Yanuar Ananda Putri R.
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Pendirian Pabrik Natrium Sulfat dengan Proses Mannheim Nita Rahayu Dewi R.S.; Yanuar Ananda Putri R.; Hikmatun Ni’mah; Achmad Roesyadi
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v1i1.12725

Abstract

Natrium sulfat (Na2SO4) merupakan garam berwujud padatan atau kristal berwarna putih atau tidak berwarna. Natrium sulfat terdapat dalam bentuk hidrat (berikatan dengan H2O), yaitu garam dekahidrat dan di alam berbentuk natrium sulfat anhidrat berupa mineral thenardite dan mirabilite. Sumber utama pembuatan natrium sulfat ada dua macam, yaitu secara alami (dari natural source) dan secara sintetik dari industri kimia. Penggunaan natrium sulfat di lingkungan industri cukup banyak, yaitu pada industri pulp kraft, detergent, tekstil, farmasi, gelas, dll. Dalam pembuatan natrium sulfat secara sintetik, terdapat dua proses yang sering digunakan, yaitu melalui proses dengan bahan baku SO2 dan H2O (proses Hargreaves-Robinson), serta proses dengan bahan baku H2SO4 dan NaCl (proses Mannheim). Dalam melakukan pemilihan proses, dipilih proses Mannheim, karena secara aspek teknis dan ekonomis, proses Mannheim lebih mudah dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Dalam proses Mannheim, asam sulfat pekat direaksikan dalam furnace bersuhu 800oC. Na2SO4 yang dihasilkan dari reaksi tersebut dipisahkan dari kotorannya dengan menambahkan soda lime dan soda abu. Kemudian dikristalisasi dan dikeringkan dalam rotary dryer. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinu 24 jam selama 330 hari per tahun operasi. Pabrik natrium sulfat ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2020 di Sampang, Madura yang dekat dengan kebutuhan bahan baku dan kelancaran pemasaran. Modal diperoleh dengan perbandingan 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman. Berdasarkan analisa teknis dan ekonomi yang telah dilakukan, maka pabrik natrium sulfat ini layak didirikan.