p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Oseanologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISASI GUGUS FUKOIDAN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK FUKOIDAN RUMPUT LAUT Sargassum sp ASAL PERAIRAN LEMUKUTAN, KALIMANTAN BARAT, INDONESIA Risdo Sahputra Sinaga; Warsidah Warsidah; Shifa Helena
Oseanologia Vol 1, No 3 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i3.55556

Abstract

Sargassum sp contains fucoidan compounds that have potential to be natural antioxidants. Fucoidan is a complex sulfate polysaccharide derived from brown seaweed through extraction processes. The purpose of this study was to determine the characteristics of functional groups and antioxidant activity of fucoidan compounds Sargassum sp from Lemukutan Island, West Kalimantan, Indonesia. Extraction of fucoidan compounds from Sargassum sp was carried out using ethanol solvent at 71°C temperature for 2 hours, re-extracted with cold water as much as 25 ml, and heated at 250°C temperature for 2 hours. Characterization of fucoidan functional groups using FT-IR and determination of antioxidant activity using the DPPH method. The results showed fucoidan yield was 10.67%. Based on FT-IR showed  carbohydrate group, sulfate group, fucosal group, and monosaccharide group. At 300 ppm concentration, the antioxidant activity produced was 11.14%, IC50 (Inhibition Concentration 50) of the fucoidan antioxidant sargassum sp seaweed was more than 300 ppm and classified as a weak antioxidant. Keywords: Fucoidan; Sargassum sp; DPPH; FT-IR (Fourier Transform Infrared)
Karakteristik Fisikokimia Beras Analog dari Kombinasi Rumput Laut Eucheuma cottoni, Mocaf dan Sagu Maura Aulia Finirsa; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana
Oseanologia Vol 1, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i2.54566

Abstract

Beras analog adalah sebutan lain dari beras tiruan yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras dengan bentuk menyerupai beras dan dapat berasal dari kombinasi tepung lokal atau padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan karakteristik fisikokimia beras analog. Beras analog dibuat dari kombinasi rumput laut E. cottonii, mocaf dan sagu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah secara manual atau granulasi Tahapan penelitian adalah mulai dari penentuan formulasi kemudian beras di karakterisasi fisikokimianya. Formulasi bahan baku adalah tepung mocaf 70% dan tepung sagu 30%. Formulasi penambahan tepung rumput laut adalah 10, 20 dan 30%, selanjutnya ditambahkan bahan pengikat yaitu GMS sebanyak 2%. Beras analog memiliki kadar air berkisar (6,25 – 6,32%), kadar abu (2,24 – 3,13%), kadar lemak (0,23 – 0,77%), kadar protein (0,60 – 0,73%), serat kasar (1,56 – 2,73%) dan karbohidrat (89,15 – 90,13%). Rendemen beras analog berkisar (90–91%), berat 100 butir beras analog (2,998 – 3,869 g), warna dengan kecerahan L (29,58 – 41,45) dan densitas kamba (0,737 – 0,790 g/ml).
RENDEMEN EKSTRAK DAN PENGUJIAN ANTIOKSIDAN DARI RUMPUT LAUT Turbinaria sp. DENGAN MENGGUNAKAN 3 PELARUT YANG BERBEDA Julizar Julizar; Warsidah Warsidah; Syarif Irwan Nurdiansyah; Mega Sari Juane Sofiana; Ikha Safitri
Oseanologia Vol 1, No 3 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v1i3.55252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan aktivitas antioksidan pada rumput laut Turbinaria sp. dengan menggunakan pelarut organik yang berbeda. Rendemen ekstrak rumput laut Turbinaria sp. dihitung berdasarkan berat sampel setelah proses evaporasi terhadap berat kering awal sampel (berat kering bahan baku). Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH Absorbansi DPPH yang diukur adalah absorbansi dari DPPH yang telah direaksikan dengan larutan uji. Dari nilai absorbansi DPPH sisa dapat diketahui aktivitas antioksidan tiap larutan uji dalam menghasilkan radikal bebas DPPH. Dari nilai absorbansi yang diperoleh lalu dihitung persentase inhibisi terhadap radikal bebas DPPH yaitu bersama aktivitas senyawa antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas DPPH. Dari hasil perhitungan rendemen ekstrak  menunjukkan bahwa pelarut metanol memiliki nilai rendemen ekstrak yang paling tinggi yaitu sebesar 12,87% dibandingkan pelarut etil asetat sebesar 1,05% dan n-heksana sebesar 0,37%. Berdasarkan hasil pengujian antioksidan diperoleh nilai %inhibisi pelarut etil asetat 11,43%  lebih besar dibandingkan pelarut n-heksana 9,82% dan metanol sebesar 8,50% hasil pengujian ini menunjukkan pelarut semi polar menghasilkan nilai %inhibisi lebih besar dibandingkan dengan pelarut polar dan non polar. Aktivitas antioksidan terhadap rumput laut Turbinaria sp. ini tergolong sangat lemah dikarenakan nilai IC50 nya tidak sampai.