Rahmat Fadillah
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reconceptualization of Ideal Islamic Bankers in The Sharia Framework (An Effort to Create a Sharia Compliance Ecosystem) Muhammad Syarif Hidayatullah; Fathurrahman Azhari; Mahmud Yusuf; Rahmat Fadillah
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 20 No. 1: June 2024
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v20i1.21393

Abstract

Islamic bankers have a central position and an essential role in the implementation of Sharia principles in Islamic banking practices because Islamic bankers are parties directly related to the operational implementation of Sharia contracts. This research attempted to reconceptualize the figure of the Islamic banker with the formulation of the ideal Islamic banker within the framework of Sharia norms. This research was qualitative research that applied a literature study. Referring to the Hadith of the Prophet, Atsar Umar bin Khattab and Qaul Abu Laits, which serve as the foundation for the formulation of the ideal Islamic banker in the ideas of banking jurisprudence related to Islamic Human Resources Management, Islamic bank management must consider the relevance of education in selecting employees as an application of the Islamic recruitment model. Furthermore, the ideal Islamic banker will be realized through Islamic training, which forms ways of thinking, competence, character, and work motivation within the Sharia framework. The results indicated that Islamic bankers had adequate knowledge of Sharia and enthusiasm and commitment, which was vital in implementing all Sharia provisions in banking transactions to create a Sharia compliance ecosystem in Islamic banking.
Faktor-Faktor Penyebab Meningkatnya Permohonan Isbat Nikah Di Pengadilan Agama Kuala Kapuas Sabrina Muthia Dina; Rahmat Fadillah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1990

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Kuala Kapuas yang menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap pengesahan perkawinan yang belum tercatat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur isbat nikah, faktor-faktor penyebab meningkatnya permohonan isbat nikah, serta perspektif hukum Islam terhadap faktor-faktor tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan di Pengadilan Agama Kuala Kapuas dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Selat melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur isbat nikah meliputi pendaftaran, pemeriksaan persidangan, dan penetapan hakim sebagai dasar pencatatan perkawinan, serta didukung oleh layanan sidang keliling. Meningkatnya permohonan isbat nikah dipengaruhi oleh kebutuhan administratif, kemudahan akses melalui sidang keliling, dan kerja sama lintas sektoral melalui kegiatan sosialisasi. Dalam perspektif hukum Islam, faktor-faktor tersebut sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan siyāsah syar‘iyyah karena mendukung perlindungan hak-hak keluarga, memberikan kemudahan akses terhadap layanan hukum, serta mewujudkan kepastian hukum melalui pencatatan perkawinan.
Upaya Pemenuhan Hak Anak Oleh Ayah Tunggal Di Desa Teluk Mesjid Kecamatan Haruyan Noraida Fitri; Rahmat Fadillah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i3.2023

Abstract

Kematian pasangan menyebabkan ayah harus menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pemenuhan hak anak, khususnya hak nafkah, pengasuhan, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya ayah tunggal dalam pemenuhan hak anak di Desa Teluk Mesjid Kecamatan Haruyan serta tinjauan hukum Islam terhadap upaya tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima orang ayah tunggal dan didukung oleh dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya ayah tunggal dilakukan dengan bekerja keras dan mencari pekerjaan tambahan, mengelola keuangan keluarga, menanamkan nilai agama dan akhlak, mengatasi keterbatasan pengasuhan, serta mengupayakan pendidikan bagi anak sesuai kemampuan masing-masing. Dalam perspektif hukum Islam, upaya tersebut pada dasarnya telah sejalan dengan kewajiban orang tua dalam memenuhi hak nafkah, pengasuhan, dan pendidikan anak, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, keterbatasan waktu, dan kondisi keluarga yang berbeda pada setiap informan.