Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Work Life Balance Pada Karyawan Generasi Milenial di Bandung Fiona Vebiola Lumban Gaol; Regina Deti; Ramayani Yusuf
INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia
Publisher : Forum Inovasi Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31842/jurnalinobis.v7i1.300

Abstract

Generasi milenial menjadi generasi mayoritas angkatan kerja. Generasi milenial memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya karena mereka tumbuh bersama perkembangan teknologi. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat WLB dan apa saja faktor-faktor yang terdapat pada WLB karyawan generasi milenial di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa hasil dari kuesioner yang disebarkan oleh penulis. Responden pada penelitian ini sebanyak 122 responden generasi milenial. Instrumen yang digunakan pada kuesioner adalah Work Life Balance scale yang dikembangkan oleh Fisher,et.al. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat WLB pada generasi milenial sudah cukup baik dengan tingkat yang dikategorikan per dimensi yaitu WIPL sebesar 64,8%, PLIW sebesar 60,7%, WEPL sebesar 77%, PLEW sebesar 80,3%.
Fenomena Job Hopping Pada Generasi Milenial di Kota Bandung Regina Deti; Aliya Inshira Qisthi; Ramayani Yusuf
INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia
Publisher : Forum Inovasi Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31842/jurnalinobis.v7i1.303

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi job hopping generasi milenial di Kota Bandung dan faktor yang mengurangi keinginan milenial untuk berpindah pekerjaan. Penelitian ini merupakan applied research yang dilakukan secara kualitatif dan menggunakan metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 11 narasumber yang merupakan generasi milenial, berdomisili di Kota Bandung, dan pernah berpindah kerja lebih dari dua kali dengan masa kerja satu sampai dua tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan jika faktor perpindahan generasi milenial adalah dorongan keluarga, rekan kerja yang kurang nyaman, budaya perusahaan dan beban kerja (workload) yang kurang sesuai, work life balance yang tidak dapat dirasakan, merasa masih muda dan ingin mencoba hal baru, perusahaan lain yang memberikan gaji yang lebih besar, perusahaan lain yang memberikan tangga karir yang lebih baik, dan perusahaan lain yang memberikan kesemaptan untuk berkembang yang lebih besar. Serta faktor pengurangnya adalah gaji yang sesuai dengan usaha, rekan kerja dan lingkungan yang nyaman, tangga karir, kesempatan berkembang dan meningkatkan skill.
Analisis Perbandingan Kepemimpinan Partisipatif dengan Kepemimpinan Direktif dalam Organisasi Leana Angelina; Maria Merry Marianti; Regina Deti
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 5 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i5.7228

Abstract

This research aims to analyze the comparison between participative and directive leadership in organizations, identifying the advantages, disadvantages, and appropriate situations for their implementation. The research method used is descriptive with a qualitative approach through a literature study, focusing on relevant articles published between 2020 and 2024. The results show that participative leadership increases work motivation, employee satisfaction, and encourages creativity, but may face challenges in making quick decisions and handling disagreements. In contrast, directive leadership is more effective in crisis situations and structured environments, but it may decrease long-term motivation if applied continuously. The conclusion of this study indicates that both leadership styles have their respective advantages and disadvantages, which should be adapted to the situation and team characteristics. Organizations are advised to implement a flexible leadership style based on existing conditions to achieve organizational goals effectively.