Nelfin Nelfin
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA BAWANG GORENG PADA INDUSTRI IKM HJ. MBOK SRI DI KOTA PALU Nelfin Nelfin; Nurmedika Nurmedika
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang goreng varietas Palu merupakan bahan baku industri olahan bawang goreng serta telah menjadi “brand lokal” Palu. . Salah satu keunikan bawang ini yang membedakan dengan bawang merah lainnya adalah umbinya mempunyai tekstur yang padat sehingga menghasilkan bawang goreng yang renyah dan gurih serta aroma yang tidak berubah walaupun disimpan lama dalam wadah yang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha, total biaya produksi dan penerimaan usaha tersebut mencapai titik pulang pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titik Pulang Pokok Produk bawang goreng kemasan 100 gram dicapai pada volume produksi 340 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.10.200.000. Titik pulang pokok kemasan 150 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 150 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.6.750.000. Titik pulang pokok untuk kemasan 200 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 82 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.4.920.000. Titik pulang pokok kemasan 250 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 50 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.3.750.000. Titik pulang pokok kemasan 400 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 29 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada titik pulang pokok sebesar Rp.3.480.000. Titik pulang pokok untuk kemasan 500 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 19 kemasan sehinggga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada titik pulang pokok sebesar Rp.2.565.000.