Fajar Alam Putra
Program Studi Keperawatan, Universitas Sahid Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan video edukasi tersedak (viedak) untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penanganan tersedak Sutrisno Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12848

Abstract

Background: Choking is a very dangerous emergency event, this is because within a few minutes a condition will occur where a person can lack oxygen in general so that in just a matter of minutes a person who is choking will lose their breathing reflexes, heart rate, and die permanently from the trunk. brain. Choking is a condition where the respiratory tract is blocked by a foreign object in the form of food, toys, etc. Babies and toddlers are at higher risk of experiencing respiratory emergencies compared to teenagers or adults. Young children often lack coordination, making them vulnerable to choking on food and small objects which can cause the heart and lungs to stop working. Approximately 17,537 children aged 3 years or younger were at risk of choking, of which (59.5%) were food-related (31.4%) were choking on foreign objects and 9.1% had unknown causes.Purpose: To determine the effect of educational choking videos on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental design with a one group pre and post test design. This research was conducted to measure practitioners' knowledge, attitudes and skills regarding the management of choking in infants and children before and after intervention. The intervention carried out was in the form of providing education on choking management through the choking educational video method. This research was conducted in June-July 2023. The population in this study were all mothers who had toddlers at the Integrated Health Service Center for toddlers in Betengsari village, Kartasurura, Sukoharjo, with 40 participants with using total sampling.Results: All variables, namely knowledge, attitudes and skills, show that the data is not normally distributed, as evidenced by a significance value of less than 0.05. So it is necessary to carry out the Wilcoxone test to obtain a p-value for the knowledge, attitudes and skills variables of 0.001. The p-value obtained means that learning through choking educational videos influences participants' knowledge, attitudes and skills in dealing with choking in children.Conclusion: Education using choking educational videos has a significant effect on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers as evidenced by the difference in the average score of knowledge, attitudes and skills before and after the intervention. A significant effect was also proven by obtaining a p-value of 0.001. Keywords: Choking; Educational Videos; ToddlersPendahuluan: Tersedak merupakan suatu kejadian darurat yang sangat berbahaya, hal ini disebabkan dalam beberapa menit akan terjadi kondisi dimana seseorang dapat kekurangan oksigen secara general sehingga hanya dalam hitungan menit seseorang yang tersedak akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung, dan kematian secara permanen dari batang otak. Tersedak adalah kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing berupa makanan, mainan, dan lain-lain Bayi dan balita berisiko lebih tinggi untuk mengalami kedaruratan pernafasan dibandingkan dengan remaja maupun orang dewasa. Anak kecil sering kali kurang koordinasi  sehingga membuat mereka rentan tersedak makanan dan benda kecil yang dapat menyebabkan berhenti kinerja jantung dan paru-paru. Sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 tahun atau lebih muda sangat berbahaya karena tersedak, sebesar (59.5%) berhubungan dengan makanan (31.4%) tersedak karena benda asing dan sebesar 9.1% penyebab tidak diketahui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh video edukasi tersedak (viedak) terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan keterampilan para tentang penatalaksanaan  tersedak pada bayi dan anak sebelum dan setelah intervensi. Intervensi yang dilakukan yakni berupa pemberian edukasi penanganan tersedak melalui metode video edukasi tersedak (viedak). Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2023, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di posyandu balita desa Betengsari, Kartasurura, Sukoharjo yaitu sejumlah 40 partisipan dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil: Seluruh variabel yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukan datanya tidak berdistribusi normal dibuktikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0.05. Sehingga perlu dilakukan uji  wilcoxon test yang didapatkan p-value variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan bernilai 0.001. P-value yang didapat bermakna bahwa edukasi dengan viedak mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan partisipan dalam menangani tersedak pada anak.Simpulan: Edukasi menggunakan video edukasi tersedak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada anak balita dibuktikan dengan adanya perbedaan skor rata-rata pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Pengaruh yang signifikan juga dibuktikan dengan perolehan p-value 0.001.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO DENGAN KECEMASAN IBU TERHADAP EFEK PEMBERIAN IMUNISASI DI POLIKLINIKANAK RSUD KARTINI KARANGANYAR Dewi Luri Wulandari; Anik suwarni; Fajar Alam Putra
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/8mmc8h43

Abstract

Imunisasi  pentabio  menyebabkan  badan  anak  panas  setelah diberikan, sehingga menyebabkan ibu merasa cemas, tegang, dan khawatir. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan  ibu  terhadap  efek  pemberian  imunisasi  di  Poliklinik  Anak  RSUD Kartini Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu dengan balita yang melakukan imunisasi pentabio  di Poliklnik Anak RSUD Kartini Karanganyar. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 21 responden (65,6%) ibu memiliki pengetahuan cukup tentang imunisasi pentabio dan sebanyak 15 responden (46,9%) memiliki kecemasan sedang ibu tentang efek imunisasi pentabio. Hasil uji rank spearman didapatkan nilai signifikansi  sebesar  0,000 < 0,05  yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan ibu terhadap efek pemberian imunisasi pentabio dengan dan nilai korelasi hubungan sebesar 0,601 yang berarti hubungan pengetahuan dan kecemasan memiliki korelasi yang kuat. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan serta intervensi untuk mengatasi masalah kecemasan dalam pemberian imunisasi.