Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKRAB KOMODIFIKASI SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM WARKOP DKI REBORN JANGKRIK BOSS! PART 1 DAN 2 Debby Dwi Elsha; Andri Prasetyo Yuwono
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 4 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sajian sensualitas perempuan kerap kali dihadirkan dalam film, termasuk Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dan 2. Kesuksesan film-film Warkop DKI yang berjumlah 36 judul diasumsikan berkaitan dengan sajian sensualitas perempuan karena kekhasan film tersebut yakni unsur komedi, kritik sosial politik dan perempuan cantik nan seksi. Setelah lama tidak diproduksi, dua film terbaru ditonton oleh jutaan orang hingga mencatat rekor film Indonesia terlaris sepanjang masa. Penelitian ini bertujuan membedah kasus komodifikasi sensualitas perempuan dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dan 2 dengan menguak apa, bagaimana dan mengapa sensualitas perempuan dimanfaatkan menjadi komoditas film. Penelitian ini merupakan kajian ekonomi politik media yang akan dilakukan dengan metode studi kasus.Penelitian berfokus pada sisi sutradara dalam pengemasan film, tujuan dan pendapatnya terhadap kehadiran tokoh perempuan seksi dalam film. Sutradara memproduksi film dengan berpedoman pada profesionalisme, yakni memenuhi tuntutan produser untuk menyajikan sajian sensualitas perempuan. Dengan tujuan untuk memfokuskan film pada sajian komedi dan kritik sosial politiknya, maka sutradara pun berupaya membatasi porsi sajian sensualitas perempuan. Tetapi, sutradara memiliki wewenang dan kesadaran penuh dalam membuat adegan dan shot dalam film. Sehingga, keterlibatan dan andil sutradara dalam pemilihan aktris, kostum dan makeup, pengarahan adegan dan shot serta pengemasan film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dan 2 merupakan kontribusi pada bentuk komodifikasi sensualitas perempuan dengan melanggengkan ideologi patriarki.