Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekstraksi dan Karakterisasi Hidroksiapatit (HAp) dari Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus commersoni) dengan Metode Heat Treatment Rodearni Ananda Putri Purba; Tika Restianingsih; Rista Mutia Anggraini; Yoza Fendriani; Frastica Deswardani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.247-253.2024

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi hidroksiapatit (HAp) dari tulang ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni) menggunakan metode heat treatment. Penelitian bertujuan melihat pengaruh suhu yang  diberikan kepada sampel terhadap ukuran kristal dan derajat kristalinitas. Heat treatment dilakukan pada suhu 400OC, 600OC dan 800OC masing-masing selama 3 jam terhadap sampel yang telah di preparasi. Hasil analisis XRD menunjukkan adanya puncak  yang terbentuk pada sudut 2θ 25,950; 31,880; 39,620; 44,410; 46,700; 49,400 untuk suhu 400OC, 31,780; 32,800; 34,610 pada suhu 600OC dan 31,760; 32,210; 32,940; 34,070 pada suhu 800OC yang disesuaikan dengan referensi JCPDS 090432. Pada suhu 400OC, 600OC dan 800OC diperoleh ukuran kristal berturut-turut 12,05 nm, 14,18 nm dan  42,55 nm dan  derajat kristalinitas bernilai 41,91%, 76,38% dan 87,29%. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa, semakin tinggi suhu maka lembah yang terbentuk semakin tajam dan adanya gugus fungsi OH-, dan  yang merupakan karakteristik dari gugus fungsi HAp, selain itu muncul pula gugus H2O. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi berbentuk bulk.
Analisis Keluaran Berkas Radiasi Sinar-X pada Pesawat Linear Accelerator (LINAC) Berdasarkan TRS 398 IAEA di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Saphira Indah Cahyaningtyas; Rista Mutia Anggraini; Yoza Fendriani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.282-289.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas radiasi sinar-X pada pesawat Linear Accelerator (Linac). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui keluaran berkas radiasi pada pesawat Linac menunjukkan nilai 1 cGy atau sama dengan 1 MU, yang diperoleh dari analisis ionisasi chamber, suhu, tekanan, efek polaritas, dan rekombinasi ion. Penelitian ini dilakukan menggunakan energi foton sebesar 6 MV dan energi elektron dengan variasi (4, 6, 8, 10, 12, dan 15) MeV. Luas lapangan yang digunakan yaitu 10 cm x 10 cm serta source to surface distance (SSD) 100 cm. Hasil analisis menunjukkan berkas energi foton 6 MV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 1,0046 cGy/MU dengan deviasi 0,46%. Sedangkan pada berkas elektron energi 4 MeV sebesar 1,0112 cGy/MU dengan deviasi 1,12%, energi 6 MeV sebesar 1,0064 cGy/MU dengan deviasi 0,64%, energi 8 MeV sebesar 0,9991 cGy/MU dengan deviasi 0,09%, energi 10 MeV sebesar 0,9987 cGy/MU dengan  deviasi 0,13%, energi 12 MeV sebesar 0,9978 dengan deviasi 0,22% dan energi 15 MeV sebesar 1,0013 cGy/MU dengan deviasi 0,13%. Dalam hal ini keluaran berkas radiasi sinar-X pada pesawat Linac (Linear Accelerator) di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah sesuai dengan standar TRS 398 IAEA dengan rentang deviasi pengukuran yaitu ±3%.
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI OTOMATIS PENGERING “KERUPUK BAKAR” GUNA MENGATASI KETERGANTUNGAN PROSES PENGERINGAN DENGAN PANAS MATAHARI DI KELURAHAN JELMU KECAMATAN PELAYANGAN, KOTA JAMBI Frastica Deswardani; Jesi Pebralia; Rista Mutia Anggraini; Muhhamad Ficky Afrianto; Lucky Zaehir Maulana
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i1.2861

Abstract

The production of "kerupuk bakar" (grilled crackers) in Jelmu Subdistrict, Pelayangan District, Jambi City, faces drying challenges due to dependence on sunlight, particularly during the rainy season. This community service activity aims to introduce automatic drying technology to reduce weather dependency. The technology features a heating system with adjustable temperature and time settings, providing an efficient, fast, and consistent drying process. Methods include training on equipment usage and mentoring for local "kerupuk bakar" entrepreneurs. Results show that the implementation of automatic drying technology improves productivity, quality stability, and local entrepreneurs' income. This activity is expected to be a long-term solution to support economic growth in the region’s home industries.