Rio Alcanadre Tanjung Moechtar
Center for Geological Survey

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evolusi Cekungan pada Periode Holosen Kaitannya dengan Fluktuasi Muka Air Laut, Tektonik dan Perubahan Iklim di Nabire dan Sekitarnya, Papua Rio Alcanadre Tanjung Moechtar
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 4 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v20i4.484

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kabupaten Nabire, Papua yang sebagian besar wilayahnya ditutupi endapan Kuarter. Penelitian bertujuan untuk mengungkap dinamika Kuarter serta interval proses pengendapan berdasarkan aspek sedimentologi dan stratigrafi. Metode yang dilakukan adalah pemboran dangkal menggunakan hand auger sebanyak 48 titik. Hasil pengeboran menunjukkan  7 (tujuh) fasies pengendapan, yaitu: endapan limpah banjir, endapan cekungan banjir, endapan sungai, endapan rawa bakau, endapan pantai, endapan laut dekat pantai, dan batuan pra-Holosen. Berdasarkan rekonstruksi penampang stratigrafi, kelompok fasies pengendapan tersebut terbagi menjadi dua interval periode pengendapan. Interval periode pengendapan pertama merupakan fasies muka airlaut tinggi (transgresi) dan tersusun atas sistem laut dan sistem rawa. Interval periode pengendapan kedua merupakan fasies muka airlaut rendah (regresi) dan tersusun atas sistem laut, sistem rawa dan sistem sungai. Hasil pentarikhan umur menggunakan metode pentarikhan radiokarbon menunjukkan bahwa batas antara periode pertama dan periode kedua terjadi pada kisaran umur 9.200-10.700 tahun yang lalu. Kemunculan sistem sungai pada periode kedua diakibatkan oleh turunnya muka air laut. Kondisi ini menunjukkan kecenderungan tingkat energi semakin mengecil, berkaitan dengan jumlah volume air ketika itu. Jumlah volume air tersebut berhubungan dengan tingkat kelembapan yang bergantung pada siklus perubahan iklim. Fasies endapan rawa bakau dicirikan dengan keterdapatan Rhizophora sp., Sonneratia alba, dan Bruguiera cylindrica, terjadi penipisan endapan gambut pada fasies tersebut. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa iklim menuju ke kering. Munculnya fasies pantai di bagian tengah fasies endapan rawa bakau membuktikan bahwa ketika muka airlaut turun secara global, secara lokal muka airlaut tinggi pada periode tertentu. Gejala ini cenderung berkaitan dengan turunnya dasar cekungan (base level) akibat tektonik.Katakunci : Muka air laut, tektonik, iklim, Holosen, Nabire
Dinamika Proses Pengendapan Sedimen Holosen di Hilir Sungai Bengawan Solo serta Wilayah Pasang Surut di Gresik dan Sekitarnya, Jawa Timur. Rio Alcanadre Tanjung Moechtar
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 1 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i1.553

Abstract

Daerah penelitian terletak di wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian bertujuan untuk menelaah dinamika proses serta interval pengendapan berdasarkan aspek sedimentologi dan stratigrafi. Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan pada objek penelitian digunakan metoda pemboran dangkal sebanyak 40 (empat puluh) titik yang selanjutnya dilakukan analisis sedimentologi dan stratigrafi. Hasil pemboran menunjukkan terdapat 13 jenis endapan, yaitu endapan dataran banjir Bengawan Solo (EDbBs), alur sungai Bengawan Solo (EAsBs), dataran banjir (EDb) termasuk pengaruh pasang surut (EDbps), alur sungai (EAs) termasuk pengaruh pasang surut (EAsps), cekungan banjir (ECb), pasir rombakan (EPr), rawa (ER) dan pengaruh pasang surutnya (ERps), pantai (EP), laut dekat pantai (ELdp), dan laut lepas pantai (ELlp). Hasil analisis stratigrafi membedakan menjadi 3 (tiga) interval perioda pengendapan, yaitu interval muka laut rendah pertama (MLR 1), muka laut tinggi (MLT), dan muka laut rendah kedua (MLR 2). Perubahan tubuh sedimen secara lateral dan vertical ditafsirkan sebagai hasil proses eksternal seperti fluktuasi muka air laut, sirkulasi iklim serta tektonik.Katakunci: Holosen, muka laut, iklim, tektonik, Gresik.