Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN ARGUMENTASI MAHASISWA PESERTA PERKULIAHAN MKU BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Palupi, Muncar Tyas
SKRIPTA Vol 1, No 1 (2015): SKRIPTA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kecenderungan kesalahan berbahasa dalam hal penerapan kaidah ejaan bahasa Indonesia, dalam bidang kosakata, dalam bidang morfologi, dan sintaksis. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih. Hasil analisis dapat disimpulkan, bahwa sebagian besar karangan argumentasi mahasiswa terdapat beberapa unsur kesalahan berbahasa. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu mahasiswa belum mengetahui ketepatan pemakaian ejaan dengan benar, penguasaan kosakata bahasa Indonesia mahasiswa BK yang masih kurang, belum dapat memakai afiksasi secara tepat, begitu pula dengan penulisan kata bentukan, dan penulisan kata ulang, belum dapat memakai kata depan dan kata sandang, kalimat efektif, dan struktur kalimat secara tepat dalam bahasa Indonesia.   Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa, Argumentasi, Ejaan, Kosakata, Afiksasi, Kalimat   LANGUAGE ERROR ANALYSIS IN STUDENTS ARGUMENT WRITING OF INDONESIAN SUBJECT IN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Abstract: The aim of this study was to describe the tendency of language errors in applying the rules of Indonesia language spelling, in the vocabulary field, in the morphology field, and syntax. The study used descriptive qualitative method. Data collecting technique used note technique. Agih method was used as data analysis technique. Results of the analysis can be concluded that the language errors appeared majority in student’s essay. The errors were influenced by several factors, such as students did not know the accuracy of spelling usage correctly, student’s of guidance and counseling had lack of vocabulary, they had not able to use the affixation appropriately, as well as the writing of word formation, and writing the repetition word, they could not apply the use of preposition and auxiliary, effective sentences, and sentence structure as appropriate in Indonesia language.   Keywords: language errors, argumentation, spelling, vocabulary, affixation, aentence.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN ARGUMENTASI MAHASISWA PESERTA PERKULIAHAN MKU BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Palupi, Muncar Tyas
SKRIPTA Vol 1, No 1 (2015): SKRIPTA
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kecenderungan kesalahan berbahasa dalam hal penerapan kaidah ejaan bahasa Indonesia, dalam bidang kosakata, dalam bidang morfologi, dan sintaksis. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih. Hasil analisis dapat disimpulkan, bahwa sebagian besar karangan argumentasi mahasiswa terdapat beberapa unsur kesalahan berbahasa. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu mahasiswa belum mengetahui ketepatan pemakaian ejaan dengan benar, penguasaan kosakata bahasa Indonesia mahasiswa BK yang masih kurang, belum dapat memakai afiksasi secara tepat, begitu pula dengan penulisan kata bentukan, dan penulisan kata ulang, belum dapat memakai kata depan dan kata sandang, kalimat efektif, dan struktur kalimat secara tepat dalam bahasa Indonesia.  Abstract: The aim of this study was to describe the tendency of language errors in applying the rules of Indonesia language spelling, in the vocabulary field, in the morphology field, and syntax. The study used descriptive qualitative method. Data collecting technique used note technique. Agih method was used as data analysis technique. Results of the analysis can be concluded that the language errors appeared majority in student’s essay. The errors were influenced by several factors, such as students did not know the accuracy of spelling usage correctly, student’s of guidance and counseling had lack of vocabulary, they had not able to use the affixation appropriately, as well as the writing of word formation, and writing the repetition word, they could not apply the use of preposition and auxiliary, effective sentences, and sentence structure as appropriate in Indonesia language.
HOAX: PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN EDUKASI DI ERA LITERASI DIGITAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA Muncar Tyas Palupi
JURNAL SKRIPTA Vol 6 No 1 (2020): SKRIPTA MEI 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v6i1.645

Abstract

Artikel ini berisi ide bahwa sebenarnya hoax dapat dimanfaatkan untuk bahan edukasi di era literasi digital terutama dalam pembentukan karakter generasi muda.  Pesatnya perkembangan teknologi  informasi membawa  berbagai dampak di semua lini kehidupan. Dampak yang pertama dan terutama adalah terjadinya perubahan cara hidup di dalam  masyarakat. Masyarakat lebih banyak memanfaatkan teknologi informasi dalam keseharian hidupnya. Alat komunikasi yang murah dan di dalamnya sudah bisa dipakai untuk mengakses internet sangat mempermudah masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi dari dunia luar.  Perilaku lebih tertarik menggunakan teknologi digital untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi disebut dengan literasi digital. Memanfaatkan hoax sebagai bahan edukasi dalam era literasi digital diharapkan akan membuat masyarakat berpikir kritis, lebih bijaksana dalam menyaring dan menyikapi informasi sehingga dapat berpartisipasi dan memberi kontribusi bagi perdamaian dan persatuan bangsa.
Analisis Penamaan Semantik Analisis Penamaan Jajanan Pasar Khas Temanggung dalam Kajian Semantik Bahasa Indonesia: Semantic Naming Patterns of Traditional Market Snacks in Temanggung: An Analysis Based on Abdul Chaer’s Theory Vinda Dewi Astuti; Muncar Tyas Palupi
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola dan bentuk, makna dan latar belakang penamaan jajanan pasar khas Temanggung berdasarkan teori semantik Abdul Chaer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa nama-nama jajanan pasar yang diperoleh dari Pasar Entho dan Pasar Papringan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam bersama pelaku kuliner, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi; (1) reduksi data, (2) klasifikasi berdasarkan pola penamaan, (3) analisis makna semantik, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penamaan jajanan pasar ini didominasi faktor sifat khas 34%, bahan 31%, cara pembuatan 31%, keserupaan 14% dan penamaan baru 3%. Secara makna, penamaan jajanan pasar didominasi makna leksikal, namun dalam pengunaannya telah berkembang menjadi makna konotatif dan asosiatif. Latar belakang penamaan banyak dipengaruhi oleh faktor bahan, proses pembuatan, keserupaan bentuk dan persepsi visual terhadap suatu benda lain, kreativitas analogi visual dan humor masyarakat penutur bahasa. Dengan demikian penamaan jajanan pasar ini mampu merepresentasikan antara fungsi informatif suatu bahasa dengan ekspresi realitas kehidupan berbudaya, bentuk ekspresi tradisi dan pengalaman, persepsi serta kreativitas masyarakat Temanggung.