Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pola Sebaran Spasial BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Kelurahan Kedung Halang Nurheni Dewi Pranita; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.50

Abstract

Buang air besar sembarangan merupakan kegiatan yang tidak sehat, kotoran atau tinja yang dibuang sembarangan dapat mencemari air, tanah dan udara di sekitar kita. Masalah yang timbul bila feses tidak diolah dengan baik adalah adanya mikroba patogen, bahan organik, telur cacing dan nutrisi yang mempengaruhi kesehatan. Tujuan diadakannya penelitian ini, untuk Membuat peta sebaran BABS Berdasarkan RW Di Wilayah Kelurahan Kedung Halang dan Membuat peta Keterkaitan Sebaran BABS tiap RW Dengan Akses Jamban Di Wilayah Kelurahan Kedung Halang. Metode Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan data sekunder kasus BABS yang diperoleh dari Kelurahan Kedung Halang yaitu pada bulan Februari tahun 2023. Survei dan pemasangan titik koordinat menggunakan Software Google Earth yang diolah dan diproyeksikan dalam bentuk peta sebaran BABS dengan Software Arcgis. RW 08 memiliki data terbanyak buang air besar sembarangan dan tidak memiliki jamban karena merupakan daerah padat penduduk yang tidak memiliki pasokan air bersih langsung dan warganya tidak menyadari pentingnya jamban untuk kesehatan. RW 12 memiliki data buang air besar sembarangan paling rendah dan memiliki jamban karena kepadatan penduduk di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi sehingga membangun septic tank akan mudah.Kata Kunci: buang air besar sembarangan; jamban; peta sebaran; software arcgis; software google earth
Peningkatan Pembangunan Perekonomian Masyarakat Melalui Optimalisasi Teknologi Digital di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor (Studi Kasus : Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Edi Junaedi; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.44

Abstract

Secara administratif wilayah Kecamatan Cijeruk terdiri dari 9 (sembilan) Desa, antara lain: Desa Warungmenteng, Desa Cijeruk, Desa Cipelang, Desa Cibalung, Desa Cipicung, Desa Tajurhalang, Desa Tanjungsari Desa Palasari serta Desa Sukaharja. Kecamatan Cijeruk memiliki 26 Dusun, 64 Rukun Warga (RW) dan 261 Rukun Tetangga (RT). Dalam upaya untuk menumbuhkembangkan tingkat perekonomian desa yang ada di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Pemerintah Daerah dengan dibantu pihak-pihak tekait menggalakan kepada masyarakat di 9 (Sembilan) desa tersebut untuk mengikuti? program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sesuai dengan Undang-undang No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang khususnya teknologi Smartphone dapat membantu bagi para pelaku UMKM untuk lebih mengoptimalkan produknya, dengan terciptanya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengoptimalisasikan teknologi digital smartphone diharapkan dapat meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor menuju masyarakat yang sejahtera.Kata Kunci : UMKM, Perekonomian, Teknologi Smartphone
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dengan Metode Klasifikasi Pembelajaran Mesin Citra Satelit Landsat 8 di Kota Bogor Raisya Iska Azzahra; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.45

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan lahan terbangun yang tinggi. Dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi akan berdampak buruk dalam jangka panjang apabila pemerintah tidak bijak mengambil keputusan terkait pembangunan yang terjadi dari tahun ke tahun. Penggunaan lahan di Kota Bogor terdiri dari area vegetasi, lahan terbangun, badan air, dan lahan terbuka. Adapun vegetasi mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir. Dalam penelitian ini menggunakan teknologi penginderaan jauh citra satelit Landsat 8 tahun 2013, 2018, dan 2023. Kemudian dianalisa dengan metode klasifikasi Machine Learning untuk mendapatkan hasil klasifikasi perubahan penggunaan lahan di Kota Bogor.Kata Kunci: Penggunaan Lahan; Landsat 8; Pembelajaran Mesin
Prediksi Jumlah Penumpang Lebaran Pelabuhan Tanjung Perak Menggunakan Regresi Linier Siti Amelliah; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.49

Abstract

Periode Lebaran sering menjadi momen dengan tingkat kunjungan penumpang yang tinggi di pelabuhan, karena banyaknya melakukan perjalanan mudik atau berwisata. Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pelabuhan paling ramai yang berada di Surabaya, pelabuhan ini selalu kedatangan ratusan kapal laut setiap harinya. sehingga menjadikan aktivitas di pelabuhan ini begitu ramai dan tak pernah sepi sedikitpun. Pelabuhan ini memiliki peranan penting dalam perdagangan dan transportasi laut. Maka dari itu, untuk mengelola pelabuhan dengan efisien, penting untuk memahami tren dan pola yang terkait dengan jumlah penumpang pelabuhan ini agar dapat memprediksi jumlah penumpang di masa mendatang. Forecasting adalah metode untuk menduga dan memperkirakan kondisi di masa yang akan datang dengan mengacu pada kondisi saat ini dan masa lalu sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Metode Regresi Linier adalah metode yang digunakan untuk dapat melakukan prediksi jumlah penumpang pada masa lebaran tahun depan. Forecasting jumlah penumpang Lebaran dalah masalah yang rumit karena dipengaruhi oleh banyak variabel. Ini termasuk tanggal Lebaran, kebijakan pemerintah tentang libur nasional, tren perjalanan masyarakat, dan keadaan ekonomi. Oleh karena itu, memodelkan hubungan antara variabel independen seperti tanggal Lebaran dan variabel dependen seperti jumlah penumpang dapat dilakukan dengan bantuan regresi linier. Prediksi jumlah penumpang lebaran untuk tahun 2024.Menunjukkan nilai yang naik karena di pengaruhi oleh tren. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa teknik regresi linier sederhana dapat memprediksi jumlah penumpang lebaran untuk tahun 2024.
BOGOR REGENCY: EVALUATING ECONOMIC SECTOR POTENTIAL USING THE LQ METHOD AND KLASEN TYPOLOGY Hamzah Hamzah; Dion Achmad Armadi; Riny Kusumawati; Meira Putri Shandra
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 10, No 1 (2024): Vol 10, No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v10i1.9828

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to analyze the economic sectors of a region that utilize the base sector or leading sector and to obtain an overview of the pattern and structure of regional economic growth. The data used is secondary data obtained from BPS Bogor Regency, and the analysis techniques used are Location Quotient and Klassen Typology. The research results show that the 40 sub-districts have different potential for each economic base. Six sectors are included in the underdeveloped sector quadrant (requiring special attention): eight developing sectors, two potential sectors, and one prime sector. Nanggung sub-district is a sub-district that is growing rapidly with the mining sector. At the same time, Ciseeng and Sukamakmur sub-districts have not experienced significant changes from year to year and should be of concern to the Bogor Regency government. Things that the Bogor Regency government can do include improving basic infrastructure, improving education and health facilities, and providing capital and training for village communities.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sektor – sektor ekonomi suatu wilayah yang memanfaatkan sektor basis atau leading sector dan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS Kabupaten Bogor dengan teknik analisis yang digunakan adalah Location Quotient dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 kecamatan memiliki potensi yang berbeda untuk setiap basis ekonomi. Terdapat enam sektor yang termasuk dalam kuadran sektor terbelakang (perlu perhatian khusus), delapan sektor berkembang, dua sektor potensial dan satu sektor prima. Kecamatan Nanggung menjadi kecamatan yang berkembang pesat dengan adanya sektor pertambangan, sedangkan Kecamatan Ciseeng dan Sukamakmur menjadi kecamatan yang tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun dan harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bogor. Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bogor antara lain perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pemberian modal dan pelatihan bagi masyarakat desa.