Dewi Sapta Wati
Universitas An Nuur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN STATUS GIZI BALITA Dewi Sapta Wati; Wahyu Utami Ekasari
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 6, No 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v6i2.310

Abstract

Latar belakang; Masa  anak  usia  1-5  tahun  (balita)  adalah  masa  pada  mana  anak  sangat membutuhkan   makanan   dan   gizi   dalam   jumlah   yang   cukup   dan   memadai. Kekurangan gizi pada masa ini dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang. Pada masa ini juga, anak masih benar-benar  tergantung pada perawatan dan pola asuh dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita di Desa Pilangpayung Kecamatan TorohTahun 2021.Metode; Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan adalah 84 responden. Teknik yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dengan menggunakan uji statistik Kendall Tau.Hasil; Hasil penelitian dari seluruh responden menunjukkan hubungan yang signifikan sebesar P -value 0,045 sebagian besar adalah pola asuh orang tua sedang (33,3%) memiliki status gizi sedang dan responden dengan  pola asuh orang tua yang baik (66,7%) status gizi balita baik sehingga ada hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita di Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh.Kesimpulan; Berdasarkan hasil uji Kendall Tau disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan status gizi balita . Kata kunci: Pola Asuh, Status Gizi, Balita
PENGARUH PENYAKIT INFEKSI TERHADAP KEJADIAN WASTING PADA BALITA USIA 12-19 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWODADI I Dewi Sapta Wati; Wahyu Utami Ekasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.255

Abstract

Masalah wasting di Indonesia merupakan tantangan serius bagi sektor kesehatan, mengingat anak-anak yang mengalaminya lebih rentan terhadap infeksi, mengalami gangguan perkembangan fisik dan kognitif, serta memiliki risiko kematian dalam kasus yang berat. Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penyebab wasting, karena dampaknya dapat bervariasi tergantung pada jenis penyakit, tingkat keparahan, dan pola kebiasaan individu. untuk mengetahui pengaruh penyakit infeksi terhadap kejadian wasting pada balita. Jenis penelitian ini deskriptif korelasi dengan metode Cross Sectional. Populasi yang ada pada bulan Oktober adalah sebanyak 165 responden. Teknik sampling menggunakan teknik simple random sampling dimana sampel diambil secara acak. Analisa data menggunakan uji Fisher's Exact Test, didapatkan p value 0,000
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Aterm Wahyu Utami Ekasari; Dewi Sapta Wati; Eka Rina Saputri
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v8i1.2475

Abstract

Latar Belakang: Indikator yang digunakan menjadi aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asma (25,3%) adalah penyebab kematian anak terbanyak di Indonesia pada tahun 2022, diikuti oleh cacat lahir, infeksi, COVID-19, serta tetanus pada bayi baru lahir. Penyebab gangguan pernafasan pada bayi baru lahir dipengaruhi oleh faktor ibu, faktor plasenta, faktor plasenta serta faktor bawaan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi asma pada balita. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 164 responden. Analisis berpasangan menggunakan uji chi-square. Hasil: Analisis penelitian ini menemukan bahwa usia ibu (OR=0,329), paritas (OR=0,715), serta berat badan lahir (OR=0,430) bukan adalah faktor risiko terjadinya asfiksia pada anak yang berada dalam masa perinatal sedangkan hipertensi bervariasi. (OR = 3,655) adalah faktor risiko terjadinya asfiksia Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi pada ibu adalah faktor risiko terjadinya asfiksia, sedangkan usia ibu, paritas, serta berat badan adalah faktor risiko terjadinya asfiksi.