bawahan memegang peranan penting dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan  budaya organisasi dengan profesionalisme pegawai pegawai negeri sipil. Penelitian ini bersifat kuantitatif Menggunakan sampel sebanyak 109 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menggunakan angket dan observasi, dengan indikator yang diukur dalam variabel ini yaitu inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap hal-hal yang rinci/detail, orientasi hasi, orientasi individu, orientasi tim, agresivitas, dan  stabilitas. Untuk profesionalisme pegawai terdiri knowledge, skill dan integrity sesuai dengan bidang dan tingkatan masing-masing secara tepat waktu dan cermat. Kesimpulan Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan profesionalisme pegawai, hal ini memberikan bukti bahwa jika budaya organisasi meningkat, maka akan meningkatkan profesionalisme pegawai. 
Employee performance appraisal using individual performance management Erialdy Erialdy
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242785

Abstract

The performance appraisal system or process has a very important function for the human resource management division to measure the human resource management governance system in order to achieve the company goals, vision and mission. The Regional Drinking Water Company Tirta Kerta Raharja is a company that has a good performance in terms of finance, service, and human resources with the title of first national PDAM with the best performance in 2019 and 2020, using individual performance management (MUKI) as a guide in conducting employee performance appraisal. This study aimed to provide the overview of individual performance management that is expected to provide benefits for those interested in assessing individual employee performance. Collecting data using observation techniques, interviews and documentation studies and looking for reference studies. In conclusion, individual performance management is considered important in a company for achieving the goals. Company performance is inseparable from individual’s role in carrying out their job duties as the driving force for running of the company, a leader can judge his employees when he knows that is done and produced by these employees, it is obtained from the individual employee success in carrying out a job.
Peningkatan Kapasitas Komunitas Remaja Partan Melalui Pelatihan Manajemen Konflik dan Negosiasi di Bogor Erialdy Erialdy; Diana Syatri
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1342

Abstract

This training aims to improve adolescents' understanding of conflict dynamics, develop assertive communication skills, and introduce common interest-based negotiation strategies. This training activity is designed with a participatory approach, involving a community of 200 adolescents. The implementation of the program includes providing theoretical materials on conflicts, conflict resolution simulations, and negotiation practice exercises. The results of the evaluation showed a significant improvement in participants' understanding of conflict management concepts, assertive communication skills, and skills in reaching agreement through negotiation. In addition, participants successfully developed an action plan to manage conflicts at the family, organization, and community levels. This article not only discusses the results of the training but also identifies the challenges faced during the implementation of the program as well as provides recommendations for the sustainability of these activities. With this program, it is hoped that teenagers will be able to create an environment conducive to collaboration.
Pengaruh Kapasitas Pegawai, Pengalaman Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perencanaan Anggaran Sriyanto Sriyanto; Bambang Mardisentosa; Erialdy Erialdy
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.595

Abstract

Perencanaan anggaran merupakan salah satu aspek krusial dalam pengelolaan keuangan organisasi, terutama di sektor publik. Kinerja perencanaan anggaran yang optimal sangat dipengaruhi oleh faktor internal sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kapasitas pegawai, pengalaman kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja perencanaan anggaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas Pegawai, Pengalaman Kerja, dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Perencanaan anggaran di RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Kapasitas pegawai terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perencanaan anggaran, peningkatan kapasitas pegawai yang mencakup pendidikan, pelatihan, keterampilan teknis, dan kemampuan analisis akan secara langsung meningkatkan akurasi dan kualitas perencanaan anggaran. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perencanaan anggaran. Pegawai yang lebih berpengalaman lebih mampu mengantisipasi hambatan administrasi dan melakukan pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan pola realisasi tahun-tahun sebelumnya. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perencanaan anggaran. Motivasi kerja memiliki pengaruh paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi (baik dorongan tanggung jawab maupun prestasi) cenderung lebih teliti, proaktif dalam koordinasi lintas unit, dan berkomitmen terhadap target penyelesaian tepat waktu.