Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dasar-Dasar Fonologi Dalam Linguistik Andini Ramadhani; Intan Permatasari; Lisa Rahmayana; Nabila Maulida Azzahra Siregar; Wilda Nanda Agustin Harahap; Fitra Audina
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fonologi adalah cabang linguistik yang mempelajari sistem bunyi bahasa. Fonologi berbeda dengan fonetik, yang mempelajari produksi dan persepsi bunyi bahasa secara individual. Fonologi berfokus pada bagaimana bunyi bahasa diorganisasikan dan digunakan dalam sistem bahasa tertentu.Beberapa konsep dasar dalam fonologi meliputi: pertama fonem, adalah unit bunyi terkecil dalam bahasa yang dapat membedakan makna. Kedua allofon adalah variasi fonetik dari suatu fonem. Contohnya, bunyi [p] dan [b] adalah dua allofon dari fonem /p/ dalam bahasa Indonesia. Bunyi [p] diproduksi ketika udara keluar dari mulut dengan menutup bibir, sedangkan bunyi [b] diproduksi ketika udara keluar dari mulut dengan menutup bibir dan pita suara terbuka. Fonologi memiliki peran penting dalam memahami bagaimana bahasa bekerja. Fonologi dapat digunakan untuk mempelajari variasi bahasa, akuisisi bahasa, dan perubahan bahasa. Fonologi juga dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi pengenalan suara dan sintesis suara. Metode penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian dengan mengumpulkan data dan analisis mengenai dasar-dasar fonologi dalam linguistik seperti sejarah fonologi, fonetik, fonemik, dan lain-lain
GRI 307 DAN MITIGASI KRISIS: ANALISIS KOMPARATIF KEPATUHAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI TENGAH TREN BENCANA ALAM SUMATERA Amelia Nurlita; Syarifatul Hayati; Andini Ramadhani; Zul Azmi
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2026): Maret : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/an1tf293

Abstract

The escalation of hydrometeorological disasters in Sumatra has reached an alarming level, where ecosystem degradation is often exacerbated by failures in corporate environmental governance. This study aims to conduct a comparative analysis of corporate environmental compliance in Sumatra using the GRI 307 standard and to evaluate how reporting transparency correlates with the effectiveness of disaster mitigation and national regulations (Law No. 32/2009 on Environmental Protection and Management). The method employed is a descriptive-qualitative approach through content analysis of sustainability reports from the extractive and agricultural sectors. The results indicate a strong spatial correlation between low compliance levels (Red/Black PROPER ratings) and the occurrence of landslides and floods resulting from technical failures in slope stability and drainage systems. Conversely, companies that are transparent in reporting environmental sanctions tend to be more responsive in implementing technical improvements that function as early warning systems. This research demonstrates that GRI 307 transparency is a crucial predictive instrument for disaster mitigation. Suggested policy implications include the necessity of integrating the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) sanctions database into the Financial Services Authority (OJK) reporting system to ensure the validity of green investments and the accuracy of disaster risk management in Sumatra.