Yosep Soge Pata’dungan
Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA KAWASAN YANG TERKENA DAMPAK LIKUIFAKSI DI DESA JONO OGE LEMBAH PALU Hardiyanti Hardiyanti; Yosep Soge Pata’dungan; Rachmat Zainuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia tanah pada kawasan yang terkena dampak likuifaksi. Penelitian ini menggunakan metode survey. Sampel tanah diambil secara jalur di lokasi pengambilan sampel. Setelah itu, dilanjutkan dengan analisis sifat kimia tanah yaitu pH, C-organik, KTK, P-total, P-tersedia, K-total, K-tersedia, Na, Ca, dan Mg. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Nilai pH H2O tertinggi diperoleh pada Kode Sampel L3L1 yaitu 7.64 dan terendah terdapat pada Kode Sampel NL1L1 yaitu 6.62. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan C-Organik pada kawasan yang terkena dampak likuifaksi (L) berkisar antara 0,1 % hingga 1,31 %, sedangkan pada kawasan NonLikuifaksi (NL) berkisar 1,41 hingga 2.38 %. Hasil analisis KTK berkisar 9,53 hingga 15,32 sedangkan pada (NL) berkisar 4,99 hingga 21,7. Kandungan P-total pada kawasan (L) maupun (NL) tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kandungan P-tersedia berkisar 6,38 hingga 13,58 ppm, sedangkan pada (NL) berkisar 6,64 hingga 25,87 ppm. Kandungan K-total berkisar 37,31 hingga 70,93 sedangkan pada (NL) berkisar 20,41 hingga 33,65. Hasil analisis K-tersedia berkisar0,1 hingga 0,3 sedangkan pada (NL) berkisar 0,09 hingga 0,5. Kandungan Na berkisar 0,23 hingga 2,05 sedangkan pada (NL) berkisar 0,42 hingga 1,09. Kandungan Ca berkisar 2,16 hingga 21,46 sedangkan pada (NL) berkisar 3,88 hingga 19,83. Kandungan Mg berkisar 1,26 hingga 2,35 sedangkan pada (NL) berkisar 0,55 hingga 3,18.
SERAPAN HARA FOSFOR PADA TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) AKIBAT PEMBERIAN BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Andrianus Irvan Cakala; Yosep Soge Pata’dungan; Rully Aakbar Pribudi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan hara FOSFOR pada pertumbuhan cabai merah besar (Capsicum annum L.) akibat pemberian Bokasi tandan kososng kelapa sawit Entisol sidera. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 sampai bulan Januari 2020 di Screen House Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan untuk analisis tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah. dengan lokasi pengambilan sampel tanah di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dan pengambilan tandan kosong kelapa sawit di PT.Letawa .Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan dengan perlakuan Bokasi TKKS sebagai berikut : P0 = Tanpa Perlakuan (Kontrol 8 kg/ha)/Polybag, (P18 kg/ha) = 13 g/Polybag, (P2 8 kg/ha) = 26 g/Polybag, (P3 8 kg/ha) = 39 g/Polybag, (P4 8 kg/ha) = 52 g/Polybag dan (P5 8 kg/ha) = 65 g/Polybag. Perlakuan tersebut diulang 3 kali sehingga terdapat 6 x 3 = 18 satuan percobaan dengan pengamatan pada saat vegetatif. Variabel amatan dianalisis dengan uji F dan uji F tersebut menunjukan adanya pengaruh. Hasil penelitian menunjukan dosis perlakuan yang berpengaruh pada C-organik, P-Tersedia, kandungan P dalam Jaringan Tanaman, Bobor kering tanaman dan Serapan P dalam perlakuan P1 (13 g/polybag), P2 (26 g/polybag), P3 (39 g/polybag), P4 (52 g/polybag) dan P5 (65 g/polybag). Hasil penelitian menunjukan pengaruh tertinggi pada C-organik, P-Tersedia, Jaringan P dalam tanaman, Bobot Kering Tanaman, dan Serapan P yaitu pada perlakuan P5 (65 g/polybag) sedangkan untuk pH tanah yaitu pada P2 (26 g/polybag).
IDENTIFIKASI DAN UJI KEMAMPUAN MELARUTKAN FOSFAT FUNGI PELARUT FOSFAT DARI RHIZOSFER TANAMAN NILAM (Pogestemon cablin Benth.) DI DESA MAKMUR KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI Bella Anggreanita; Yosep Soge Pata’dungan; Moh. Adnan Khaliq
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi dan kemampuan melarutkan fosfat isolat fungi pelarut fosfat yang di isolasi dari rhizosfer tanaman nilam (pogestemon cablin Benth.). Penelitian dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2019. Sampel rhizosfer tanaman Nilam diambil di Desa Makmur, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Isolasi fungi pelarut fosfat di lakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah, di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Dari puluhan isolat fungi pelarut fosfat yang teridentifikasi di cawan petri maka dipilih 5 isolat berdasarkan warna dan bentuk isolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dengan simbol Ndl-1 memiliki kemampuan melarutkan fosfat tertinggi sebesar 38, 5040 ppm diikuti isolat dengan simbol Nks-4 sebesar 33, 2360 ppm, isolat dengan simbol Nbs-2 sebesar 32, 5850 ppm, isolat dengan simbol Ndl-3 sebesar 31, 4160 ppm sedangkan isolat dengan simbol Nbs-5 memiliki kemampuan melarutkan fosfat terendah sebesar 24, 2520 ppm.
ANALISIS BEBERAPA SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH DI LAHAN TRANSMIGRASI PADA DAERAH TRANS SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Moh. Dudhayef; Isrun Baso; Yosep Soge Pata’dungan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1838

Abstract

Berdasarkan data dari hasil penelitian maka dapat di peroleh kesimpulan sebagai berikut : Sifat fisik dan kimia tanah pada penggunaan lahan sawah dengan pH rata-rata 5,93. Permeabilitas rata–rata 6,74 cm/jam. Porositas rata–rata 36,60. Bulk density rata–rata 1,51. N-total rata–rata 0,20%. P-total rata–rata 35,29 ppm. KTK rata–rata 20,70 mg/100 g. C-organik rata–rata 0,98%. K-total rata–rata 31,76%. Sifat fisk dan kimia tanah pada penggunaan lahan kelapa dengan pH rata–rata 6,63. Permeabilitas rata–rata 3,53 cm/jam. Porositas rata–rata 32,59%. Bulk density rata–rata 1,66. N-total rata–rata 0,07%. P-total rata–rata 28,65 ppm. KTK rata–rata 28,24 mg/100 g. C-organik rata–rata 1,48%. K-total rata–rata 30,21%. Sifat fisik dan kimia tanah pada penggunaan lahan Kakao PH rata–rata 6,28. Permeabilitas rata–rata 6,81 cm/jam. Porositas rata–rata 45,68%. Bulk density rata–rata 1,48. N-total rata–rata 0,18%. P-total rata–rata 26,95 ppm. KTK rata–rata 19,51mg/100 g. C-organik rata–rata 1,8%. K-total rata–rata 33,88%.