Talas Sumedang (semir) merupakan salah satu komoditas pertanian hortikultura unggulan dan bahan pangan potensial di Kabupaten Sumedang. Namun, saat ini pemanfaatannya masih terbatas. Untuk menjadikannya sebagai bahan baku olahan pangan, maka talas harus dijadikan tepung terlebih dahulu, sehingga lebih tahan lama dan dapat dibuat menjadi aneka produk olahan pangan. Proses pengolahan talas menjadi tepung ada tahapan penting yang harus dilalui yaitu proses pengupasan. Proses pengupasana secara manual memerlukan waktu yang cukup lama serta membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Hal ini menjadi kendala apabila kapasitas produksi sudah besar serta berlanjutan (kontinyu). Dengan demikian dibutuhkan peran mekanisasi pertanian untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan dirancang bangun mesin pengupas talas.Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun mesin pengupas talas talas untuk proses pascapanen dan menjadikannya sebagai bahan pangan alternatif potensial. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan April - November 2016 bertempat di Bengkel Logam, Kayu dan Rotan, Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian UNPAD, Jatinangor.Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin bekerja dengan baik dengan kapasitas aktual 78,8 kg/jam, efisensi mesin 78,74% dan hasil kupasan sudah merata pada semua pemukaan talas namun masih belum bersih karena proses pengupasan belum disertai penyiraman menggunakan air.