Muh Said HM
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kekuatan pendidikan Islam mencegah kenakalan remaja Syafi’ah Syafi’ah; Muh Said HM
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 2 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232816

Abstract

Saat ini, kenakalan remaja merupakan salah satu masalah sosial yang paling kompleks dan berkembang pesat di dunia, yang mempengaruhi baik negara berkembang maupun negara maju. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami kenakalan remaja di era digital dan upaya pencegahan kenakalan remaja dengan Pendidikan islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu serangkaian penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data perpustakaan, atau penelitian yang objek penelitiannya dieksplorasi melalui berbagai informasi perpustakaan (buku atau jurnal ilmiah) yang membahas tentang kenakalan remaja dalam perspektif Pendidikan islam. Temuan pada penelitian ini menunjukkan pencegahan kenakalan remaja melalui Pendidikan yang Islamic dengan pitutur (memberikan solusi), uwur (mengarahkan Pendidikan agama) dan sembur (membiasakan perilaku positif). Melalui pendidikan Islam, yang harus dilakukan dalam pencegahan kenakalan remaja dengan Pendidikan islam seperti ikut menjadi remaja masjid di lingkungan sosial, jika disekolah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler islam yang banyak membahas tauhid dan Fiqh, yang membentuk nilai-nilai kepribadian muslim. Selain itu, diharapkan konselor disekolah memiliki model pencegahan kenakalan remaja dengan memasukan nilai-nilai islam dalam setiap treatmennya
Relational Justice in Qur’anic Inheritance: A Maqāṣidī–Reciprocal Reinterpretation of QS. An-Nisā’ (4):11–12 through the Basuluh Tradition of the Banjar Community Fiddian Khairudin; Masduki Masduki; Muh Said HM; Siti Marpuah
Jurnal Ushuluddin Vol. 33 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38588

Abstract

This article examines the reinterpretation of Qur’anic inheritance norms through the lens of relational justice by engaging with the basuluh tradition practiced by the Banjar community in Indragiri Hilir, Indonesia. While classical interpretations of QS. An-Nisā’ (4):11–12 have predominantly emphasized fixed inheritance ratios, such readings often overlook the ethical objectives (maqāṣid al-sharī‘ah) and relational dimensions embedded within the Qur’anic discourse on family and justice. Drawing on a qualitative case study approach that integrates maqāṣid-based hermeneutics, reciprocal (mubādalah) interpretation, and secondary ethnographic data, this study explores how local deliberative practices function as a living interpretation of the Qur’an. The findings demonstrate that basuluh operates not as a deviation from Qur’anic norms but as a contextual mechanism for realizing justice through mutual consent, responsibility, and family harmony. By foregrounding principles such as ghayra muḍārrin (non-harm), bil-ma‘rūf (recognized fairness), and reciprocal moral responsibility among heirs, the Banjar practice reflects a relational understanding of justice that aligns with the Qur’an’s ethical vision. This study contributes theoretically by advancing a maqāṣidī–reciprocal framework for Qur’anic interpretation, challenging rigid legal formalism while preserving normative integrity. Practically, it offers an alternative model for contextualizing Islamic inheritance law in plural socio-cultural settings without undermining Qur’anic authority