Hany Handayani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development and validation of student worker worksheets based on the RADEC learning model for Natural and Social Sciences (IPAS) subjects in elementary schools Nurul Fatonah; Wahyu Sopandi; Hany Handayani; Yusup Maulana; Indra Gunawan; Indra Suhendra
xxxx-xxxx
Publisher : Sekolah Pascasarjana UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5340/ciee.v2i2.64099

Abstract

This research aims to develop and test the validity of student worksheet based on the RADEC Learning Model (Read, Answer, Discuss, Explain and Create) in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects at elementary school level. The RADEC model is used as a basis for designing worksheets that support an active, participatory learning process and stimulate an in-depth understanding of science concepts. This research uses a development research approach. The development stage includes needs analysis, worksheet design, and validation by experts. It is hoped that the results of this research will contribute to improving worksheets as a learning aid that can improve students' understanding of science material in elementary schools. Apart from that, this research can also provide guidance to educators and students in implementing the RADEC Learning Model to improve the quality of learning in the classroom.
Kamishibai storytelling for sustainability: A community partnership program in elementary schools Ai Nurhayati; Diana Rochintaniawati; Neti Budiwati; Rita Anggorowati; Hany Handayani
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89935

Abstract

Lembang, West Bandung Regency, Indonesia, has recently faced flooding risks in Cikole Village due to reduced water catchment areas and the conversion of pine forests into tourist sites. This highlights the need to foster environmental awareness from an early age, particularly through elementary school teachers. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat or PkM) aimed to equip 50 elementary teachers in Lembang with knowledge and skills to use Kamishibai as a learning tool to raise student awareness of sustainability issues. The program used a mezzo approach, focusing on strengthening groups through structured workshops that included plenary sessions, small-group practice, presentations, and feedback. The service phase involved preparation, implementation, evaluation, data analysis, and ethics considerations. Reflection data were collected via post-training questionnaires, process observations, and facilitator notes. Results showed significant improvement in teachers’ understanding of sustainability and their ability to design and use Kamishibai effectively in classrooms. Teachers found Kamishibai engaging, easy to use, and helpful in simplifying environmental concepts for students. The mezzo approach also strengthened teachers’ collective capacity as change agents. This program offers a valuable model for enhancing elementary environmental education, with the potential to be replicated through ongoing mentoring to ensure lasting impact.   Abstrak Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Indonesia merupakan wilayah dataran tinggi yang belakangan menghadapi risiko banjir di Desa Cikole akibat berkurangnya daerah tangkapan air dan perubahan fungsi lahan hutan pinus menjadi kawasan wisata. Kondisi ini menegaskan pentingnya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini melalui peran guru sekolah dasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan menggunakan Kamishibai sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kepedulian murid terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan melibatkan 50 guru SD di Kecamatan Lembang dan menerapkan pendekatan mezzo, pendekatan penguatan kelompok agar terjadi transformasi kolektif melalui workshop terstruktur (sesi pleno, praktik kelompok kecil, presentasi-umpan balik). Tahapan pengabdian terdiri dari lima tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi kegiatan, analisis data, dan etika kegiatan. Data refleksi dikumpulkan menggunakan angket pasca pelatihan, dilengkapi observasi proses dan catatan fasilitator. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai isu keberlanjutan dan kemampuan merancang serta memanfaatkan Kamishibai secara kontekstual di kelas. Guru menilai Kamishibai menarik, mudah diterapkan, dan efektif menyederhanakan konsep lingkungan bagi murid. Pendekatan mezzo memperkuat kapasitas kolektif guru sebagai agen perubahan di sekolah melalui kolaborasi dan berbagi praktik. Program ini memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan lingkungan tingkat dasar dan berpotensi direplikasi dengan dukungan pendampingan lanjutan agar dampak pembelajaran kian berkelanjutan. Kata Kunci: isu berkelanjutan; kamishibai; media pembelajaran; pendekatan mezzo