Dafina Howara
Staf Dosen Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Tadulako

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pemasaran Rumput Laut Di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah Saprianti Saprianti; Alimudin Laapo; Dafina Howara
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 4 No 6 (2016): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran rumput laut, besarnya margin pada masing-masing saluran pemasaran, dan efisiensi pemasaran rumput laut pada masing-masing saluran pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan, di Desa Lalombi Kecamatan Banawa selatan Kabupaten Donggala. Responden yang dijadikan sampel adalah petani rumput laut dan pedagang pengumpul Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling method) Sebanyak 25 responden petani rumput laut diambil sebagai sampel dari total anggota populasi 50 petani rumput laut. Pengambilan sampel responden pedagang dilakukan dengan menggunakan metode penjajakan (Tracing Method), sehingga diperoleh 1 orang responden pedagang pengumpul. Jadi, jumlah keseluruhan responden sebanyak 26 orang. Hasil analisis menunjukkan margin pemasaran yang diperoleh untuk saluran I sebesar Rp. 4.500, dan untuk saluran II tidak ditemukan margin pemasaran karena rumput laut langsung dijual oleh petani ke konsumen. Saluran pemasaran rumput laut di Desa Lalombi terdiri atas dua saluran, yaitu : Petani rumput laut→ Pedagang Pengumpul → Konsumen. Petani rumput laut→ Pedagang Pengumpul→ Konsumen. Pada saluran I, bagian harga yang diterima nelayan sebesar 60%nilai efisiensinya adalah 40%. Pada saluran II, bagian harga yang diterima nelayan sebesar 100% nilai efisiensinya adalah 0%, sehingga saluran pemasaran yang lebih efisien adalah saluran II.
Analisis Kelayakan Usaha Jamur Tiram Di Desa Mpanau Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Farhah Farhah; Alimudin Laapo; Dafina Howara
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 3 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha Jamur Tiram di Desa Mpanau Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha Jamur Tiram yang bertempat di Desa Mpanau Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Responden terdiri dari 1 orang karyawan yaitu pemilik usaha jamur tiram. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan yang diperoleh pada usaha jamur tiram pada Bulan Oktober Rp 2.217.732 usaha jamur tiram memperoleh keuntungan dan layak untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,73 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran biaya Rp 1,00 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,73.
Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku Cokelat Pada Industri Rapoviaka Simple Di Kota Palu Nur Azmi Fitra. H; Effendy Effendy; Dafina Howara
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 4 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis EOQ (Economy Order Quantity), lama waktu dan besarnya jumlah pemesanan pada Industri Rapoviaka simple Jln. Lasoso No. 45 Kecamatan Palu Barat Kota Palu pada Bulan April Sampai Mei 2016. Sumber data adalah berasal dari Industry Rapoviaka Simple. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis EOQ (Economic Order Point), safety stock, dan ROP (Re-order Point). Hasil dari penelitian ini ialah jumlah pembelian bahan baku paling ekonomis pada industry Rapoviaka Simple dengan rata-rata yaitu sebesar 17,826 kg, untuk bulan November sebesar 16,67 kg, Desember sebesar 16,67 kg, Januari sebesar 18,56 kg, Februari sebesar 18,54 kg, dan Maret sebesar 18,60 kg, dengan frekuensi pemesanan 3 kali pesan dalam sebulan, Safety stock kebutuhan bahan baku per produksi pada bulan November dan Desember sebesar 4,17 kg, sedangkan untuk bulan Januari, Februari dan Maret kebutuhan bahan baku per produksi yaitu sebesar 5,00 kg. Untuk Reoder point pada bulan November dan Desember sebesar 8,33 kg dan bulan Januari, Februari, Maret yaitu sebesar 10,00 kg. Total biaya persediaan bahan baku Industri Rapoviaka Simple rata-rata sebesar Rp.191.295,73/Bulan.
Analisis Pendapatan Usahatani Kakao Di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Abd. Jaib; Abdul Muis; Dafina Howara
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 1 (2019): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pertanian bertujuan meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha dan menunjang pembangunan industri dan ekspor. Sejalan dengan tujuan tersebut, salah satu kebijaksanaan pembangunan pertanian adalah mengembangkan sub sektor perkebunan yang diarahkan pada perkembangan perkebunan rakyat. Subsektor perkebunan merupakan lapangan usaha yang menyerap banyak tenaga kerja, penyedia bahan baku untuk bahan industri pengolahan dan berperan dalam pelestarian lingkungan hidup, karena itu usaha untuk mengembangkan sub sektor ini perlu terus ditingkatkan.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan petani kakao di desa bobo,mengetahui pendapatan usahatani kakao di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2017. Pendapatan Usahatani kakao di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling), dengan penentuan 30 petani sampel dari 70 populasi petani kakao.Hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan rata-rata usahatani kakao adalahRp. 31.421.939,84/1,42Ha atau Rp. 22.128.126,65/Ha, rata-rata penerimaan usahatani kakao di Desa Bobo adalah Rp. 36.380.000/1,42Ha atau Rp. 25.619.718,31/ha, dan rata-rata total biaya usahatani kakao di Desa Bobo sebesar Rp 4.958.060,16/1,42Ha atau Rp. 3.491.591,67/Ha.
Analisis Usaha Budidaya Jamur Tiram Pada Industri “Sumber Urip Jamur” Di Kota Palu Sulawesi Tengah Lesni Yamalia; Alimudin Laapo; Dafina Howara
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 1 (2019): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada industri “Sumber Urip Jamur” di Kota Palu pada bulan April 2015. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya jamur tiram pada industri “Sumber Urip Jamur” di Kota Palu. Penentuan responden dalam penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Responden berjumlah 3 orang yakni satu orang karyawan bergerak dalam pembungkusan baglog sedangkan karyawan lainnya melakukan perebusan baglog dipilih pimpinan dan tenaga kerja “Sumber Urip Jamur”. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah Analisis Kelayakan usaha yakni analisis ROI (Analisis Return On Invesment) dan JWPM (Jangka Waktu Pengembalian Modal). Hasil penelitian usaha budidaya jamur tiram menunjukkan bahwa penerimaan jamur tiram sebesar Rp 6.000.000 dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 2.719.757. ROI yang dihasilkan pada usaha budidaya jamur tiram pada industri Sumber Urip Jamur sebesar 19%. Karena produksi jamur tiram meningkat 6-10 kg perharinya, sedangkan jangka waktu pengembalian modal (JWPM) pada industri Sumber Urip Jamur yaitu 2,74 Tahun yakni sekitar 17 bulan. Dan usaha budidaya jamur tiram layak untuk diusahakan dengan nilai R/C Analisis Revenue sebesar 1,82.