Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN MUHAMMAD TSANI TENTANG PONDOK PESANTREN DAN PRAKSISNYA Rahmadi S.Fil.I
Tarbawi Vol 8, No 01 (2020): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v8i01.18

Abstract

Tulisan ini berupaya memetakan pemikiran Mu’allim Tsani tentang pondok pesantren sehingga lahirlah pondok pesantren al-Falah yang dimulai dari paradigma pondok pesantren yang dibangun oleh Mu’allim Tsani dalam menghadapi perubahan. Menurut Mu’allim Tsani, pesantren harus mampu berperan di dua lingkup; pertama, di lingkup tertutup atau terbatas pada pondok pesantren itu sendiri, yaitu pesantren harus mampu melahirkan kader-kadernya sehingga tidak terjadi missing link, dan kedua, pondok pesantren harus berperan dalam lingkup sosial sehingga bisa memberikan konstribusi secara langsung kepada masyarakat. Kedua peran ini boleh dikatakan sebagai paradigma pendidikan di pondok pesantren, yang dalam sisi praksisnya dapat dirangkum dengan istilah ilmu dan amal. Landasan paradigmatis ini memberikan warna tersendiri bagi turunannya termasuk dalam menghadapi arus modernitas dan perannya sebagai counter moral.
PEMIKIRAN MUHAMMAD TSANI TENTANG PONDOK PESANTREN DAN PRAKSISNYA Rahmadi S.Fil.I
Tarbawi Vol 8, No 01 (2020): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v8i01.18

Abstract

Tulisan ini berupaya memetakan pemikiran Mu’allim Tsani tentang pondok pesantren sehingga lahirlah pondok pesantren al-Falah yang dimulai dari paradigma pondok pesantren yang dibangun oleh Mu’allim Tsani dalam menghadapi perubahan. Menurut Mu’allim Tsani, pesantren harus mampu berperan di dua lingkup; pertama, di lingkup tertutup atau terbatas pada pondok pesantren itu sendiri, yaitu pesantren harus mampu melahirkan kader-kadernya sehingga tidak terjadi missing link, dan kedua, pondok pesantren harus berperan dalam lingkup sosial sehingga bisa memberikan konstribusi secara langsung kepada masyarakat. Kedua peran ini boleh dikatakan sebagai paradigma pendidikan di pondok pesantren, yang dalam sisi praksisnya dapat dirangkum dengan istilah ilmu dan amal. Landasan paradigmatis ini memberikan warna tersendiri bagi turunannya termasuk dalam menghadapi arus modernitas dan perannya sebagai counter moral.