Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN INFRARED (IR), MASSAGE EXERCISE DAN MIRROR EXERCISE PADA BELL’S PALSY SINISTRA Gathut, Aji; Irawan Wibisono
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/wzdkz758

Abstract

Bell’s Palsy merupakan kelemahan otot ekspresi wajah yang bersifat akut yang disebabkan oleh kelumpuhan saraf fasialis dengan penyebab yang belum diketahui. Bell’s Palsy umumnya mengenai setengah wajah, walaupun pada kasus yang jarang dapat melibatkan kedua belahan wajah. Beberapa ahli menyatakan penyebab berupa paparan angin dingin di salah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh virus herpes yang menetap di tubuh dan teraktivasi kembali karena trauma, faktor lingkungan, stress dan lainnya. Modalitas berupa infrared, massage dan mirror exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional wajah seperti mengerutkan dahi, menutup mata, dan tersenyum, dan adanya peningkatan kekuatan otot wajah. Dilakukan terapi sebanyak empat kali didapatkan hasil adanya peningkatan fungsional pada wajah sisi kiri. Infrared, mirror exercise dan massage yang diberikan kepada pasien dengan terapi selama empat kali didapatkan hasil berupa peningkatan aktifitas fungsional wajah pada kasus bell’s palsy sinistra.
PENATALAKSAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY DEXTRA DENGAN INFRA RED, ELECTRICAL STIMULATION, DAN MASSAGE Achmad Muhzadi Hazir; Irawan Wibisono
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/rxjpn350

Abstract

Bell’s Palsy merupakan kelemahan akut otot wajah akibat lesi saraf fasialis perifer (LMN) yang muncul secara mendadak dan menyebabkan gangguan ekspresi wajah. Beberapa faktor risiko seperti paparan udara dingin, penggunaan AC atau kipas angin berlebihan, serta infeksi virus herpes telah dikaitkan dengan munculnya kondisi ini. Fisioterapi berperan penting untuk mengurangi nyeri, merangsang aktivitas neuromuskular, serta meningkatkan fungsi otot wajah melalui penggunaan Infra Red (IR), Electrical Stimulation (ES), dan Massage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi menggunakan IR, ES, dan Massage terhadap nyeri, kekuatan otot, dan fungsi wajah pada pasien Bell’s Palsy Dextra. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada satu pasien dengan Bell’s Palsy Dextra yang menjalani terapi IR, ES, dan Massage sebanyak empat sesi. Pengukuran menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), Manual Muscle Testing (MMT), dan skor fungsional Ugo Fisch. Hasil penelitian menunjjukan setelah empat sesi terapi, terjadi penurunan nyeri tekan di belakang telinga, peningkatan kekuatan otot wajah (M. Frontalis, Nasalis, dan lainnya), serta perbaikan fungsi wajah seperti kemampuan menutup mata rapat, mengerutkan dahi, dan tersenyum secara lebih simetris. Penatalaksanaan fisioterapi menggunakan IR, ES, dan Massage memberikan perbaikan signifikan pada nyeri, kekuatan otot, dan fungsi wajah pada pasien Bell’s Palsy Dextra. Modalitas ini efektif sebagai bagian dari rehabilitasi komprehensif.