Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Model Penguatan Budaya Organisasi untuk Menyukseskan Inovasi Manajerial Ahmad Sunafis Al Haziz; Jefri Andriadi; Danny Andrian; Syafwandi Syafwandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1835

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu elemen fundamental dalam membentuk perilaku kolektif yang mendukung pencapaian tujuan organisasi. Dalam konteks manajemen modern, budaya organisasi yang kuat mampu menjadi pondasi bagi keberhasilan inovasi manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penguatan budaya organisasi yang efektif guna menunjang keberhasilan inovasi di tingkat manajerial, khususnya dalam menghadapi dinamika perubahan yang semakin cepat. Studi ini dilatarbelakangi oleh realitas di banyak organisasi Indonesia yang memiliki struktur manajerial mapan, namun kurang mampu mengadopsi inovasi karena lemahnya internalisasi nilai budaya organisasi. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik studi kasus pada beberapa organisasi sektor publik dan swasta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga elemen utama dalam penguatan budaya organisasi untuk mendukung inovasi manajerial, yaitu kepemimpinan transformasional, komunikasi nilai budaya secara berkelanjutan, dan integrasi budaya dalam sistem manajemen sumber daya manusia. Ketiga elemen ini membentuk sinergi yang mampu mendorong keterbukaan terhadap ide baru dan keberanian mengambil risiko secara terukur. Penelitian ini menghasilkan model konseptual berbasis praktik yang dapat dijadikan pedoman dalam menyusun strategi penguatan budaya organisasi. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pimpinan organisasi dan manajer sumber daya manusia dalam mengelola perubahan serta menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan adaptif.
Manajemen Perubahan dan Tantangan Budaya Organisasi pada Masa Krisis Anggella Chandini; Finola Fiftem Eka Putri; Mardifa Wahyu Putri; Syafwandi Syafwandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1836

Abstract

Masa krisis seperti pandemi global, krisis ekonomi, maupun disrupsi teknologi memaksa organisasi untuk melakukan perubahan signifikan agar dapat bertahan dan beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis dan tidak stabil. Dalam konteks ini, manajemen perubahan menjadi suatu kebutuhan strategis yang mendesak untuk diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses manajemen perubahan dijalankan dalam organisasi selama masa krisis, serta mengidentifikasi tantangan budaya organisasi yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan sejumlah manajer dari organisasi sektor jasa yang mengalami dampak langsung dari krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen perubahan sangat dipengaruhi oleh kesiapan budaya organisasi, karakter kepemimpinan yang transformatif, serta pola komunikasi internal yang terbuka dan adaptif. Organisasi yang memiliki nilai-nilai budaya fleksibel dan kolaboratif cenderung lebih cepat menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan. Di sisi lain, tantangan utama yang dihadapi mencakup resistensi terhadap perubahan yang berasal dari individu maupun kelompok, ketegangan antara nilai-nilai budaya lama dengan nilai baru yang dibawa oleh perubahan, serta lemahnya kohesi sosial dalam tim akibat ketidakpastian dan tekanan kerja yang meningkat selama krisis. Temuan ini menekankan pentingnya peran budaya organisasi sebagai fondasi dalam menyukseskan agenda perubahan, serta perlunya strategi komunikasi yang inklusif dan pendekatan kepemimpinan yang empatik dan partisipatif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktisi manajemen dan pengambil kebijakan organisasi dalam merancang strategi perubahan yang responsif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dimensi budaya yang melekat dalam struktur dan dinamika organisasi.