Dwi Hastuti
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Komunikasi dan Interaksi dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Iklim Pada Masyarakat Pesisir Jawa Barat Defina Defina; Risda Rizkillah; Dwi Hastuti; Istiqlaliyah Muflikhati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.777-782

Abstract

Rekomendasi policy brief ini adalah pentingnya meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi keluarga nelayan dalam perubahan iklim. Interaksi keluarga akan meningkat ketika suami tidak banyak menghabiskan waktunya di laut. Perlu adanya program yang dapat meningkatkan jumlah populasi ikan di laut dangkal sehingga nelayan tidak terlalu jauh untuk menangkap ikan dan lebih banyak waktu bersama keluarga. Seperti penanaman hutan bakau di pantai utara serta edukasi dan pendampingan dalam penggunaan alat untuk pendeteksian posisi ikan secara maksimal, bantuan mesin dan alat tangkap perlu didistribusikan secara merata dan tepat sasaran. Selain itu, agar kekerasan verbal menurun, perlu adanya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan keluarga dalam strategi untuk meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi antara suami dan istri. Dari sisi ekonomi perlu adanya program pemberdayaan dalam hal manajemen keuangan keluarga dan penambahan pendapatan keluarga. Contohnya, pengelolaan hasil tangkapan nelayan oleh istri nelayan sehingga nilai jual bertambah dan pemerintah juga perlu untuk membantu dalam pemasaran produk yang dibuat oleh istri.
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dan Kualitas Pengasuhan pada Keluarga Nelayan di Pesisir Jawa Barat Defina Defina; Dwi Hastuti; Risda Rizkillah; Istiqlaliyah Muflikhati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.822-828

Abstract

Kesejahteraan keluarga merupakan salah satu kunci tercapainya praktik pengasuhan yang berkualitas. Keluarga yang sejahtera akan memiliki pola pikir yang sehat serta akses yang lebih leluasa tehadap sumber daya dalam memenuhi kebutuhan anak selama proses pengasuhan. Keluarga yang tinggal di wilayah pesisir memiliki sejumlah potensi sumberdaya untuk mencapai kesejahteraan. Akan tetapi kondisi menunjukan bahwa keluarga yang tinggal di wilayah pesisir cenderung berpendidikan rendah, kualitas hidup rendah, dan tingkat kesejahteraan keluarga dan relasi orangtua anak yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah pesisir agar anak-anak dari keluarga tersebut dapat memperoleh pengasuhan yang baik sehingga tumbuh dan berkembang secara optimal. Beberapa program yang telah dikembangkan dapat dilanjutkan, terutama program maupun kebijakan berbasis keluarga. Hal ini bertujuan agar kesejahteraan keluarga dapat tercapai secara berkelanjutan.
Reformasi Sistem Pendidikan sebagai Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 Sri Rahayu Ningsih; Rafika Nanda; Dwi Hastuti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1289-1296

Abstract

Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan. Namun, Impian besar ini bisa kandas jika persoalan mendasar di dunia pendidikan tidak segera dibenahi. Saat ini, Indonesia masih bergulat dengan sistem pendidikan yang tidak stabil, guru yang kurang Sejahtera, minimnya kolaborasi sekolah dan orang tua, serta fasilitas pendidikan yang timpang. Akibatnya, lahir generasi muda yang rapuh secara kognitif dan emosional, mereka terjebak dalam fenomena brain rot, paparan pornografi, dan krisis karakter. Artikel ini menawarkan pendekatan strategis dan tajam untuk membalikkan situasi, mulai dari reformasi kurikulum pendidikan berbasis jangka panjang, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan peran orang tua, hingga revitalisasi fasilitas sekolah. Keempat pilar ini adalah fondasi yang saling menguatkan untuk menciptakan sumber daya unggul yang menjadi tulang punggung Indonesia Emas 2045. Simak selengkapnya untuk memahami bagaimana perubahan nyata bisa dimulai hari ini.