Rifah Zafarani Soumena
Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kejang Neonatorum Akibat Hypoxic Ischemic Encephalopathy Grade II Dengan Pneumonia Neonatorum Pada Bayi Cukup Bulan Muhammad Ridwan Monisa; Sophia Sri Wahyuni Djoko; Rifah Zafarani Soumena
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypoxic-Ischemic Encephalopathy (HIE) merupakan penyebab utama kejang neonatorum pada neonatus cukup bulan dan dapat menimbulkan morbiditas neurologis jangka panjang. Asfiksia perinatal menyebabkan edema serebri, gangguan metabolik, dan kejang. Pneumonia neonatorum dan sepsis neonatal awitan dini (SNAD) dapat memperberat cedera hipoksik-iskemik melalui hipoksemia dan inflamasi sistemik. Seorang neonatus laki-laki usia 17 hari dirujuk ke RSUP Leimena dengan kejang sejak hari kedua kehidupan. Lahir spontan di rumah, ketuban hijau, lilitan tali pusat satu kali, tidak langsung menangis, APGAR score 5/8. Pemeriksaan laboratorium awal: leukositosis 31,69 ×10³/µL, neutrofilia 76,9%, IT ratio 25%. Foto toraks: infiltrat tipis infrahiler kanan. MSCT kepala: brain edema, hilangnya diferensiasi grey-white matter. Pasien menerima ventilasi mekanik, fenobarbital, diazepam, manitol, cefotaxime, amikasin, dan metronidazol. Kondisi membaik secara bertahap.Kejang neonatorum terutama disebabkan HIE grade II akibat asfiksia perinatal. Pneumonia dan SNAD memperberat kondisi melalui hipoksia dan inflamasi sistemik. Terapi komprehensif memberikan luaran klinis yang baik.